kejarcita | #1 Bank Soal Sekolah

Bacalah penggalan cerpen berikut!

Kembali berjalan sendiri, memunguti batu-batu baru, yang pada akhir perjalanan kami dicemplungkannya satu demi satu ke selokan. Saya menunggui Keenan berupacara di pinggir selokan sambil merenungi perjalanan kami pada pagi hari pertama tahun 2008 ini. Akhirnya saya mendapatkan sebuah 'pesan'. Terlepas dari kepercayaan kita pada sosok Tuhan personal maupun impersonal, semua dari kita setidaknya pernah merasakan hadirnya sebuah kekuatan, energi agung, atau apapun itu, yang tak luput menemani setiap langkah perjalanan hidup kita. Saat kita asyik berjalan, mengumpulkan segala sesuatu yang kita ingin raih, kita tak terlalu menghiraukan kehadiran 'sesuatu' itu. Namun saat kita tergelincir dan terenyak luar biasa, segala sesuatu yang kita cengkeram pun lepas.

(Sumber: Cerpen 2008 di Pinggir Selokan, oleh Dewi Lestari https://www.lokerseni.web.id/2011/07/cerpen-2008-dipinggir-selokan-karya.html)

Nasihat yang dapat kita ambil dari penggalan paragraf yang dicetak miring tersebut adalah ....

A

dalam setiap langkah yang kita ambil untuk mencapai apa yang kita mau, sudah seharusnya kita selalu mengingat Tuhan

B

jangan menjadi manusia yang sombong

C

jangan mengumpulkan hal-hal yang sia-sia yang nantinya akan terbuang tidak berguna

D

percayalah hanya kepada Tuhan YME

Pembahasan:

Penggalan paragraf yang dicetak miring yaitu:

Terlepas dari kepercayaan kita pada sosok Tuhan personal maupun impersonal, semua dari kita setidaknya pernah merasakan hadirnya sebuah kekuatan, energi agung, atau apapun itu, yang tak luput menemani setiap langkah perjalanan hidup kita. Saat kita asyik berjalan, mengumpulkan segala sesuatu yang kita ingin raih, kita tak terlalu menghiraukan kehadiran 'sesuatu' itu. Namun saat kita tergelincir dan terenyak luar biasa, segala sesuatu yang kita cengkeram pun lepas.

Paragraf tersebut menggambarkan betapa sebenarnya Tuhan selalu menemani setiap langkah hidup kita, walaupun kita seringkali melupakanNya ketika terlalu sibuk mengejar cita-cita kita.

Dapat disimpulkan nasihat yang dapat kita ambil dari cuplikan kisah tersebut adalah dalam setiap langkah yang kita ambil untuk mencapai apa yang kita mau, sudah seharusnya kita selalu mengingat Tuhan.

Bahasa Indonesia Kelas 9 Menulis Cerita Pendek Identifikasi Unsur Cerita Pendek KD3.5
Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 43.707 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini

Bacalah penggalan cerpen berikut!

Kembali berjalan sendiri, memunguti batu-batu baru, yang pada akhir perjalanan kami dicemplungkannya satu demi satu ke selokan. Saya menunggui Keenan berupacara di pinggir selokan sambil merenungi perjalanan kami pada pagi hari pertama tahun 2008 ini. Akhirnya saya mendapatkan sebuah 'pesan'. Terlepas dari kepercayaan kita pada sosok Tuhan personal maupun impersonal, semua dari kita setidaknya pernah merasakan hadirnya sebuah kekuatan, energi agung, atau apapun itu, yang tak luput menemani setiap langkah perjalanan hidup kita. Saat kita asyik berjalan, mengumpulkan segala sesuatu yang kita ingin raih, kita tak terlalu menghiraukan kehadiran 'sesuatu' itu. Namun saat kita tergelincir dan terenyak luar biasa, segala sesuatu yang kita cengkeram pun lepas.

(Sumber: Cerpen 2008 di Pinggir Selokan, oleh Dewi Lestari https://www.lokerseni.web.id/2011/07/cerpen-2008-dipinggir-selokan-karya.html)

Nasihat yang dapat kita ambil dari penggalan paragraf yang dicetak miring tersebut adalah ....

A

dalam setiap langkah yang kita ambil untuk mencapai apa yang kita mau, sudah seharusnya kita selalu mengingat Tuhan

B

jangan menjadi manusia yang sombong

C

jangan mengumpulkan hal-hal yang sia-sia yang nantinya akan terbuang tidak berguna

D

percayalah hanya kepada Tuhan YME

Pembahasan:

Penggalan paragraf yang dicetak miring yaitu:

Terlepas dari kepercayaan kita pada sosok Tuhan personal maupun impersonal, semua dari kita setidaknya pernah merasakan hadirnya sebuah kekuatan, energi agung, atau apapun itu, yang tak luput menemani setiap langkah perjalanan hidup kita. Saat kita asyik berjalan, mengumpulkan segala sesuatu yang kita ingin raih, kita tak terlalu menghiraukan kehadiran 'sesuatu' itu. Namun saat kita tergelincir dan terenyak luar biasa, segala sesuatu yang kita cengkeram pun lepas.

Paragraf tersebut menggambarkan betapa sebenarnya Tuhan selalu menemani setiap langkah hidup kita, walaupun kita seringkali melupakanNya ketika terlalu sibuk mengejar cita-cita kita.

Dapat disimpulkan nasihat yang dapat kita ambil dari cuplikan kisah tersebut adalah dalam setiap langkah yang kita ambil untuk mencapai apa yang kita mau, sudah seharusnya kita selalu mengingat Tuhan.

Bahasa Indonesia Kelas 9 Menulis Cerita Pendek Identifikasi Unsur Cerita Pendek KD3.5
Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 43.707 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini