Bank Soal IPA SMP Struktur dan Fungsi Akar, Batang dan Daun
Soal
Rangkuman
Bab 5 | Bagian Tubuh Hewan | IPA | Kelas 4
Selengkapnya
Soal Populer Hari Ini
The text below is for the following question.

picture: lifewire.com
If you are a junior high school student, you'll start to use email when submitting your tasks to your teachers. Have you tried it before? Read the way how to do it below. Make sure you already have an email account first. You can create your account using some providers such as Gmail or Yahoo.
First, open your email account. Let's use Gmail as an example.
Second, after the window is opened, look at the left side of your window. There is a white circle icon with a plus in it and the word 'compose'. Click it, and a form for email will appear.
Third, write the receiver's email address. Make sure the address is correct, or your email will not be sent. Also, write the subject of your email. If it's a task, you can write the name of the subject and what the task is about.
Next, write your message/task in the box provided. Open with introduction or greeting. You can also attach documents if your task is written in Microsoft Word. Just click the 'attach files' icon, choose your files, and click 'select'. Your documents will be attached to your email.
Do not forget to write the closing for your email. If you have finished writing the contents of your email, click 'send' and your email will be sent to your teacher.
Good luck!
The text above is intended to ....
Bahasa Inggris
Level 9
Bahasa Inggris
How to do or make things
Procedure Text
Observe the classroom reward chart below and answer the question.

Source: canva.com
Which of the following information is NOT stated on the chart?
Bahasa Inggris
Level 9
Bahasa Inggris
Using passive voice to describe things
Passive Voice
Cermati teks berikut!
Tumbuh adalah proses bertambahnya berat, ukuran, volume organisme hidup yang disebabkan bertambahnya jumlah dan ukuran sel-sel yang membangun tubuh. Pertumbuhan tanaman tidak terlepas dari faktor eksternal yang berupa cahaya matahari. Cahaya matahari sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Bagi tumbuhan yang berklorofil, cahaya matahari akan sangat menentukan proses fotosintesis.
Daun bawang (Allium Fistulosumi) adalah tumbuhan jenis sayuran dari kelompok bawang. Agar daun bawang tumbuh dengan baik tentu diperlukan bantuan, salah satunya dengan bantuan cahaya matahari. Banyak teori menjelaskan tentang pengaruh cahaya matahari terhadap proses pertumbuhan. Namun, teori tersebut belum sepenuhnya benar jika belum mengetahui secara langsung. Oleh karena itu, kami mengadakan percobaan untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari pada proses pertumbuhan tanaman daun bawang.
(Sumber: Academia.edu-Pengaruh Cahaya Matahari terhadap Pertumbuhan Daun Bawang, dengan penyesuaian)
Pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan isi kutipan teks tersebut adalah ...
Bahasa Indonesia
Level 9
Menulis
Laporan Percobaan
Identifikasi Laporan Percobaan
= ....
Matematika
Level 9
Bilangan
Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar
Bilangan Berpangkat
Baca teks berikut ini dengan cermat.
Polemik eSports Jadi Mata Pelajaran
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengutarakan rencana memasukkan olahraga elektronik atau eSports ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. "Pelajar saya kira harus diberikan kurikulum tentang pengetahuan eSports secara formal," kata Imam di Aula Serbaguna Kementerian Sekretariat Negara, 28 Januari 2019. Gagasan itu bukan tanpa alasan. Imam meyakini bahwa ide ini nantinya akan mampu mencetak atlet-atlet masa depan di cabang olahraga eSports. Tentu saja rencana tersebut mengundang banyak komentar dari masyarakat.
Rencana Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut disambut baik oleh para siswa. Demam eSports atau olahraga elektronik seperti Mobile Legends, Arena of Valor, PUBG, Clash Royale, DOTA, dan lain sebagainya memang sedang digandrungi oleh banyak anak di Indonesia. Bagi mereka, rencana ini menjadi hal yang positif. Seorang siswa bernama Andrew Danis, siswa SMAN 5 Depok, mengatakan bahwa eSports bagus untuk melatih konsentrasi, kerja sama, dan mengasah kepedulian.
