Latihan Kimia Kelas X Tata Nama Senyawa
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 1
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Perhatikan persamaan berikut!

    H2SO4 + 2NaOH  Na2SO4 + 2H2O

    Nama dari senyawa Na2SO4 hasil reaksi tersebut adalah ....

    A

    natrium disulfida

    B

    natrium sulfit

    C

    natrium sulfat

    D

    natrium sulfida

    E

    natrium sulfoksida

    Pembahasan:

    Senyawa Na2SO4 terdiri dari kation Na+ dan anion SO42-. Senyawa Na2SO4 merupakan senyawa ion, sehingga tata namanya disebutkan nama kationnya terlebih dahulu dan diikuti nama anionnya.

    • Nama kation

    Unsur Na adalah unsur golongan IA, maka nama dari ion Na+ mengikuti nama unsurnya, yaitu ion natrium.

    • Nama anion

    SO42- merupakan anion poliatomik yang bernama ion sulfat.


    Jadi, tata nama senyawa hasil reaksi adalah natrium sulfat.

  • Pilgan

    Tata nama dari senyawa Na2CrO4 dan MgCr2O7 secara berturut-turut adalah ....

    A

    dinatrium dikromat dan magnesium kromat

    B

    natrium kromat dan magnesium dikromat

    C

    dinatrium kromat dan magnesium dikromat

    D

    natrium(II) kromat dan magnesium dikromat

    E

    natrium dikromat dan magnesium dikromat

    Pembahasan:

    Senyawa Na2Cr2O4 dan MgCr2O7 merupakan senyawa ion karena terbentuk dari kation dan anion. Tata nama senyawa ion yaitu menyebutkan nama kationnya terlebih dahulu, baru dilanjutkan nama anionnya.

    • Na2Cr2O4 = natrium kromat

    2Na+ + CrO42- \rightarrow Na2CrO4

    Senyawa Na2Cr2O4 terbentuk dari ion Na+ yang merupakan unsur golongan IA, sehingga tata namanya sesuai nama unsurnya, yaitu ion natrium. Sementara, ion CrO42- merupakan ion poliatomik dengan nama ion kromat. Nama dari senyawa Na2Cr2O4 adalah natrium kromat.

    • MgCr2O7 = magnesium dikromat

    Mg2+ + Cr2O72- \rightarrow MgCr2O7

    Senyawa MgCr2O7 terbentuk dari ion Mg2+ yang merupakan unsur golongan IIA, sehingga tata namanya sesuai nama unsurnya, yaitu ion magnesium. Sementara, ion Cr2O72- merupakan ion poliatomik dengan nama ion dikromat. Nama dari senyawa MgCr2O7 adalah magnesium dikromat.


    Jadi tata nama dari senyawa Na2CrO4 dan MgCr2O7 secara berturut-turut adalah natrium kromat dan magnesium dikromat.

  • Pilgan

    Rumus kimia dari senyawa kobalt(II) nitrat adalah ....

    A

    CoNO3

    B

    Cu(NO3)2

    C

    Co(NO3)2

    D

    Co2NO3

    E

    CuNO3

    Pembahasan:

    Kobalt(II) nitrat merupakan senyawa ion yang terdiri kation dan anion.

    Penentuan rumus kimia.

    • Kobalt merupakan unsur golongan transisi yang dapat membentuk dua ion, yaitu Co2+ dan Co3+. Ion kobalt(II) = Co2+.
    • Anion berupa nitrat yang dilambangkan dengan NO3- memiliki jumlah muatan -1. Agar muatannya sama dengan ion kobalt(II), yaitu -2, maka ion NO3- dikalikan dengan 2.
    • Persamaan reaksi: Co(NO3)2 \longrightarrow Co2+ + 2NO3-

    Jadi, rumus kimia dari kobalt(II) nitrat adalah Co(NO3)2.


    Pilihan jawaban CuNO3 (Salah)

    CuNO3 \longrightarrow Cu2+ + NO3-

    Karena Cu merupakan simbol dari unsur tembaga, bukan kobalt. CuNO3 memiliki nama tembaga(I) nitrat.

    Pilihan jawaban Co2NO3 (Salah)

    Co2NO3 \longrightarrow 2Co2+ + NO3-

    Karena jumlah muatan tidak sama, muatan Co = 2 ×\times (+2) = +4 dan NO3 = -1, sehingga senyawa tersebut tidak dapat terbentuk.

    Pilihan jawaban Cu(NO3)2 (Salah)

    Cu(NO3)2 \longrightarrow Cu2+ + 2NO3-

    Karena Cu merupakan simbol dari unsur tembaga, bukan kobalt. Cu(NO3)2 memiliki nama tembaga(II) nitrat.

    Pilihan jawaban CoNO3 (Salah)

    CoNO3 \longrightarrow Co2+ + NO3-

    Karena jumlah muatan tidak sama, muatan Co = +2 dan NO3 = -1, sehingga senyawa tersebut tidak dapat terbentuk.

  • Pilgan

    Nama senyawa dari NH4OH, FeCl3, dan ZnCl2 secara berturut-turut adalah ....

    A

    amonium hidroksida, besi(III) klorida, dan seng klorida

    B

    amonium hidroksida, besi diklorida, dan seng(II) klorida

    C

    amonia oksida, besi(III) klorida, dan seng(II) klorida

    D

    amonium hidroksida, besi(III) klorida, dan seng diklorida

    E

    amonium hidroksida, besi(III) klorida, dan seng(II) klorida

    Pembahasan:

    Senyawa NH4OH

    NH4OH \rightarrow NH4+ + OH-

    • Senyawa NH4OH merupakan senyawa ionik yang terdiri dari kation NH4+ dan anion OH-. Kation berupa ion poliatomik yang memiliki nama ion amonium dan anionnya berupa ion hidroksida.
    • Senyawa NH4OH memiliki nama amonium hidroksida.

    Senyawa FeCl3

    FeCl3 \rightarrow Fe3+ + 3Cl-

    • Senyawa FeCl3 merupakan senyawa ionik yang terdiri dari kation Fe3+ dan anion Cl-.
    • Fe adalah unsur golongan transisi yang dapat membentuk lebih dari satu ion, yaitu ion Fe2+ dan Fe3+, sehingga nama unsurnya diikuti dengan jumlah muatannya yang ditulis dengan angka romawi, yaitu ion besi(III).
    • Cl- adalah ion monoatomik yang nama unsurnya diikuti akhiran -ida, menjadi ion klorida.
    • Senyawa FeCl3 memiliki nama besi(III) klorida.

    Senyawa ZnCl2

    ZnCl2 \longrightarrow Zn2+ + 2Cl-

    • Senyawa ZnCl2 merupakan senyawa ionik yang terdiri dari kation Zn2+ dan anion Cl-.
    • Zn adalah unsur golongan transisi yang hanya dapat membentuk ion Zn2+, sehingga tata namanya mengikuti nama unsurnya tanpa diikuti jumlah muatannya, yaitu ion zink atau ion seng.
    • Cl- adalah ion monoatomik yang nama unsurnya diikuti akhiran -ida, menjadi ion klorida.
    • Senyawa ZnCl2 memiliki nama seng klorida.


    Jadi, nama senyawa dari NH4OH, FeCl3, dan ZnCl2 secara berturut-turut adalah amonium klorida, besi(III) klorida, dan seng klorida.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel berikut!

    Pasangan rumus dan nama dari anion-anion tersebut yang benar adalah ....

    A

    1d - 2c - 3g - 4h - 5b - 6a

    B

    1d - 2c - 3h - 4g - 5b - 6a

    C

    1c - 2d - 3g - 4h - 5b - 6a

    D

    1d - 2c - 3g - 4h - 5a - 6b

    E

    1d - 2c - 3f - 4h - 5b - 6a

    Pembahasan:

    Ion-ion negatif atau anion yang terdapat pada tabel adalah ion negatif poliatomik yang tata namanya mengikuti pola tertentu. Ion-ion yang mengandung oksigen (ion oksi) diberi nama dari atom non-oksigennya dan diakhiri dengan -it (jika jumlah atom oksigen lebih kecil) dan diakhiri dengan -at (jika jumlah atom oksigen lebih banyak). Berikut rumus dan nama anion poliatomik yang tepat.

