Bank Soal Bahasa Indonesia SMP Menceritakan Isi Fabel/Legenda

Soal

Pilgan

Bebek Buruk Rupa

Alkisah, di sebuah hutan lebat, seekor induk bebek sedang mengerami telur-telurnya. Tak lama berselang, telur-telur itu pun menetas. Tapi ada satu telur yang belum menetas. Telur itu lebih besar dari keempat telur lainnya. Akhirnya telur besar itu menetas juga. Anehnya, anak bebek itu berbeda dengan keempat saudaranya. Bulunya berwarna abu-abu, sedangkan anak-anak bebek lainnya berbulu kuning. Induk Bebek dan keempat saudaranya menatapnya heran. “Mengapa engkau berbeda dengan kami?” tanya salah satu saudaranya. “Engkau jelek sekali!” sahut saudaranya yang lain. Bebek Abu-abu itu pun hanya bisa bersedih hati.

Suatu siang yang cerah, keempat anak bebek pergi berenang di danau. Ketika Bebek Abu-abu ingin bergabung, ia langsung diusir. Ayam dan Babi yang dijumpainya pun langsung membuang muka saat disapa. Anjing yang sedang mengejar anak-anak ayam bertemu dengannya, dan seketika berhenti lalu berbalik meninggalkannya. “Saking buruknya rupaku, bahkan Anjing pun tak sudi mengejarku,” ucap Bebek Abu-abu sambil menangis.

Bebek Abu-abu merasa sedih karena tidak punya teman. Ia pergi meninggalkan rumahnya dan berjalan tanpa tujuan sambil terus meneteskan air mata. Hingga tibalah ia di suatu danau nan jauh di hutan seberang. Di permukaan danau itu, ia melihat bayangan sekawanan burung berbulu putih yang terbang dengan anggun di atasnya. Ia pun mendongak takjub. Tak pernah ia melihat burung-burung secantik itu.

Hari terus berlalu. Ia terus mengembara hingga akhirnya pingsan karena terlalu lapar dan lelah. Untunglah seorang petani tua menemukannya dan membawanya pulang untuk dirawat. Bebek Abu-abu tinggal bersama sang Petani Tua hingga ia tumbuh dewasa. Suatu hari, ia berenang di danau. Tiba-tiba sekawanan burung yang pernah dilihatnya dulu datang menghampirinya. Ternyata, mereka adalah angsa. “Baik, aku akan pergi dari sini,” ujar Bebek Abu-abu berenang menjauh, takut diusir. Kawanan angsa itu bingung.

Tak sengaja Bebek Abu-abu melihat bayangan asing di permukaan air. Ia menengok ke kanan ke kiri, tapi tak ada yang sedang di dekatnya. Tak percaya kalau itu dirinya, dikepakkanlah kedua sayapnya. Bayangan itu ternyata persis mengikutinya. Ah, ia bukan lagi Bebek Buruk Rupa, pikirnya. Dirinya cantik dan anggun.

“Kenapa kau pergi? Kau adalah bagian dari kami juga,” tanya salah satu angsa mendekatinya. Bebek Buruk Rupa kini menyadari bahwa ia sebenarnya adalah angsa. Ia pun akhirnya bergabung dengan kawanan angsa untuk berenang bersama. Kini ia tak sendirian lagi. Terbanglah ia dengan bahagia bersama kawan-kawannya. 

(Disarikan dari berbagai sumber)

Anjing yang sedang mengejar anak-anak ayam bertemu dengannya, dan seketika berhenti dan berbalik meninggalkannya. “Saking buruknya rupaku, bahkan Anjing pun tak sudi mengejarku,” ucap Bebek Abu-abu sambil menangis.

Manakah pernyataan di bawah ini yang bukan maksud ucapan sang Bebek Abu-abu?

A

Bebek Abu-abu sangat buruk rupa hingga seekor Anjing tidak tertarik mengejarnya.

B

Bebek Abu-abu sebenarnya ingin Anjing sudi mengejarnya bersama anak-anak ayam.

C

Anak-anak ayam yang dikejar si Anjing lebih menarik dari pada Bebek Abu-abu.

D

Bebek Abu-abu tidak memiliki apa pun untuk dibanggakan termasuk fisiknya.

Pembahasan:

Yang bukan arti dari ucapan sang Bebek Abu-abu adalah

Bebek Abu-abu sebenarnya ingin Anjing sudi mengejarnya bersama anak-anak ayam.

Pada kalimat di dalam teks, Bebek Abu-abu berkata, "Saking buruknya rupaku, bahkan Anjing pun tak sudi mengejarku.”

Kalimat itu tidak berarti bahwa Bebek Abu-abu ingin dikejar oleh Anjing. Arti kalimat tersebut adalah Bebek Abu-abu merasa penampilan fisiknya sangat buruk. Buruknya rupa sang Bebek Abu-abu dapat kita amati dari judul teks (Bebek Buruk Rupa) yang secara langsung menggambarkan rupa Bebek Abu-abu yang dianggap buruk. Selain itu, terdapat beberapa peristiwa yang membuat Bebek Abu-abu merasa memiliki rupa yang buruk, antara lain:

  • saudaranya mengatakan bahwa ia sangat jelek karena ia berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain (paragraf pertama);
  • ia diusir oleh saudara-saudaranya saat hendak bergabung berenang bersama mereka di danau (paragraf kedua); dan
  • Ayam dan Babi membuang muka saat ia bertemu dengan mereka (paragraf kedua).

Bebek Abu-abu bukannya ingin dikejar Anjing, namun merasa rendah diri ketika Anjing tidak mengejarnya. Ia merasa rupanya yang terlalu buruk tidak menarik untuk Anjing.

Video
22 Oktober 2020
Menceritakan Isi Fabel/Legenda | Bahasa Indonesia | Kelas VII
Rangkuman
15 Januari 2021
Bab 4 | Gagasan Pokok Teks | Bahasa Indonesia | Kelas 4

Siswa

Ingin latihan soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Guru

Ingin akses bank soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Soal Populer Hari Ini

Cek Contoh Kuis Online

Kejar Kuis

Cek Contoh Bank Soal

Kejar Soal