Dukungan lain juga datang dari Rakha Fadhilah, siswa SMAN 9 Tangerang, yang berpendapat bahwa eSports bisa menekan perilaku negatif siswa seperti tawuran dan menggunakan obat-obatan terlarang. "Jadi, yang tadinya suka ngumpul-ngumpul, sekarang bisa lebih terarah. Mereka bisa beralih jadi bermain gim," kata Rakha.
Berbeda dengan para siswa tersebut, Ubaid Matraji menilai gagasan tersebut akan menjadi beban bagi siswa ataupun sekolah. Koordinator Nasional Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia tersebut berpendapat bahwa gagasan Imam Nahrawi terlalu dipaksakan. Mata pelajaran eSports bisa memunculkan ketimpangan antarsekolah. "Di beberapa daerah, masih banyak siswa yang tidak mempunyai gadget. Tentu ini akan menghambat pembelajaran mereka. Masih banyak juga tenaga pengajar yang belum melek teknologi," ungkap Ubaid.
Pendapat penentangan lain juga muncul dari psikolog remaja, Ratih Zulhaqqi, yang mengatakan bermain eSports berkemungkinan menyebabkan kecanduan pada anak. Dia menyebutkan dampak kecanduan yang muncul bisa menyerupai ketagihan narkoba. Ratih mengatakan bahwa kecanduan eSports tergolong berbahaya bagi anak-anak karena dapat memicu emosi yang tidak stabil dan memengaruhi nilai akademik.
ESports mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak-dampak tersebut tergantung bagaimana pemakaiannya. Para siswa harus bijak dalam bermain eSports agar yang didapat berupa hal positif. Rencana memasukkan eSports ke dalam kurikulum sekolah perlu dikaji ulang. Jika ingin memasukkan eSports dalam pembelajaran, lebih baik dijadikan ekstrakurikuler atau peminatan khusus. Sama seperti sepakbola, siswa yang berminat akan lebih tersaring.
(Sumber: Indosport.com, dengan penyesuaian)
Berikut ini pernyataan yang tepat menurut teks diskusi di atas adalah ...
Bahasa Indonesia
Level 9
Menulis
Teks Diskusi
Menggali Informasi Teks Diskusi
Berikut merupakan ciri kebahasaan teks laporan percobaan, kecuali ....
Bahasa Indonesia
Level 9
Menulis
Laporan Percobaan
Struktur dan Kebahasaan Laporan Percobaan
Read the following text and answer the question.

Source: classof2020.ucsc.edu
We know that there are two expressions of ... presented in the text.
Bahasa Inggris
Level 9
Bahasa Inggris
Appreciation over achievements or happiness
Expressions of Congratulations
Selain untuk menambah wawasan, membaca teks diskusi juga bermanfaat untuk ....
Bahasa Indonesia
Level 9
Menulis
Teks Diskusi
Menggali Informasi Teks Diskusi
Baca teks berikut ini dengan cermat.
Pak Kinong, Penggagas Bemo Baca
Sutino adalah seorang pria berusia 58 tahun yang berprofesi sebagai sopir bemo. Pria yang akrab disapa Pak Kinong tersebut sudah bekerja sebagai sopir bemo sejak tahun 1976. Ia berkeliling mencari penumpang di gang-gang sempit di kawasan Tanah Abang. Selain itu, Pak Kinong juga sering keliling di kawasan Kota Tua hingga Jakarta Utara.
Suatu hari, dua teman Pak Kinong yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Tarumanegara mendatanginya ingin membeli bemonya. Kedua dosen tersebut ingin mengadakan program Netling (internet keliling). Namun Pak Kinong tidak paham tentang program Netling tersebut. Pak Kinong justru teringat dengan kebiasaan anak-anak sekarang yang sering ia temui ketika berkeliling. Ia prihatin dengan minat baca anak-anak sekarang yang rendah.
