Video Pendidikan Kewarganegaraan SMP Makna Alinea Pembukaan UUD Republik Indonesia Tahun 1945

Makna Alinea kedua Pembukaan UUD NRI

Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Makna Alinea Pembukaan UUD Republik Indonesia Tahun 1945 Pendidikan Kewarganegaraan Kurikulum 2013 K13
Kuis
Rangkuman

Siswa

Ingin latihan soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Guru

Ingin akses bank soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Soal Populer Hari Ini

Kebiasaan memakai celana berbahan ketat akan mengganggu sistem reproduksi. Pada laki-laki, kebiasaan ini dapat meningkatkan suhu pada daerah kelamin. Apa akibat dari kondisi tersebut?

IPA Level 9 Biologi Sistem Reproduksi Manusia Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Kelas IX Kurikulum 2013 K13 IPA

Bentuk sederhana dari (8p)3\left(8p\right)^3adalah...

Matematika Level 9 Bilangan Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar Bilangan Berpangkat Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Matematika

Baca teks berikut ini dengan cermat.

Akibat adanya virus corona, segala jenis kegiatan belajar mengajar dalam lembaga pendidikan formal diliburkan untuk sementara waktu. Format pengajaran pun harus berubah. Sebagai gantinya guru dan siswa melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring/online. Namun kegiatan tersebut seringkali mengalami kendala. Hal itulah yang membuat seorang guru di Sumenep memutuskan datang ke rumah masing-masing siswa.

Guru tersebut adalah Avan Fathurrahman. Avan merupakan guru di Sekolah Dasar Negeri Batuputih Laok 3, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, ia menceritakan perjuangannya mengajar di masa pandemi.

Pembelajaran dari rumah mewajibkan Avan memberikan instruksi dan materi pelajaran melalui gawai. Namun hal itu tidak semudah yang diharapkan. Penyebabnya adalah karena tak semua siswa memiliki gawai untuk belajar dari rumah. Jika pun mereka memiliki gawai, tak semua siswa tahu cara pemakaiannya. Selain itu, orangtua siswa sibuk bekerja di sawah, sehingga mereka tak memiliki waktu untuk membimbing anaknya.

Karena kendala tersebut, Avan mengaku terpaksa melanggar imbauan dari pemerintah. Ia berkeliling ke rumah-rumah siswa tiga kali dalam seminggu. Avan harus rela menempuh jarak yang lumayan jauh dan trek yang lumayan sulit karena masuk ke desa-desa. "Bahkan jika hujan, saya harus jalan kaki ke rumah siswa," ungkapnya ketika ditanyai mengenai kesulitannya dalam mengajar. "Saya sadar ini melanggar imbauan pemerintah, tapi mau gimana lagi?"

Unggahan Avan di Facebooknya tersebut kemudian viral. Banyak warganet yang tersentuh dan mendukung Avan. Sebuah akun yang bernama Uti Nyiut memberi komentar, "Semoga selalu diberi kesehatan, ya, Pak. Semoga ilmu yang diajarkan menjadi berkah." Akun lain yang bernama Rubi Rubiarsih juga memberi komentar, "Guru teladan, baik dijadikan contoh untuk semua guru di Indonesia."

Avan adalah guru yang sangat peduli terhadap keberlangsungan belajar siswanya. Semangatnya dalam mengajar bagaikan matahari yang senantiasa menyinari bumi. Ia rela mengorbankan waktu dan tenaganya agar siswanya bisa mendapat pelajaran yang layak. Inisiatifnya tersebut juga tetap ia sertai dengan kesadaran mematuhi protokol kesehatan.

(Sumber: Liputan6.com, dengan penyesuaian)

Penggunaan kata ekspresif dalam teks di atas terdapat pada paragraf ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Inspiratif Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif KD3.12 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Langkah-Langkah Percobaan Membuat Tinta Tidak Terlihat

(1) Peras jus lemon ke dalam mangkuk dan tambahkan beberapa tetes air ke dalam mangkuk tersebut.

(2) Tunggu jus tersebut kering sehingga tidak terlihat.

(3) Untuk membaca pesan tersebut dapat dilakukan dengan memanaskan kertas yang dipegang dengan mendekatkannya ke bola lampu.

(4) Kemudian aduk air dan jus lemon dengan menggunakan sendok.

(5) Celupkan cotton bud ke dalam campuran dan tulis pesan di atas kertas putih.

Urutan langkah-langkah percobaan tersebut yang benar adalah ...

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Laporan Percobaan Menulis Laporan Percobaan KD4.2 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Bacalah penggalan teks cerpen berikut!

(1) Pagi-pagi pembantu rumah mau buka jendela dan membersihkan ruang depan. (2) Ia terkejut melihat ada orang asing tidur di kamar tamu. (3) Mengendap-endap ia mundur dan masuk ke ruang dalam. (4) Maling itu terbangun. (5) Mula-mula ia bingung dan panik. (6) Lupa di mana ia berada. (7) Tapi begitu kembali bertatapan dengan lukisan anak dan es lilin itu, ia segera sadar, ia sudah ketiduran dan hari telah pagi. (8) Ia belum membereskan barang curiannya. (9) Tapi semangat dan tenaganya tak ada. (10) Bahkan ia mulai menangis lagi.

(Sumber : Maling, oleh Putu Wijaya https://lakonhidup.com/2018/06/03/maling/)

Kalimat yang tidak mengandung kata ganti (pronomina) adalah kalimat bernomor ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Pendek Struktur dan Kebahasaan Cerita Pendek KD3.6 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Cermati penggalan cerpen berikut!

