Bank Soal Bahasa Indonesia SD Menirukan Kata Sapaan

Soal

Pilgan

Legenda Timun Mas

sumber: www.dongengceritarakyat.com

Pada zaman dauhulu kala, tidak jauh dari hutan, hiduplah seorang suami dan seorang istri. Keduanya adalah petani. Mereka adalah petani yang rajin dan selalu bekerja keras di sawah. Mereka telah menikah selama bertahun-tahun dan masih belum memiliki anak. Setiap hari mereka berdoa dan terus berdoa untuk memiliki seorang anak.

Suatu malam, ketika mereka sedang berdoa, seorang raksasa melewati rumah mereka. Raksasa itu mendengar mereka berdoa. “Jangan khawatir, Petani. Aku bisa memberimu anak. Tapi kamu harus memberikan anak itu padaku ketika dia berusia 17 tahun,” kata raksasa itu.

Si Petani dan istrinya sangat senang. Mereka setuju untuk menerima tawaran itu. Mereka tidak memikirkan risiko kehilangan anak mereka di masa yang akan datang. Raksasa itu memberi mereka seikat biji mentimun. Petani dan istrinya menanam biji mentimun itu dengan hati-hati. Lalu bijinya berubah menjadi tanaman.

Tidak lama setelah itu, mentimun emas besar tumbuh dari tanaman itu. Setelah matang, petani mengambil dan memotongnya. Mereka sangat terkejut melihat bayi perempuan cantik di dalam mentimun. Mereka menamakannya Timun Mas. Tahun-tahun berlalu dan Timun Mas telah berubah menjadi seorang gadis cantik yang baik hati.

Pada hari ulang tahun Timun Mas yang ke-17, orang tuanya sangat sedih. Mereka tahu mereka harus menepati janji kepada raksasa itu, tetapi mereka juga tidak ingin kehilangan putri kesayangan mereka. “Putriku, ambil tas ini. Itu bisa menyelamatkanmu dari Raksasa,” kata sang Ayah.

“Apa maksudmu, Ayah? Aku tidak mengerti,” kata Timun Mas. Tepat setelah itu, Raksasa itu masuk ke rumah mereka. “Pergi Timun Mas. Selamatkan hidupmu!” kata sang Ibu. Raksasa itu marah melihat si Petani dan istrinya tidak menepati janji. Timun Mas berlari sekuat tenaga. Namun, Raksasa itu semakin mendekat.

Timun Mas kemudian membuka tas dan melemparkan segenggam garam. Dan ajaibnya garam itu berubah menjadi lautan. Raksasa itu harus berenang untuk menyeberangi lautan. Kemudian, Timun Mas melemparkan beberapa cabai. Dan ajaibnya cabai itu berubah menjadi hutan dengan pohon yang lebat. Pohon-pohon di hutan itu memiliki duri yang tajam sehingga membuat Raksasa terluka. Namun, raksasa itu masih bisa mengejar Timun Mas.

Timun Mas mengambil barang ajaib ketiganya, yaitu biji mentimun. Setelah dilemparkan, biji mentimun itu berubah menjadi ladang mentimun. Tetapi raksasa itu masih bisa melarikan diri dari ladang. Lalu ada barang ajaib terakhir yang dia miliki di tas. Barang ajaib itu adalah terasi. Setelah dilemparkan, terasi itu berubah menjadi rawa besar. Raksasa itu masih mencoba berenang melewati rawa, tetapi dia sangat lelah. Kemudian dia tenggelam dan mati di tengah rawa. Setelah kejadian itu, Timun pulang ke rumah orang tuanya. Orang tua Timun Mas merasa senang karena anaknya berhasil selamat.

(Sumber: www.dongengceritarakyat.com, dengan penyesuaian)

Orang tua Timun Mas memanggil anaknya dengan kata sapaan ....

A

Anakku

B

Gadis Cantikku

C

Putriku

Pembahasan:

Orang tua Timun Man memanggil anaknya dengan kata sapaan Putriku. Hal ini salah satunya dibuktikan di paragraf kelima.

Pada hari ulang tahun Timun Mas yang ke-17, orang tuanya sangat sedih. Mereka tahu mereka harus menepati janji kepada raksasa itu, tetapi mereka juga tidak ingin kehilangan putri kesayangan mereka. “Putriku, ambil tas ini. Itu bisa menyelamatkanmu dari Raksasa,” kata sang Ayah.

Video
06 Agustus 2022
Menirukan Kata Sapaan | Bahasa Indonesia | Kelas II
Rangkuman
15 Januari 2021
Bab 4 | Gagasan Pokok Teks | Bahasa Indonesia | Kelas 4

Siswa

Ingin latihan soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Guru

Ingin akses bank soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Soal Populer Hari Ini

Cek Contoh Kuis Online

Kejar Kuis

Cek Contoh Bank Soal

Kejar Soal