Berangkat dari keresahan tersebut, Pak Kinong kemudian mengusulkan kepada dua temannya untuk membuat mobil baca atau perpustakaan keliling. Harapan Pak Kinong, mobil baca tersebut bisa memantik dan memfasilitasi minat baca anak-anak sekarang. Kedua temannya setuju dengan gagasan Pak Kinong.
Mengendarai bemo bacanya, Pak Kinong berkeliling ke sekolah-sekolah seperti PAUD, TK, dan SD yang berada di gang-gang sempit setiap hari pada pukul 09.00 hingga 15.00. Sebelum berkeliling dengan bemo bacanya, ia menjalani rutinitasnya menjadi sopir bemo terlebih dahulu. Rutinitas tersebut ia lakukan sejak tahun 2013 hingga pertengahan 2017.
Gagasan dan inisiatif Pak Kinong melalui bemo bacanya berhasil menarik perhatian publik. Banyak anak muda, terutama mahasiswa, yang kagum dengan tindakan Pak Kinong. Bahkan Presiden Joko Widodo menunjukkan apresiasinya dengan mengundangnya ke Istana Negara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2017. Yang lebih mengejutkan lagi ialah hadiah sebuah tiket umroh yang diberikan oleh presiden kepada Pak Kinong. Selain itu, beberapa media juga mengundang Pak Kinong untuk menjadi narasumber tentang perjuangannya menumbuhkan minat baca.
Meski tak pernah merasakan bangku sekolah hingga jenjang perguruan tinggi, Pak Kinong tetap ingin bermanfaat bagi orang lain, terutama dalam dunia pendidikan. Ia berharap anak-anak Indonesia gemar membaca melaui ide kecil bersama bemo bacanya. Baginya, menjadi sesuatu yang sangat disayangkan jika di era yang serba canggih ini minat baca anak-anak malah rendah. Pak Kinong sadar betul, dengan gemar membaca anak-anak akan menjadi pintar dan sukses.
(Sumber: Kompas.com, dengan penyesuaian)
Simpulan yang tepat dari cerita inspiratif di atas adalah ...
Bahasa Indonesia
Level 9
Menulis
Cerita Inspiratif
Menulis Cerita Inspiratif
Baca teks berikut ini dengan cermat.
Bukan Uang, Sekolah Ini Minta Siswanya Bayar Pakai Sampah Plastik
Selama ini, plastik selalu dipandang sebagai masalah dan limbah yang mengotori lingkungan. Sebenarnya sampah juga mempunyai nilai guna apabila dilakukan daur ulang. Bahkan bagi sebagian orang sampah adalah barang yang berharga dan menjadi tumpuan hidup. Sebagaimana sebuah sekolah di India yang menggunakan sampah plastik sebagai pengganti uang sekolah yang harus dibayar oleh siswa.
Akshar Foundation adalah sekolah yang menerapkan program penerimaan limbah plastik untuk didaur ulang. Sekolah yang berada di Desa Pamohi, Guwahati, India tersebut didirikan oleh Parmita Sharma dan Mazin Mukthar. Program daur ulang limbah yang sekolah mereka terapkan juga mengajak siswa terlibat dalam pengumpulan dan pemisahan sampah.
Ketika awal membuka Akshar Foundation, Parmita dan Mizan mengalami kesulitan. Sebagian besar orangtua tidak mau memasukkan anak-anak mereka ke sekolah. Penyebabnya adalah karena mereka tidak punya biaya untuk membayar uang sekolah anaknya. Para orang tua memilih mengajak anaknya untuk bekerja di pertambangan. Namun Parmita dan Mizan tak patah semangat. Mereka mempunyai satu misi ingin memberikan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Parmita dan Mizan pun akhirnya memulai program sekolah gratis untuk semua anak. Lebih tepatnya bukan gratis, melainkan mengganti uang sekolah dengan sampah plastik. Akshar Foundation mewajibkan para siswanya untuk mengumpulkan dan membawa sampah plastik ke sekolah. Program tersebut berawal ketika mereka menyadari ada masalah sosial dan ekologi di lingkungan sekolah mereka.
