Video Bahasa Indonesia SMP Identifikasi Unsur Cerita Pendek

Metode Penokohan Dalam Cerpen

Menulis Cerita Pendek Identifikasi Unsur Cerita Pendek K13 Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia
Kuis
Rangkuman

Siswa

Ingin latihan soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Guru

Ingin akses bank soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Soal Populer Hari Ini

Bentuk sederhana dari (8p)3\left(8p\right)^3adalah...

Matematika Level 9 Bilangan Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar Bilangan Berpangkat Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Matematika

Alat kelamin luar pada perempuan terdiri atas ....

IPA Level 9 Biologi Sistem Reproduksi Manusia Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Kelas IX Kurikulum 2013 K13 IPA

Baca teks berikut ini dengan cermat.

Melisa, Siswa SD Berprestasi Meski Menulis Hanya Menggunakan Kaki

16-wap-Melisa-Diana-Putri-menulis-dengan-kakinya | Harian Bhirawa Online

Melisa Diana Putri adalah seorang siswi difabel di SDN Tukul II Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Melisa duduk di kelas 8. Ia bercita-cita menjadi guru. Semangatnya sangat tinggi meski ia belajar dan beraktivitas menggunakan kaki.

Melisa mengikuti pelajaran di sekolah bersama teman-temannya seperti biasa. Namun saat menulis di buku tulis, dia menggunakan jari kaki. Oleh sekolah, meja khusus dia menulis dibuat lebih rendah dari tubuhnya. Saat menulis di papan tulis untuk mengerjakan tugas dari guru, ia juga menggunakan kaki. Kaki kirinya menopang tubuh agar seimbang, sementara kaki kanannya lincah menulis di papan tulis. Meski menggunakan kaki sejak lahir, tulisan Melisa rapi.

Meskipun memiliki keterbatasan fisik, Melisa sangat tekun dalam belajar. Ia sangat bersemangat meraih prestasi dan nilai baik. Menurut pengakuan gurunya, Melisa memang sangat jago matematika. Selain itu, Melisa juga hobi membaca. Buku apa pun dia baca. Melisa mengaku, ia membaca buku untuk memperluas wawasan.

Menurut Tri Adi Nurfeni, guru Bahasa Indonesia, Melisa meraih cukup banyak prestasi. Melisa pernah juara lomba baca, tulis dan hitung tingkat kecamatan, dan ditunjuk menjadi duta sekolah karena pengetahuannya yang bagus. Berkat pencapaian Melisa, Wakil Bupati Timbul Prihanjoko mengunjungi Melisa di sekolah. Joko, panggilan akrab Wakil Bupati Probolinggi, terharu melihat semangat Melisa untuk meraih cita-cita. Joko dan sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo memberi sejumlah bantuan untuk kelanjutan belajar Melisa.

Melisa menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang dalam meraih prestasi. Berkat ketekunan dalam belajar, Melisa dapat menghilangkan keterbatasan-keterbatasan itu tadi.

(Sumber: Kompas.com, dengan penyesuaian)

Bentuk empati dari pihak sekolah kepada Melisa adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Inspiratif Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif Kelas IX Video Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Membuat Slime Tanpa Boraks

Berdasarkan judul tersebut, penulisan tujuan laporan percobaan yang tepat adalah ...

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Laporan Percobaan Menulis Laporan Percobaan KD4.2 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Bacalah penggalan cerpen berikut!

Ibu selalu memerlakukan dia seperti anaknya sendiri, sedangkan kepadaku? Ah, sudahlah, sangat jauh sekali perbedaanya. Setiap pagi dia akan datang mengeong di kaki ibuku dan ibu akan langsung memberikan makanan kepadanya. Apakah ini tentang kecemburuanku? Betul. Ibu juga sering mempaksaku untuk membeli makanan kucing saat aku sedang tiduran santai. Sering sekali mereka mempertontonkan kedekatan mereka di depanku dan menganggapku tidak ada.

Perbaikan kata yang tepat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Pendek Struktur dan Kebahasaan Cerita Pendek KD4.5 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Cermati penggalan cerpen berikut!

Aku menutup kembali pintu lemari pakaian. Isak tangis tertahan masih terdengar dari luar kamar. Tanganku meraih daun pintu, menutup pintu kamar yang terbuka sejengkal. Suara tangisan tinggal lamat-lamat.

