Contoh Soal TKA

Matematika

Persiapan TKA: Peta Terpercaya Menuju Sukses Ujian

Menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) tidak lagi harus membingungkan. Kejarcita menghadirkan program Persiapan TKA yang dirancang khusus sebagai "peta dan kompas" bagi sekolah untuk mempersiapkan ujian dengan akurat. Kami mengintegrasikan teknologi dan strategi untuk memastikan guru dan siswa melangkah dengan penuh keyakinan. Melalui program ini, Guru dapat mengoptimalkan strategi pengajaran dengan memahami tren pola soal dan tingkat kesulitan TKA secara mendalam. Di sisi lain, Siswa diajak untuk mengenal kekuatan diri melalui latihan yang terfokus pada area pengembangan yang paling krusial.

Keunggulan Utama Kami:

  • Bank Soal Komprehensif: Ribuan soal TKA asli dan terbaru dengan pembahasan mendalam untuk mengasah kemampuan analitis.
  • Simulasi Realistis: Platform tryout dengan sistem dan tampilan yang menyerupai ujian aslinya, membantu siswa beradaptasi dengan tekanan waktu.
  • Teknik & Strategi: Pelatihan khusus untuk menguasai manajemen waktu dan ketajaman dalam menjawab soal tanpa terjebak.
Lengkapi sekolah dengan persiapan yang terukur dan efektif. "Dengan mengetahui medan, langkah kita menjadi lebih mantap".

    1.

    Fungsi didefinisikan oleh  f(x)=3(x24x+10)

    Tentukan Benar atau Salah pada setiap pernyataan berikut yang terkait dengan grafik fungsi  f

    Pembahasan:

    Diketahui:

    f(x)=3(x24x+10)

    Ditanya:

    Nilai pernyataan?

    Dijawab:

    • Pernyataan: Fungsi  f bersifat definit positif.

    Fungsi kuadrat  f(x)=ax2+bx+c bersifat definit positif jika nilai  a>0 dan nilai diskriminan kurang dari  0 ( D<0 ).

    Dari fungsi:

    f(x)=3(x24x+10)

    f(x)=3x212x+30   

    Diketahui nilai a=3,b=12 dan  c=30 .

    Selanjutnya, kita cari nilai diskriminan.   

    D=b24ac  

    D=(−12)2(4×3×30)   

    D=144360  

    D=216 (Nilai diskriminan kurang dari 0)

    Pernyataan bernilai benar.

    • Pernyataan: Grafik fungsi  f  memotong garis   y=20  

    Untuk membuktikan apakah grafik fungsi  f  memotong garis   y=20 , kita substitusikan persamaan garis ke persamaan grafik. Selanjutnya, mencari nilai diskriminannya. Grafik fungsi  f  memotong garis   y=20 jika nilai diskriminannya lebih dari 0  (D>0) .

      f(x)=y  

      3(x24x+10)=20   

    Bagi kedua ruas dengan 3.

    x24x+10=320   

    x24x+330320=0   

    x24x+310=0   

     Mencari nilai diskriminan.

    D=b24ac  

    D=(−4)2(4×1×310)  

    D=16340  

    D=348340  

    D=38

    Diskriminan > 0 → ada 2 titik potong nyata, berarti grafik parabola memotong garis y = 20.

    Pernyataan bernilai benar.

    • Pernyataan: Titik puncak grafik  f berada di sebelah kiri sumbu-Y.

    Posisi titik puncak dapat diketahui berdasarkan absisnya. Rumus untuk mencari absis:

      xp=2ab   

    Dari perhitungan, sebelumnya diketahui nilai a=3,b=12 dan  c=30 .

    Sehingga:

      xp=2ab  

    =2×3(−12)   

    =2   (Karena  xp=2 , berarti titik puncak berada di sebelah kanan sumbu-Y.)

    Pernyataan bernilai salah.

    Jadi, nilai pernyataan

    • Fungsi  f bersifat definit positif. (Benar)
    • Grafik fungsi  f  memotong garis   y=20 (Benar)

    • Titik puncak grafik  f berada di sebelah kiri sumbu-Y. (Salah)

    2.

    Diberikan kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm.

    Screenshot 2025-12-13 205400.jpg

    Tentukan Benar atau Salah pada setiap pernyataan berikut!

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Diberikan kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm.

    Ditanya:

    Nilai kebenaran pernyataan?

    Dijawab:

    Perhatikan kubus ABCD.EFGH berikut dengan panjang rusuk 6 cm.

    Screenshot 2025-12-13 205400.jpg

    • Pernyataan: Panjang diagonal ruang BH  adalah  63 cm.

    Pada kubus dengan panjang rusuk  s , panjang diagonal ruang adalah  s3

    Pada kubus ABCD.EFGH di atas, panjang diagonal ruang BH adalah  63 cm.

    Pernyataan bernilai benar.

    • Pernyataan: Jarak titik  A  ke garis CH adalah 26  cm.

    Pada kubus ABCD.EFGH, jarak A ke CH merupakan tinggi dari segitiga sama sisi ACH. 

    Screenshot 2025-12-13 210642.jpg

      AC=AH=CH=62+62=62 cm

    Tinggi segitiga sama sisi dengan panjang sisi  a dapat dicari menggunakan rumus 21×a×3

    Sehingga, tinggi segitiga  ACH :

    t=21×a×3     

    =21×(62)×(3)   

    =36 cm

    Pernyataan bernilai salah.

    •  Pernyataan: Jarak titik B ke bidang ADHE adalah 6 cm.

    Jarak titik B ke ADHE adalah AB. Panjang AB adalah 6 cm.

    Pernyataan bernilai benar.

    Jadi:

    • Panjang diagonal ruang BH  adalah  63 cm. (Benar)
    • Jarak titik A  ke garis CH adalah 26  cm. (Salah)
    • Jarak titik B ke bidang ADHE adalah 6 cm. (Benar)

    Ingin coba latihan soal dengan kuis online?

    Kejar Kuis
    3.

    Kelompok peneliti sudah membiakkan bakteri di lab dengan masing-masing metode. Pembiakan dimulai tepat pada saat yang bersamaan, dan akan dipanen di menit ke-51. Mereka memutuskan untuk menggunakan bakteri dari dua metode yang menghasilkan jumlah terbanyak. Jumlah bakteri dari kedua metode tersebut adalah ….

    (Pilih semua jawaban yang benar!)

    A

    100 unit CFU

    B

    120 unit CFU

    C

    140 unit CFU

    D

    160 unit CFU

    E

    180 unit CFU

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Waktu generasi = waktu untuk membentuk bakteri menjadi dua kalinya, berarti r=2r=2
    • Waktu generasi = 17 menit
    • Pemilihan suatu metode bergantung pada jumlah bakteri hasil pembiakan terbanyak yang bisa dihasilkan selama waktu pembelahan
    • Waktu pembelahan = 51 menit

    Ditanya:

    Jumlah bakteri dari dua metode yang dapat dipilih?

    Dijawab:

    Jumlah bakteri setelah membelah sebanyak nn kali dapat dihitung menggunakan rumus:

    Un=arnU_n=ar^n , di mana n=ttgn=\frac{t}{tg}

    Keterangan:

    UnU_n = jumlah bakteri setelah membelah sebanyak nn kali

    aa = jumlah bakteri mula-mula

    rr = rasio

    nn = jumlah pembelahan

    tt = waktu pembelahan

    tgtg = waktu generasi

    MENENTUKAN 2 METODE DENGAN JUMLAH BAKTERI HASIL PEMBIAKAN PALING BANYAK DALAM 51 MENIT:

    Perhatikan tabel berikut!

    bakteri.jpg

    Karena pembiakan hanya dibatasi hingga menit ke-51, berarti penambahan bakteri pada metode 2, 3, dan 4 belum dilakukan. Oleh karena itu, penentuan 2 metode yang menghasilkan bakteri paling banyak dapat dilakukan berdasarkan jumlah bakteri mula-mula. Berdasarkan tabel, 2 metode dengan jumlah bakteri mula-mula terbanyak adalah metode 1 (20) dan metode 2 (15).

    JUMLAH PEMBELAHAN HINGGA MENIT KE-51:

    n=ttg=5117=3n=\frac{t}{tg}=\frac{51}{17}=3

    JUMLAH BAKTERI PADA MENIT KE-51 MENGGUNAKAN METODE 1:

    Jumlah bakteri setelah membelah sebanyak n=3n=3 kali:

    Un=arnU_n=ar^n

    =20×23=20\times2^3

    =160=160

    JUMLAH BAKTERI PADA MENIT KE-51 MENGGUNAKAN METODE 2:

    Jumlah bakteri setelah membelah sebanyak n=3n=3 kali:

    Un=arnU_n=ar^n

    =15×23=15\times2^3

    =120=120

    Jadi, dua metode yang dapat dipilih menghasilkan 120 unit CFU dan 160 unit CFU.

    4.

    Penjualan Pencuci Mulut

    Seorang pengusaha ingin membuat dua jenis pencuci mulut, yaitu es sarang burung dan es campur. Modal yang tersedia adalah Rp3.000.000,00. Biaya produksi es sarang burung adalah Rp6.000,00 per porsi dan dijual dengan laba 40% dari biaya produksi. Sedangkan, biaya produksi es campur adalah Rp10.000,00 per porsi dan dijual dengan laba 30% dari biaya produksi. Pengusaha hanya mampu membuat 450 porsi pencuci mulut.

    Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Modal yang tersedia adalah Rp3.000.000,00.
    • Biaya produksi es sarang burung adalah Rp6.000,00 per porsi dan dijual dengan laba 40% dari biaya produksi.
    • Biaya produksi es campur adalah Rp10.000,00 per porsi dan dijual dengan laba 30% dari biaya produksi.
    • Pengusaha hanya mampu membuat 450 porsi pencuci mulut.

    Ditanya:

    Nilai kebenaran pernyataan?

    Dijawab:

    Mencari daerah penyelesaian:

    Misalkan:

    • Jumlah es sarang burung yang diproduksi =  x  
    • Jumlah es campur yang diproduksi =  y  

    Dari informasi pada soal, dapat dituliskan pertidaksamaan linear sebagai berikut.

    • 6.000x+10.000y3.000.000 , pertidaksamaan ini dapat disederhanakan menjadi  3x+5y1.500  
    •   x+y450  
    •   x0,y0  

    Pertidaksamaan dapat digambarkan sebagai berikut.

    Screenshot 2025-12-14 184544.jpg

    Mencari keuntungan maksimum:

    Keuntungan per porsi es sarang burung = 40% × Rp6.000,00 = Rp2.400,00.

    Keuntungan per porsi es campur = 30% × Rp10.000,00 = Rp3.000,00.

    Fungsi tujuan dapat dituliskan sebagai 

      f(x,y)=2.400x+3.000y  

    Keuntungan maksimum didapat dengan uji coba tiap titik pojok daerah penyelesaian. 

    • Titik O adalah (0,0)
    • Titik A

    Titik A dapat dicari dengan substitusi  x=0 ke persamaan garis  3x+5y=1.500 .

      3(0)+5y=1.500  

    5y=1.500      

    y=300   

    Sehingga, titik A (0,300).

    • Titik B

    Titik B dapat dicari dengan substitusi   y=0   ke persamaan garis   x+y=450

    0+y=450   

    y=450    

    Sehingga, titik B(450,0)

    • Titik C

    Titik C adalah titik potong garis  x+y=450 dan  3x+5y=1.500

    Substitusi  y=450x ke  3x+5y=1.500

    3x+5(450x)=1.500  

    3x+2.2505x=1.500   

    2x=750   

    x=375   

    Substitusi  x=375 ke persamaan  x+y=450

    375+y=450  

    y=75    

    Sehingga, titik C(375,75) 

    Titik   2.400x+3.000y  
    O(0,0)   0  
    A (0,300)   2.400(0)+3.000(300)=900.000  
    B(450,0)   2.400(450)+3.000(0)=1.080.000  
    C(375,75)   2.400(375)+3.000(75)=1.125.000  

    Mencari nilai kebenaran dari masing-masing pernyataaan.

    • Pernyataan: Es sarang burung harus diproduksi lebih banyak dari es campur untuk mendapatkan keuntungan maksimum.

    Keuntungan maksimum tercapai dengan memproduksi 375 porsi es sarang burung dan 75 porsi es campur (es sarang burung diproduksi lebih banyak dari es campur). 

    Pernyataan bernilai benar.

    • Pernyataan: Keuntungan maksimum yang dapat diperoleh adalah Rp1.500.000,00.

    Dari tabel uji coba titik pojok, diperoleh keuntungan maksimum adalah Rp1.125.000,00.

    Pernyataan bernilai salah.

    • Pernyataan: Modal yang tersedia dapat digunakan untuk memproduksi lebih dari 450 porsi pencuci mulut.