Gerakan yang dilakukan Parmita dan Mazin mendapat apresiasi dari banyak pihak. Wakil Presiden Akshar, Priyongsu Borthakur, mengatakan bahwa ide mereka sangat mengesankan dan sangat berjasa. Dukungan dalam bentuk lain adalah menjadi banyak anak yang mendaftar di Akshar Foundation. Sekolah yang bermula dengan 20 siswa tersebut kini sudah memiliki hampir 100 siswa yang berusia antara 4 - 15 tahun.
(Sumber: Liputan6.com, dengan penyesuaian)
Cerita di atas sangat inspiratif karena mengisahkan ...
Bahasa Indonesia
Level 9
Menulis
Cerita Inspiratif
Menulis Cerita Inspiratif
Cek Contoh Kuis Online
Kejar Kuis
Cek Contoh Bank Soal
Kejar Soal
The text below is for the following question.
picture: lifewire.com
If you are a junior high school student, you'll start to use email when submitting your tasks to your teachers. Have you tried it before? Read the way how to do it below. Make sure you already have an email account first. You can create your account using some providers such as Gmail or Yahoo.
First, open your email account. Let's use Gmail as an example.
Second, after the window is opened, look at the left side of your window. There is a white circle icon with a plus in it and the word 'compose'. Click it, and a form for email will appear.
Third, write the receiver's email address. Make sure the address is correct, or your email will not be sent. Also, write the subject of your email. If it's a task, you can write the name of the subject and what the task is about.
Next, write your message/task in the box provided. Open with introduction or greeting. You can also attach documents if your task is written in Microsoft Word. Just click the 'attach files' icon, choose your files, and click 'select'. Your documents will be attached to your email.
Do not forget to write the closing for your email. If you have finished writing the contents of your email, click 'send' and your email will be sent to your teacher.
Good luck!
The text above is intended to ....
Observe the classroom reward chart below and answer the question.
Source: canva.com
Which of the following information is NOT stated on the chart?
Cermati teks berikut!
Tumbuh adalah proses bertambahnya berat, ukuran, volume organisme hidup yang disebabkan bertambahnya jumlah dan ukuran sel-sel yang membangun tubuh. Pertumbuhan tanaman tidak terlepas dari faktor eksternal yang berupa cahaya matahari. Cahaya matahari sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Bagi tumbuhan yang berklorofil, cahaya matahari akan sangat menentukan proses fotosintesis.
Daun bawang (Allium Fistulosumi) adalah tumbuhan jenis sayuran dari kelompok bawang. Agar daun bawang tumbuh dengan baik tentu diperlukan bantuan, salah satunya dengan bantuan cahaya matahari. Banyak teori menjelaskan tentang pengaruh cahaya matahari terhadap proses pertumbuhan. Namun, teori tersebut belum sepenuhnya benar jika belum mengetahui secara langsung. Oleh karena itu, kami mengadakan percobaan untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari pada proses pertumbuhan tanaman daun bawang.
(Sumber: Academia.edu-Pengaruh Cahaya Matahari terhadap Pertumbuhan Daun Bawang, dengan penyesuaian)
Pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan isi kutipan teks tersebut adalah ...
= ....
Baca teks berikut ini dengan cermat.
Polemik eSports Jadi Mata Pelajaran
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengutarakan rencana memasukkan olahraga elektronik atau eSports ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. "Pelajar saya kira harus diberikan kurikulum tentang pengetahuan eSports secara formal," kata Imam di Aula Serbaguna Kementerian Sekretariat Negara, 28 Januari 2019. Gagasan itu bukan tanpa alasan. Imam meyakini bahwa ide ini nantinya akan mampu mencetak atlet-atlet masa depan di cabang olahraga eSports. Tentu saja rencana tersebut mengundang banyak komentar dari masyarakat.