Aku menutup kembali pintu lemari pakaian. Isak tangis tertahan masih terdengar dari luar kamar. Tanganku meraih daun pintu, menutup pintu kamar yang terbuka sejengkal. Suara tangisan tinggal lamat-lamat.

Aku berjalan pelan menuju jendela, membukanya, lalu duduk di atas kursi. Pagi ini, langit berwarna kelabu. Sejujurnya, sempat melintas pertanyaan di kepalaku, kenapa aku tidak menangis? Kemudian pikiranku mengembara, menyusuri tiap jengkal peristiwa yang terjadi tiga pekan lalu.

”Kamu belum pernah punya anak. Menikah pun belum. Kalaupun toh punya anak, kamu tidak akan pernah punya pengalaman melahirkan. Kamu, laki-laki.”

Aku menatap wajah di depanku, wajah perempuan yang sangat kukenal.

”Aku, ibunya. Aku yang mengandung dan melahirkannya. Kelak kalau kamu punya anak, kamu akan tahu bagaimana rasanya khawatir yang sesungguhnya.”

Pelayan datang. Ia meletakkan dua buah poci, menuangkan poci berisi kopi di gelasku, beralih kemudian menuangkan poci teh di gelas perempuan di depanku. Pelayan itu lalu pergi setelah mempersilakan kami menikmati hidangannya.

”Apa yang dia lakukan selama seminggu berada di tempatmu?”

”Kami banyak jalan-jalan berdua, menonton film, ke toko buku, ke pantai. Kebetulan aku sedang tidak sibuk. Aku pikir, ia sedang liburan sekolah.”

”Sekolah tidak sedang libur, dan ia tidak pamit kepadaku.”

”Mana aku tahu?”

”Dan kamu tidak memberitahuku.”

”Aku pikir ia pergi dengan seizinmu.”

”Kamu bohong. Kamu tahu kalau ia minggat dari rumah.”

Aku diam. Tidak mau memperpanjang urusan pada bagian ini. Aku datang tidak untuk berdebat. Tiga perempuan masuk ke ruangan ini. Bau harum menebar ke seluruh penjuru ruangan.

Perempuan di depanku mendesah. Tangannya meraih tas, mengeluarkan sebungkus rokok, menyulutnya.

”Ia kacau sekali…”

”Ia boleh kacau, tetapi tidak boleh minggat. Ia masih duduk di bangku kelas satu SMA!”

Aku tertawa, ”Kamu tahu, aku minggat pertama kali dari rumah saat kelas satu SMP…”

”Itu kamu. Setiap keluarga punya tata tertib yang tidak boleh dilanggar.”

”Minggat itu memang melanggar tata tertib keluarga. Dan itu pasti ada maksudnya. Tapi aku tidak mau bertengkar. Aku datang jauh-jauh ke sini, hanya untuk mengatakan sesuatu yang kupikir penting menyangkut dia.”

”Apa?”

”Jangan terlalu memaksanya untuk melakukan hal-hal yang tidak disukainya.”

”Hey, kamu hanyalah pamannya. Aku, ibunya!”

”Aku tahu, dan aku tidak sedang ingin merebut apa pun darimu.”

”Tapi kamu seperti sedang menceramahiku tentang bagaimana menjadi seorang ibu yang baik!”

(Dikutip dari cerpen berjudul "Sesaat Sebelum Berangkat" karya Puthut E.A.)

Latar tempat awal mula terjadinya peristiwa di dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Pendek Identifikasi Unsur Cerita Pendek KD3.5 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Bacalah cerpen berikut!

Kepulan berwarna putih memenuhi setiap sudut di rumah kecil yang hanya bersekatkan kardus-kardus dan menebarkan aroma-aroma menyesakkan dada setiap orang yang berada dalamnya. Benda yang membuatku muak dan membencinya, karena bapak lebih suka membakar rokok dan menghembuskan asapnya daripada melihatku sekolah. "Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau nantinya kamu cuma jadi kuli,” ucap bapak saat kuutarakan niat untuk melanjutkan sekolah ke menengah pertama. 

(Sumber: woazy.com)

Arti kalimat langsung yang diucapkan tokoh Bapak tersebut adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Cerita Pendek Menulis Cerita Pendek KD3.6 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Salah satu ciri kebahasaan teks diskusi adalah penggunaan kata yang menunjukkan sikap pembaca. Kata tersebut adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Teks Diskusi Struktur dan Kebahasaan Teks Diskusi KD4.9 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Berikut merupakan ciri-ciri teks laporan percobaan, kecuali ...

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Laporan Percobaan Struktur dan Kebahasaan Laporan Percobaan KD3.2 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Percobaan membuat pelangi buatan dengan kaca.

Langkah kerja:

(1) Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

(2) Buatlah ruangan menjadi gelap tanpa ada lubang cahaya yang masuk ke dalam ruangan.

(3) Masukkan kaca ke dalam toples secara serong miring.

(4) Sorotkan cahaya lampu senter ke hadapan kaca dalam toples. Dan perhatikan apa yang terjadi.

(5) Tuangkan air ke dalam toples kaca yang telah disiapkan.

(6) Pelangi akan muncul dari sudut kaca.

Urutan langkah-langkah percobaan tersebut yang benar adalah ....

Bahasa Indonesia Level 9 Menulis Laporan Percobaan Menulis Laporan Percobaan KD4.2 Kelas IX Kurikulum 2013 K13 Bahasa Indonesia

Cek Contoh Kuis Online

Kejar Kuis

Cek Contoh Bank Soal

Kejar Soal