    Biaya produksi terendah adalah membuat es sarang burung yaitu Rp6.000,00 per porsi.

    Modal Rp3.000.000,00 dapat digunakan untuk memproduksi:

    6.0003.000.000 = 500 porsi es sarang burung.

    Meskipun tidak mendapatkan keuntungan yang maksimal, adalah benar kalau modal yang tersedia dapat digunakan untuk memproduksi lebih dari 450 porsi pencuci mulut.

    Pernyataan bernilai benar.

    Jadi, 

    • Es sarang burung harus diproduksi lebih banyak dari es campur untuk mendapatkan keuntungan maksimum. (Benar)
    • Keuntungan maksimum yang dapat diperoleh adalah Rp1.500.000,00. (Salah)
    • Modal yang tersedia dapat digunakan untuk memproduksi lebih dari 450 porsi pencuci mulut. (Benar)

    Ingin cari soal-soal HOTS?

    Soal HOTS
    5.

    Diagram di bawah merupakan jenis olahraga yang disukai siswa di suatu sekolah.

    Jika banyak siswa yang menyukai sepak bola ada 28 siswa, maka presentase dan banyak siswa yang menyukai olahraga basket berturut-turut adalah ....

    A

     dan 21 siswa

    B

     dan 42 siswa

    C

     dan 21 buah

    D

     dan 42 buah

    E

     dan 35 buah

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Banyak siswa yang menyukai sepak bola =28=28 siswa

    Ditanya:

    Persentase siswa yang menyukai olahraga basket?

    Banyak siswa yang menyukai olahraga basket?

    Jawab:

    Perhatikan bahwa sepak bola dalam diagram batang di atas dinyatakan dalam 4 petak persegi sehingga dapat ditulis:

    44 petak persegi =28=28 siswa, maka

    11 petak persegi =284=\frac{28}{4}

    11 petak persegi =7=7 siswa.

    Hal ini berarti 1 petak persegi pada diagram batang di atas mewakili 7 siswa.

    Untuk menghitung persentase siswa yang menyukai olahraga basket, kita perlu menemukan jumlah siswa yang didata terlebih dahulu.

    Banyak siswa yang menyukai olahraga basket.

    Perhatikan bahwa basket dalam diagram di atas dinyatakan dalam 6 petak persegi, sehingga banyak siswa yang menyukai basket dapat dinyatakan sebagai berikut.

    Banyak siswa suka basket =6×7=6\times7

    Banyak siswa suka basket =42=42 siswa.

    Banyak siswa yang menyukai olahraga voli

    Perhatikan bahwa voli dalam diagram di atas dinyatakan dalam 5 petak persegi, sehingga banyak siswa yang menyukai voli dapat dinyatakan sebagai berikut.

    Banyak siswa suka voli =5×7=5\times7

    Banyak siswa suka voli =35=35 buah.

    Banyak siswa yang menyukai olahraga bulu tangkis

    Perhatikan bahwa bulu tangkis dalam diagram di atas dinyatakan dalam 3 petak persegi, sehingga banyak siswa yang menyukai bulu bangkis dapat dinyatakan sebagai berikut.

    Banyak siswa suka bulu tangkis =3×7=3\times7

    Banyak siswa suka bulu tangkis =21=21 buah.

    Sehingga, jumlah siswa yang didata adalah:

    Banyak siswa suka sepak bola + basket + voli + bulu tangkis

    =28+42+35+21=28+42+35+21

    =126=126

    Persentase siswa yang suka basket.

    Banyak Siswa Suka BasketJumlah Siswa×100%\frac{\text{Banyak}\ \text{Siswa}\ \text{Suka}\ \text{Basket}}{\text{Jumlah}\ \text{Siswa}}\times100\%

    =42126×100%=\frac{42}{126}\times100\%

    =0,3333×100%=0,3333\times100\%

    =33,33%=33,33\%

    Jadi, persentase dan banyak siswa yang menyukai basket berturut-turut adalah 33% dan 42 siswa.

    6.

    Pada sebuah toko seluler terdapat 13 telepon genggam dalam kondisi baik dan 2 telepon genggam dalam kondisi rusak. Semua telepon genggam dimasukkan ke dalam satu kemasan kardus.

