Pengujian makanan dilakukan untuk mengetahui kandungan zat yang terkandung pada bahan makanan tersebut. Pengujian bahan makanan menggunakan tiga reagen, yaitu Lugol. Benedict, dan Biuret. Sampel bahan makanan akan dicampurkan dengan reagen, lalu dilihat perubahan warna yang terjadi.
Bahan makanan yang akan diuji sebaiknya dalam keadaan halus atau bubur (kim) yang bertujuan untuk mempermudah reaksi saat pemanasan, mempermudah untuk mendapatkan ekstrak dari bahan makanan, dan mampu lebih cepat mengikat senyawa dari reagen sehingga hasil pengujian bisa segera diamati.
Jadi, pernyataan berikut yang tidak tepat mengenai bahan makanan yang akan diuji dihaluskan terlebih dahulu sebelum ditetesi reagen adalah supaya larutan lebih cepat mendidih.