Belalai Air

Belalai air (waterspout) atau belalai air adalah puting beliung yang terjadi di laut. Angin puting beliung ini berbentuk kolom dan terhubung dengan beberapa awan, seperti awan kumulus, cumuliform, dan kumulonimbus. Kekuatan belalai air ini lebih lemah dibandingkan angin puting beliung yang terjadi di daratan.

Terbentuknya belalai air diawali dengan pembentukan titik gelap di permukaan air. Setelah itu, terbentuk pola spiral di permukaan air diiringi dengan pembentukan cincin semprotan. Selanjutnya, terdapat pengembangan corong kondensasi dan berakhir dengan belalai air tersebut menghilang. Belalai air akan terbentuk selama akhir musim semi dan musim panas sekitar pukul 2 siang. Rata-rata ketinggian belalai air ini adalah 18 sampai 22 ribu kaki di atas permukaan air laut.

Ada tiga jenis belalai air, yaitu non-tornadic, tornadic, dan snowspout. Non-tornadic adalah jenis belalai air yang sering ditemui di daerah beriklim tropis dan subtropis. Total kejadian belalai air ini lebih dari 400 kejadian per tahun. Tornadic adalah jenis belalai air yang terbentuk dari pusaran udara di dalam sebuah badai. Cara pembentukannya mirip dengan tornado, tetapi terjadi di atas air. Daerah yang sering mengalami belalai air jenis ini adalah Laut Adriatik, Aegean, dan Ionia. Jenis belalai air terakhir, yaitu snowspout, adalah jenis belalai air yang memiliki ciri khas seperti tornado salju. Jenis belalai air ini jarang ditemui.

Belalai air dapat menyebabkan kerusakan parah, terutama untuk penduduk yang tinggal di tepi pantai. Pada tahun 2019 di Malaysia, terdapat belalai air yang berputar di pantai selama 5 menit. Belalai air itu akhirnya melanda daratan dan menerbangkan atap rumah serta menumbangkan banyak pohon. Meskipun kekuatannya lebih lemah daripada angin puting beliung di daratan, belalai air dapat mengakibatkan apa pun yang berada di sekitarnya terangkat ke udara. Misalnya, ikan, katak, dan kura-kura.

Fenomena belalai air jarang terjadi di Indonesia karena fenomena ini jarang terjadi di daerah tropis. Akan tetapi, alangkah baiknya jika kita tetap waspada dengan fenomena alam ini.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Belalai air yang cara pembentukannya mirip dengan tornado, tetapi terjadi di atas air adalah ....

A

non-tornadic

B

tornadic

C

waterspout

D

snowspout

Pembahasan:

Mari kita amati kalimat keempat hingga kelima pada paragraf ketiga.

Tornadic adalah jenis belalai air yang terbentuk dari pusaran udara di dalam sebuah badai. Cara pembentukannya mirip dengan tornado, tetapi terjadi di atas air.

Jadi, belalai air yang cara pembentukannya mirip dengan tornado, tetapi terjadi di atas air adalah tornadic.

Bahasa Indonesia Kelas 5 Membaca Teks Eksplanasi Informasi Penting dalam Teks KD3.3
Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 43.926 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini