Larutan iodin atau Lugol pertama kali ditemukan oleh dokter berkebangsaan Prancis bernama Jean Guillaume A. Lugol, pada tahun 1829 sebagai terapi untuk tuberkulosis. Saat itu, Jean Lugol menggabungkan 5% iodin dengan 10% kalium iodida dengan air suling.
Lugol kemudian digunakan untuk menguji kandungan amilum atau karbohidrat pada makanan. Caranya adalah dengan meneteskan larutan lugol pada bahan makanan yang akan diuji. Setelah itu, amati perubahan warnanya. Jika bahan makanan menghasilkan warna biru kehitaman maka makanan positif mengandung amilum.
Jadi, uji makanan yang dilakukan Andi adalah amilum.
*Pengujian zat makanan secara lengkap sebagai berikut.
