Tidak Ada Mudik Tahun Ini

(Sumber Gambar: www.freepik.com)


Mudik sebagai tradisi di Indonesia sudah terjadi dari tahun ke tahun. Di Indonesia, mudik berkaitan dengan Idulfitri atau lebaran. Pemudik adalah orang-orang yang bekerja di kota atau daerah lain untuk pulang dan bertemu keluarga di kampung halaman. Sayangnya, pada tahun ini mudik dilarang.

Pemerintah melarang mudik yang sudah jadi kebiasaan sejak zaman dahulu sebagai salah satu tindakan preventif terhadap penyebaran virus corona di Indonesia. Berdasarkan data yang dikutip dari Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah pemudik pada 2019 pada H-7 hingga H-1 lebaran berjumlah 7,2 juta pemudik. Banyaknya jumlah pemudik setiap tahun ini dianggap dapat membahayakan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Semakin tinggi angka pemudik, semakin tinggi pula kemungkinan penyebaran virus corona di Indonesia.

Sebagai sebuah tradisi, mudik sudah ada sejak zaman dahulu. Melansir Kompas.com, mudik berkaitan erat dengan Lebaran. Silverio Raden Lilik Aji, Dosen Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengakatan aktivitas mudik sudah berlangsung lama. "Awal mudik tidak diketahui kapan, tapi ada yang menyebut sejak zaman Majapahit dan Mataram Islam."

"Mudik menurut orang Jawa artinya mulih dilik. Bisa diartikan pulang dulu. Hanya sebentar untuk melihat keluarga setelah mereka menggelandang," kata Silverio.

Kerajaan Majapahit memiliki wilayah kekusaan yang sangat luas, dari Sri Lanka hingga Semenanjung Malaya. Adanya penempatan para pejabat di berbagai wilayah Kerajaan Majapahit membuat mereka jarang pulang. Setiap pejabat tersebut memiliki kesempatan untuk pulang sebentar ke kampung halamannya dan hal inilah yang dikaitkan dengan mudik.

Selain tahun 2020, pemerintah Indonesia pernah melarang mudik pada tahun 1962. Pada tahun tersebut, pemerintah meminta masyarakat membatasi kegiatan bepergian memakai kereta api atau kendaraan bermotor. Pelarangan mudik ini berkaitan dengan krisis ekonomi yang dialami oleh Pemerintah Indonesia akibat konflik dengan Irian Barat.

Penyelesaian konflik Irian Barat begitu penting. Presiden Sukarno sampai membuat amanat itu usai salat Idulfitri di halam Istana pada 8 Maret 1962. Djawatan Kereta Api, Departemen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah serta kepala daerah kemudian mengimbau masyarakat untuk tidak mudik.

Imbauan ini tentu tidak sepenuhnya berhasil. Masih ada masyarakat yang ingin mudik. Hal ini juga terulang kembali di tahun 2020, saat imbauan pemerintah tidak benar-benar ditaati, maka penyebaran virus corona di Indonesia terus meningkat ke berbagai daerah di Indonesia.


(Sumber Bacaan: katadata.co.id, Kompas.com)



Berdasarkan teks di atas, apa alasan orang-orang tetap mudik dan tidak menaati imbauan pemerintah?

Ayo berlangganan premium untuk membaca lengkap soal ini dan banyak soal lainnya!
Lihat
Bahasa Indonesia Kelas 8 AKM budaya nasional
Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 44.261 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini