Kalimat penjelas dalam paragraf tersebut memberikan indikasi bahwa perilaku tantrum bukan satu-satunya tolak ukur seorang anak pengidap autisme. Selain itu, di dalam kalimat penjelas paragraf tersebut dijabarkan faktor-faktor lain yang bisa dijadikan tolak ukur seorang anak mengidap autisme seperti masalah berkomunikasi dan sulitnya bersosialisasi.
Sehingga, kalimat utama yang tepat untuk melengkapi paragraf teks eksposisi tersebut, adalah:
Perilaku tantrum tidak semerta-merta mengisyaratkan seorang anak mengidap autisme.
Apabila kita masukkan ke dalam penggalan paragraf tersebut maka akan menjadi sebagai berikut.
Perilaku tantrum tidak semerta-merta mengisyaratkan seorang anak mengidap autisme. Terdapat beberapa faktor lain selain tantrum sebagai tolak ukur untuk mengetahui apakah anak tersebut mengidap autisme. Masalah komunikasi yang kerap dialami anak penderita autisme, antara lain sulit bicara, menulis, membaca, dan memahami bahasa isyarat, seperti menunjuk dan melambai. Selain itu, ciri lain dari anak autisme adalah sulit bersosialisasi. Anak dengan autisme sering kali terlihat asyik dengan dunianya sendiri, sehingga sulit terhubung dengan orang-orang di sekitarnya.