    Untuk mendapatkan telepon genggam yang rusak, dilakukan pengujian dengan cara mengambil dan menguji satu per satu secara acak tanpa pengembalian. Peluang diperoleh 2 telepon genggam rusak pada dua pengujian yang pertama adalah ....

    A

    

    B

    

    C

    

    D

    

    E

    

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Terdapat 13 telepon genggam dalam kondisi baik dan 2 telepon genggam dalam kondisi rusak.

    Semua telepon genggam dimasukkan kardus.

    Dilakukan pengujian dengan cara mengambil dan menguji satu per satu secara acak tanpa pengembalian.

    Ditanya:

    Peluang diperoleh 2 telepon genggam rusak pada dua pengujian yang pertama=?=?

    Jawab:

    Misalkan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan dengan tiap anggota S memiliki kesempatan muncul yang sama.

    Jika A adalah suatu kejadian dan A adalah himpunan bagian dari S, maka peluang kejadian A adalah

    P(A)=n(A)n(S)P\left(A\right)=\frac{n\left(A\right)}{n\left(S\right)}

    dengan

    n(A) adalah banyaknya anggota himpunan A

    n(S) adalah banyaknya anggota ruang sampel S.

    Dalam kasus ini, pada pengambilan pertama dimisalkan K1K_1 yaitu banyak telepon genggam yang rusak, dimisalkan n(A)=2,n\left(A\right)=2, sedangkan banyak telepon genggam seluruhnya dimisalkan n(S1)=13+2=15.n\left(S_1\right)=13+2=15. Maka P(A)=n(A)n(S1)=215.P\left(A\right)=\frac{n\left(A\right)}{n\left(S_1\right)}=\frac{2}{15}.

    Pada pengembalian kedua dimisalkan K2K_2 yaitu banyak telepon genggam yang rusak menjadi n(B)=1,n\left(B\right)=1, sedangkan banyak telepon genggam seluruhnya dimisalkan n(S2)=14.n\left(S_2\right)=14. Maka P(B)=n(B)n(S2)=114.P\left(B\right)=\frac{n\left(B\right)}{n\left(S_2\right)}=\frac{1}{14}.

    Sehingga peluang pada kejadian ini dapat dilakukan mengalikan peluang kejadian P(A), P(B)P\left(A\right),\ P\left(B\right) dengan memperhatikan bahwa P(B)P\left(B\right) adalah kejadian bersyarat dengan syarat kejadian K1K_1.

    Diperoleh, peluang terambilnya dua telepon genggam yang rusak satu per satu tanpa pengembalian adalah

    n(A)n(S1)n(B)n(S2)=215114=1105\frac{n\left(A\right)}{n\left(S_1\right)}\cdot\frac{n\left(B\right)}{n\left(S_2\right)}=\frac{2}{15}\cdot\frac{1}{14}=\frac{1}{105}.

    Jadi, 1105\frac{1}{105} adalah peluang terambilnya dua telepon genggam yang rusak satu per satu tanpa pengembalian.

    Ingin cari soal-soal AKM?

    Hubungi Kami
    7.

    Parkir Serong

    Penataan tempat parkir menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan suatu fasilitas publik. Dikenal ada tiga macam penataan parkir untuk kendaraan roda empat, yaitu parkir paralel, parkir tegak lurus dan parkir serong. Parkir serong memiliki kelebihan khusus yaitu memudahkan pengemudi memarkirkan kendaraan dan mampu menampung kendaraan lebih banyak, dibandingkan parkir paralel.

    Restoran Pak Arief memiliki lahan parkir berbentuk persegi panjang dengan panjang 30 m dan lebar 8,5 m. Lahan parkir ini diperuntukkan bagi kendaraan roda empat. Dimensi area parkir untuk satu kendaraan roda empat berbentuk persegi panjang dengan ukuran 4,8 m  2,4 m. Pak Arief menggunakan sistem parkir serong dengan sudut . Sisa lahan parkir digunakan untuk jalur kendaraan yang keluar masuk. Kendaraan yang keluar masuk menggunakan sistem satu arah untuk satu lajur kendaraan. Diperlukan lebar minimal 4 m untuk jalur keluar masuk. Maksimal banyak kendaraan roda empat yang bisa ditampung di lahan parkir Pak Arief adalah ...

