Cermati kutipan novel di bawah ini!
Perempuan muda itu berteriak kepada seorang kakek di hadapannya, "Jangan sampai aku bertemu kamu lagi di masa depan! Gara-gara kamu, aku dipecat!"
Kakek yang sudah berusia 60 tahunan itu menatap perempuan itu ragu di balik gurat wajahnya yang terlihat jelas. Perempuan itu masih sibuk mengomelinya karena sebagai driver ojek online, ia tidak sanggup ngebut di atas kecepatan standar. Bahkan mereka hampir menabrak seseorang ketika perempuan itu terus berteriak kepada kakek tersebut karena terlalu lambat menjalankan sepeda motornya.
"Maafkan saya, Mbak," ucap kakek tersebut masih menunduk. Mendung gelap menggantung di langit, menutupi matahari yang hampir tenggelam. Sesaat kemudian, hujan deras turun. "Lihat sekarang aku terjebak hujan di sini denganmu! Dasar pembawa sial!" bentak perempuan itu lagi.
"Ayah!" tiba-tiba terdengar suara lelaki memanggil. Baik kakek tua dan perempuan muda itu menoleh. Laki-laki dengan jas birunya membuka payung lebar-lebar dan tergesa mendekati kakek tua itu.
"Ah, Ayah.. Sudah kubilang jangan bekerja lagi. Seharusnya Ayah di rumah saja." Kakek tua itu tertawa mendengar anaknya kembali menasihatinya. Sesaat laki-laki yang ternyata adalah atasan perempuan muda itu menoleh kepada perempuan muda itu. "Ternyata keputusan saya memecat kamu tidak salah. Saya melihat kamu memaki Ayah saya yang tidak bisa mengebut di jalan. Kalau kamu sadar, perihal telatnya kamu di kantor ini adalah kesalahanmu sendiri yang tidak bisa memperkirakan waktu. Sudahlah, percuma saya berbicara. Ayo, Ayah.. Kita pulang." Laki-laki itu merangkul Ayahnya hangat dan mereka pun berjalan beriringan menuju mobil untuk pulang.
Latar waktu dari kutipan novel di atas adalah ....