Rencana Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut disambut baik oleh para siswa. Demam eSports atau olahraga elektronik seperti Mobile Legends, Arena of Valor, PUBG, Clash Royale, DOTA, dan lain sebagainya memang sedang digandrungi oleh banyak anak di Indonesia. Bagi mereka, rencana ini menjadi hal yang positif. Seorang siswa bernama Andrew Danis, siswa SMAN 5 Depok, mengatakan bahwa eSports bagus untuk melatih konsentrasi, kerja sama, dan mengasah kepedulian.
Dukungan lain juga datang dari Rakha Fadhilah, siswa SMAN 9 Tangerang, yang berpendapat bahwa eSports bisa menekan perilaku negatif siswa seperti tawuran dan menggunakan obat-obatan terlarang. "Jadi, yang tadinya suka ngumpul-ngumpul, sekarang bisa lebih terarah. Mereka bisa beralih jadi bermain gim," kata Rakha.
Berbeda dengan para siswa tersebut, Ubaid Matraji menilai gagasan tersebut akan menjadi beban bagi siswa ataupun sekolah. Koordinator Nasional Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia tersebut berpendapat bahwa gagasan Imam Nahrawi terlalu dipaksakan. Mata pelajaran eSports bisa memunculkan ketimpangan antarsekolah. "Di beberapa daerah, masih banyak siswa yang tidak mempunyai gadget. Tentu ini akan menghambat pembelajaran mereka. Masih banyak juga tenaga pengajar yang belum melek teknologi," ungkap Ubaid.
Pendapat penentangan lain juga muncul dari psikolog remaja, Ratih Zulhaqqi, yang mengatakan bermain eSports berkemungkinan menyebabkan kecanduan pada anak. Dia menyebutkan dampak kecanduan yang muncul bisa menyerupai ketagihan narkoba. Ratih mengatakan bahwa kecanduan eSports tergolong berbahaya bagi anak-anak karena dapat memicu emosi yang tidak stabil dan memengaruhi nilai akademik.
ESports mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak-dampak tersebut tergantung bagaimana pemakaiannya. Para siswa harus bijak dalam bermain eSports agar yang didapat berupa hal positif. Rencana memasukkan eSports ke dalam kurikulum sekolah perlu dikaji ulang. Jika ingin memasukkan eSports dalam pembelajaran, lebih baik dijadikan ekstrakurikuler atau peminatan khusus. Sama seperti sepakbola, siswa yang berminat akan lebih tersaring.
(Sumber: Indosport.com, dengan penyesuaian)
Berikut ini pernyataan yang tepat menurut teks diskusi di atas adalah ...
Berikut merupakan ciri kebahasaan teks laporan percobaan, kecuali ....
Read the following text and answer the question.
Source: classof2020.ucsc.edu
We know that there are two expressions of ... presented in the text.
Selain untuk menambah wawasan, membaca teks diskusi juga bermanfaat untuk ....
Baca teks berikut ini dengan cermat.
Pak Kinong, Penggagas Bemo Baca
Sutino adalah seorang pria berusia 58 tahun yang berprofesi sebagai sopir bemo. Pria yang akrab disapa Pak Kinong tersebut sudah bekerja sebagai sopir bemo sejak tahun 1976. Ia berkeliling mencari penumpang di gang-gang sempit di kawasan Tanah Abang. Selain itu, Pak Kinong juga sering keliling di kawasan Kota Tua hingga Jakarta Utara.
Suatu hari, dua teman Pak Kinong yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Tarumanegara mendatanginya ingin membeli bemonya. Kedua dosen tersebut ingin mengadakan program Netling (internet keliling). Namun Pak Kinong tidak paham tentang program Netling tersebut. Pak Kinong justru teringat dengan kebiasaan anak-anak sekarang yang sering ia temui ketika berkeliling. Ia prihatin dengan minat baca anak-anak sekarang yang rendah.