    A

    5 mobil

    B

    6 mobil

    C

    7 mobil

    D

    8 mobil

    E

    9 mobil

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Ukuran lahan parkir = 30m ×\times 8,5 m

    Sudut serong = 30°30\degree

    Dimensi area parkir untuk satu kendaraan roda empat = 4,8 m ×\times 2,4 m

    Ditanya:

    Maksimal banyak kendaraan roda empat yang bisa ditampung di lahan parkir Pak Arief ?

    Dijawab:

    Pada area parkir serong berikut

    Perhatikan segitiga siku-siku CDECDE

    Panjang DEDE dapat dicari menggunakan perbandingan trigonometri

    DECE=cos30°\frac{DE}{CE}=\cos30\degree

    DE=4,8×123=2,434,16\Leftrightarrow DE=4,8\times\frac{1}{2}\sqrt{3}=2,4\sqrt{3}\approx4,16 m

    Untuk mengetahui banyak mobil yang dapat ditampung di lahan parkir tersebut, kita dapat membagi panjang lahan parkir yaitu 30 m dengan panjang DEDE

    Banyak mobil = 304,16=7,2115...\frac{30}{4,16}=7,2115...

    banyak mobil dibulatkan ke bawah ke satuan terdekat yaitu 7 mobil.

    Jadi, maksimal banyak mobil yang bisa ditampung adalah 7 mobil.

    8.

    Ramp

    Ramp merupakan jalur sirkulasi yang memiliki bidang dengan kemiringan tertentu yang diaplikasikan pada lahan yang luasnya terbatas. Misalnya, lahan untuk akses keluar masuknya barang atau kendaraan dari dalam gedung dan sebagai alternatif bagi penyandang disabilitas yang tidak dapat menggunakan tangga.

    Sebuah single ramp terdiri dari awalan, dataran, dan akhiran seperti gambar. Panjang awalan dan akhiran ramp masing-masing dapat dibuat 1,2 m hingga 1,5 m (tidak harus sama).

    Sudut kemiringan single ramp dengan tinggi ramp maksimum 76 cm yang direkomendasikan adalah . Perhitungan kemiringan tersebut tidak termasuk awalan dan akhiran ramp.

    Panjang area yang cukup digunakan untuk membuat single ramp yang tingginya 76 cm lengkap dengan awalan dan akhiran berukuran ....

    A

    9,00 meter

    B

    10,25 meter

    C

    9,05 meter

    D

    11,45 meter

    E

    10,11 meter

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Panjang awalan dan akhiran ramp masing-masing dapat dibuat 1,2 m hingga 1,5 m
    • Sudut kemiringan single ramp dengan tinggi ramp maksimum 76 cm yang direkomendasikan adalah 3,6°4,8°3,6°-4,8°

    Ditanya:

    Panjang area yang cukup digunakan untuk membuat single ramp yang tingginya 76 cm lengkap dengan awalan dan akhiran?

    Dijawab:

    Perhatikan kalau semua opsi jawabannya memuat tanda lebih besar dari. Artinya angka panjang area yang perlu dicari adalah panjang terpendek yang cukup untuk membuat single ramp lengkap dengan awalan dan akhiran.

    Panjang dataran, yaitu ramp tanpa awalan dan akhiran, dapat dicari menggunakan rumus:

    Ukuran dataran ramp=tanαtinggi ramp  

    Dari rumus di atas, diketahui:

    Panjang dataran single ramp semakin pendek jika nilai tangen semakin besar. Nilai tangen terbesar  diperoleh jika sudut kemiringan yang digunakan juga terbesar, yaitu 4,8°4,8°.

    Panjang dataran terpendek:

    Ukuran dataran ramp=tan4,876    

    =760,084  =\frac{\text{76}}{0,084\ }\

    =905=905 cm

    =9,05=9,05 meter

    Area terpendek untuk membuat single ramp dengan awalan dan akhiran:

    = Ukuran awalan terpendek + ukuran dataran terpendek + ukuran akhiran terpendek

    = 1,2 + 9,05 + 1,2

    = 11,45 m

    Panjang area yang cukup digunakan untuk membuat single ramp yang tingginya 76 cm:

    Panjang area yang cukup \ge 11,45 m

    Jadi, panjang area yang cukup digunakan untuk membuat single ramp yang tingginya 76 cm lengkap dengan awalan dan akhiran berukuran \ge 11,45 meter.

    Daftar dan dapatkan akses ke puluhan ribu soal lainnya!

    Buat Akun Gratis