    Jadi, pasangan rumus dan nama dari anion-anion tersebut yang benar adalah 1d - 2c - 3g - 4h - 5b - 6a.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel berikut!

    Berdasarkan tabel tersebut, nama senyawa yang sesuai dengan rumus kimianya adalah ....

    A

    1 dan 3

    B

    1 dan 2

    C

    2 dan 3

    D

    3 dan 4

    E

    1 dan 4

    Pembahasan:

    Senyawa-senyawa pada tabel merupakan senyawa asam. Senyawa-senyawa tersebut terdiri atas ion positif monoatomik (memiliki satu jenis atom) dan ion negatif poliatomik (memiliki lebih dari dua jenis atom). Ion negatif poliatomik memiliki nama dengan pola tertentu bergantung jumlah atom oksigen yang menyusunnya.

    HClO : Asam hipoklorit

    HClO2 : Asam klorit

    HClO3 : Asam klorat

    HClO4 : Asam perklorat

    Jadi, rumus kimia yang sesuai dengan namanya, yaitu 1 dan 3.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel berikut!

    Rumus dan nama kation yang tepat untuk melengkapi tabel tersebut dari atas ke bawah adalah ....

    A

    Ion Magnesium(II), K+, Ion Besi(II), Sn4+, dan Ion Amonium

    B

    Ion Magnesium, Ca+, Ion Besi(II), Sn4+, dan Ion Amonium

    C

    Ion Magnesium, K+, Ion Besi(II), Sn4+, dan Ion Amonium

    D

    Ion Magnesium, K+, Ion Besi, Sn4+, dan Ion Amonia

    E

    Ion Magnesium, K+, Ion Besi(II), Zn4+, dan Ion Amonium

    Pembahasan:

    Tabel di atas merupakan tabel ion positif (kation). Penulisan tata nama ion positif terdiri dari beberapa cara diantaranya yaitu:

    Jika ion positif berasal dari logam-logam golongan IA, IIA, dan IIIA, maka hanya dapat membentuk ion dengan satu muatan saja, sehingga namanya diambil dari nama logamnya.

    • Mg2+ merupakan unsur golongan IIA yang hanya memiliki satu muatan, yaitu +2, sehingga namanya adalah ion magnesium.
    • Ion kalium merupakan unsur golongan IA yang hanya memiliki satu muatan, yaitu +1, sehingga dilambangkan dengan K+.


    Jika ion positif berasal dari logam golongan transisi yang umumnya dapat membentuk lebih dari satu ion, maka namanya diambil dari nama unsurnya dan diikuti muatannya dengan angka romawi.

    • Fe atau besi merupakan unsur golongan transisi yang dapat membentuk dua ion, yaitu Fe2+ dan Fe3+. Tata nama Fe3+ adalah ion besi(III).
    • Timah atau Sn merupakan unsur golongan transisi yang dapat membentuk dua ion, yaitu Sn2+ dan Sn4+. Maka ion timah(IV) dilambangkan dengan Sn4+.


    Jika ion positif berjenis kation poliatomik, maka memiliki aturan tata nama sendiri.

    • NH4+ memiliki nama ion amonium.


    Jadi, rumus dan nama kation yang tepat untuk melengkapi tabel tersebut dari atas ke bawah adalah Ion Magnesium, K+, Ion Besi(II), Sn4+, dan Ion Amonium.

  • Pilgan

    Buah jeruk termasuk buah yang sangat populer di dunia. Rasa dari buah jeruk sangat beragam bergantung dari jenis jeruk tersebut. Namun, buah jeruk identik dengan rasa masam. Rumus dan nama senyawa yang terdapat dalam buah jeruk yang tepat adalah ....

    A

    asam laktat = C3H6O3

    B

    asam klorida = HCl

    C

    asam malat = C4H6O5

    D

    asam karbonat = H2CO3

    E

    asam sitrat = C6H8O7

    Pembahasan:

    Senyawa yang terdapat dalam jeruk adalah asam sitrat dengan rumus kimia C6H8O7. Tata nama asam yang ada dalam buah-buahan sebagian merupakan nama dagangnya, bukan tata nama yang telah ditetapkan IUPAC. Tata nama asam sitrat berdasarkan IUPAC yaitu asam 2-hidroksi-1,2,3-propana trikarboksilat.

