Untuk mengetahui zat-zat yang terkandung di dalam makanan, maka diperlukan uji bahan makanan. Uji zat-zat makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak dapat dilakukan dengan menambahkan reagen.
Amilum
Reagen berupa Lugol/ Kalium Iodidia, dengan indikator positif menunjukkan larutan warna biru tua.
Glukosa
Reagen berupa Benedict/ Fehling A dan B, dengan indikator positif berwarna biru kehijauan, kuning hingga merah bata.
Protein
Reagen berupa Biuret/ Millon, dengan indikator positif berwarna merah muda sampai ungu.
Kegiatan uji sampel makanan
Pada uji sampel bahan makanan, menunjukkan pencampuran reagen benedict dengan roti akan mendapatkan warna awal biru kehijauan, lalu terjadi perubahan warna menjadi merah bata. Warna dari reagen Benedict yaitu biru kehijauan, ketika dicampurkan dengan roti yang sebelumnya sudah dihaluskan belum menunjukkan perubahan warna. Namun, dalam prosedur uji makanan yang mengandung glukosa, larutan tersebut dipanaskan terlebih dahulu. Larutan dipanaskan di dalam tabung reaksi dengan suhu 40-50 oC di atas bunsen selama lima menit. Ketika larutan telah mendidih, warna larutan yang mulanya berwarna biru kehijauan akan berubah menjadi merah bata.
Jadi, dari penjelasan di atas perubahan warna menjadi merah bata dari warna awal terjadi setelah pemanasan.