Aku berjalan pelan menuju jendela, membukanya, lalu duduk di atas kursi. Pagi ini, langit berwarna kelabu. Sejujurnya, sempat melintas pertanyaan di kepalaku, kenapa aku tidak menangis? Kemudian pikiranku mengembara, menyusuri tiap jengkal peristiwa yang terjadi tiga pekan lalu.

”Kamu belum pernah punya anak. Menikah pun belum. Kalaupun toh punya anak, kamu tidak akan pernah punya pengalaman melahirkan. Kamu, laki-laki.”

Aku menatap wajah di depanku, wajah perempuan yang sangat kukenal.

”Aku, ibunya. Aku yang mengandung dan melahirkannya. Kelak kalau kamu punya anak, kamu akan tahu bagaimana rasanya khawatir yang sesungguhnya.”

Pelayan datang. Ia meletakkan dua buah poci, menuangkan poci berisi kopi di gelasku, beralih kemudian menuangkan poci teh di gelas perempuan di depanku. Pelayan itu lalu pergi setelah mempersilakan kami menikmati hidangannya.

”Apa yang dia lakukan selama seminggu berada di tempatmu?”

”Kami banyak jalan-jalan berdua, menonton film, ke toko buku, ke pantai. Kebetulan aku sedang tidak sibuk. Aku pikir, ia sedang liburan sekolah.”

”Sekolah tidak sedang libur, dan ia tidak pamit kepadaku.”

”Mana aku tahu?”

”Dan kamu tidak memberitahuku.”

”Aku pikir ia pergi dengan seizinmu.”

”Kamu bohong. Kamu tahu kalau ia minggat dari rumah.”

Aku diam. Tidak mau memperpanjang urusan pada bagian ini. Aku datang tidak untuk berdebat. Tiga perempuan masuk ke ruangan ini. Bau harum menebar ke seluruh penjuru ruangan.

Perempuan di depanku mendesah. Tangannya meraih tas, mengeluarkan sebungkus rokok, menyulutnya.

”Ia kacau sekali…”

”Ia boleh kacau, tetapi tidak boleh minggat. Ia masih duduk di bangku kelas satu SMA!”

Aku tertawa, ”Kamu tahu, aku minggat pertama kali dari rumah saat kelas satu SMP…”

”Itu kamu. Setiap keluarga punya tata tertib yang tidak boleh dilanggar.”

”Minggat itu memang melanggar tata tertib keluarga. Dan itu pasti ada maksudnya. Tapi aku tidak mau bertengkar. Aku datang jauh-jauh ke sini, hanya untuk mengatakan sesuatu yang kupikir penting menyangkut dia.”

”Apa?”

”Jangan terlalu memaksanya untuk melakukan hal-hal yang tidak disukainya.”

”Hey, kamu hanyalah pamannya. Aku, ibunya!”

”Aku tahu, dan aku tidak sedang ingin merebut apa pun darimu.”

”Tapi kamu seperti sedang menceramahiku tentang bagaimana menjadi seorang ibu yang baik!”

(Dikutip dari cerpen berjudul "Sesaat Sebelum Berangkat" karya Puthut E.A.)

Latar tempat awal mula terjadinya peristiwa di dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Pendek Identifikasi Unsur Cerita Pendek KD3.5 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Cermati kutipan paragraf berikut!

Kulitnya halus sebening kristal. Aku sangat ingat bagaimana matanya yang bulat menatapku sendu. Aku harus mengumpulkan sekuat tenaga untuk berdiri karena kakiku bagaikan tanaman layu tidak berbatang. Dunia cukup indah, katamu. Tapi rona sendu itu cukup kontras dengan ucapannya.

Penggunaan majas hiperbola dalam paragraf tersebut ditunjukkan dalam kalimat ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Pendek Struktur dan Kebahasaan Cerita Pendek KD4.5 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Selain untuk menambah wawasan, membaca teks diskusi juga bermanfaat untuk ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Teks Diskusi Menggali Informasi Teks Diskusi KD3.9 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Agar didapatkan ayam dengan kualitas daging dan telur yang baik, dilakukan pemuliaan hewan dengan cara ....

IPA Level 9 Biologi Pewarisan Sifat Makhluk Hidup Pemuliaan Makhluk Hidup Kelas IX Kurikulum 2013 K13 IPA

Percobaan Membersihkan Air yang Tercemar Menggunakan Tumbuhan Ilalang

Berdasarkan judul tersebut, penulisan rumusan masalah yang benar adalah ...

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Laporan Percobaan Menulis Laporan Percobaan KD4.2 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Cek Contoh Kuis Online

Kejar Kuis

Cek Contoh Bank Soal

Kejar Soal