  • Pilgan

    Pasangan rumus dan nama senyawa berikut yang tidak tepat adalah ....

    A

    SO2 = Belerang dioksida

    B

    CS2 = Karbon disulfida

    C

    P2O5 = Difosfor pentaoksida

    D

    CO = Monokarbon monoksida

    E

    CO2 = Karbon dioksida

    Pembahasan:

    Senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa kovalen biner (senyawa yang terbentuk dari dua unsur yang berbeda). Tata namanya mengikuti aturan berikut:

    • Penulisan tata nama senyawa biner didahului unsur yang lebih elektropositif diikuti unsur yang lebih elektronegatif (lebih cenderung menarik elektron dalam ikatan kovalen).
    • Atom yang di depan disebut sesuai dengan nama unsurnya dan diikuti nama unsur berikutnya dengan akhiran -ida
    • Jumlah atom (angka subskrip) disebut awalan dengan menggunakan angka latin seperti pada tabel berikut:

    Berikut penjelasan dari masing-masing pilihan jawaban:

    Pilihan jawaban: SO2 = Belerang dioksida (Benar)

    • Unsur S merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada unsur O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "belerang".
    • Jumlah atom S = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
    • Jumlah atom O = 2, maka harus diawali dengan angka latin di- menjadi "dioksida".


    Pilihan jawaban: CS2 = Karbon disulfida (Benar)

    • Unsur C merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada S, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "karbon".
    • Jumlah atom C = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
    • Jumlah atom S = 2, maka diawali dengan angka latin di- menjadi "disulfida".


    Pilihan jawaban: P2O5 = Difosfor pentaoksida (Benar)

    • Unsur P merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "fosfor".
    • Jumlah atom P = 2, maka diawali dengan angka latin di- menjadi "difosfor".
    • Jumlah atom O = 5, maka diawali dengan angka latin penta- menjadi "pentaoksida".

    Pilihan jawaban: CO = Monokarbon monoksida (Tidak Benar)

    • Unsur C merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "karbon".
    • Jumlah atom C = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
    • Jumlah atom O = 1 dan khusus senyawa CO, angka latin mono- disebutkan menjadi "monooksida".
    • Nama senyawa CO adalah karbon monoksida.


    Pilihan jawaban: CO2 = karbon dioksida (Benar)

    • Unsur C merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "karbon".
    • Jumlah atom C = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
    • Jumlah atom O = 2, maka diawali dengan angka latin di- menjadi "dioksida".


    Jadi, pasangan rumus dan nama senyawa yang tidak tepat adalah CO = monokarbon monoksida.

  • Pilgan

    Nama dari senyawa hidrat BaCl2.2H2O adalah ....

    A

    barium(II) klorida dihidrat

    B

    barium klorida dihidrat

    C

    barium diklorida dihidrat

    D

    barium(II) klorida hidrat

    E

    barium klorida hidrat

    Pembahasan:

    Senyawa hidrat merupakan senyawa padat yang mengandung sejumlah molekul air dalam struktur kristalnya. Molekul-molekul air yang terikat pada senyawa tersebut disebut "air kristal".

    Tata nama untuk senyawa hidrat diawali dengan menyebutkan nama kation, kemudian dilanjutkan nama anion. Terakhir tulis kata "hidrat" dengan menyebutkan jumlah molekul "air kristalnya" menggunakan istilah latin, seperti mono, di, tri, tetra, penta, dll.

    BaCl2.2H2O memiliki nama barium klorida dihidrat, karena terdiri dari

    • Ba2+, berasal dari golongan IIA dan hanya memiliki satu muatan, sehingga diberi nama sesuai unsurnya, yaitu ion barium;
    • Cl-, merupakan anion monoatomik sehingga disebut sesuai nama unsurnya dan diikuti akhiran -ida menjadi ion klorida;
    • dua molekul air, sehingga disebut dihidrat.


    Jadi, nama dari senyawa hidrat BaCl2.2H2O adalah barium klorida dihidrat.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 366.001 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.