Berangkat dari keresahan tersebut, Pak Kinong kemudian mengusulkan kepada dua temannya untuk membuat mobil baca atau perpustakaan keliling. Harapan Pak Kinong, mobil baca tersebut bisa memantik dan memfasilitasi minat baca anak-anak sekarang. Kedua temannya setuju dengan gagasan Pak Kinong.
Mengendarai bemo bacanya, Pak Kinong berkeliling ke sekolah-sekolah seperti PAUD, TK, dan SD yang berada di gang-gang sempit setiap hari pada pukul 09.00 hingga 15.00. Sebelum berkeliling dengan bemo bacanya, ia menjalani rutinitasnya menjadi sopir bemo terlebih dahulu. Rutinitas tersebut ia lakukan sejak tahun 2013 hingga pertengahan 2017.
Gagasan dan inisiatif Pak Kinong melalui bemo bacanya berhasil menarik perhatian publik. Banyak anak muda, terutama mahasiswa, yang kagum dengan tindakan Pak Kinong. Bahkan Presiden Joko Widodo menunjukkan apresiasinya dengan mengundangnya ke Istana Negara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2017. Yang lebih mengejutkan lagi ialah hadiah sebuah tiket umroh yang diberikan oleh presiden kepada Pak Kinong. Selain itu, beberapa media juga mengundang Pak Kinong untuk menjadi narasumber tentang perjuangannya menumbuhkan minat baca.
Meski tak pernah merasakan bangku sekolah hingga jenjang perguruan tinggi, Pak Kinong tetap ingin bermanfaat bagi orang lain, terutama dalam dunia pendidikan. Ia berharap anak-anak Indonesia gemar membaca melaui ide kecil bersama bemo bacanya. Baginya, menjadi sesuatu yang sangat disayangkan jika di era yang serba canggih ini minat baca anak-anak malah rendah. Pak Kinong sadar betul, dengan gemar membaca anak-anak akan menjadi pintar dan sukses.
(Sumber: Kompas.com, dengan penyesuaian)
Simpulan yang tepat dari cerita inspiratif di atas adalah ...
Baca teks berikut ini dengan cermat.
Bukan Uang, Sekolah Ini Minta Siswanya Bayar Pakai Sampah Plastik
Selama ini, plastik selalu dipandang sebagai masalah dan limbah yang mengotori lingkungan. Sebenarnya sampah juga mempunyai nilai guna apabila dilakukan daur ulang. Bahkan bagi sebagian orang sampah adalah barang yang berharga dan menjadi tumpuan hidup. Sebagaimana sebuah sekolah di India yang menggunakan sampah plastik sebagai pengganti uang sekolah yang harus dibayar oleh siswa.
Akshar Foundation adalah sekolah yang menerapkan program penerimaan limbah plastik untuk didaur ulang. Sekolah yang berada di Desa Pamohi, Guwahati, India tersebut didirikan oleh Parmita Sharma dan Mazin Mukthar. Program daur ulang limbah yang sekolah mereka terapkan juga mengajak siswa terlibat dalam pengumpulan dan pemisahan sampah.
Ketika awal membuka Akshar Foundation, Parmita dan Mizan mengalami kesulitan. Sebagian besar orangtua tidak mau memasukkan anak-anak mereka ke sekolah. Penyebabnya adalah karena mereka tidak punya biaya untuk membayar uang sekolah anaknya. Para orang tua memilih mengajak anaknya untuk bekerja di pertambangan. Namun Parmita dan Mizan tak patah semangat. Mereka mempunyai satu misi ingin memberikan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Parmita dan Mizan pun akhirnya memulai program sekolah gratis untuk semua anak. Lebih tepatnya bukan gratis, melainkan mengganti uang sekolah dengan sampah plastik. Akshar Foundation mewajibkan para siswanya untuk mengumpulkan dan membawa sampah plastik ke sekolah. Program tersebut berawal ketika mereka menyadari ada masalah sosial dan ekologi di lingkungan sekolah mereka.
Gerakan yang dilakukan Parmita dan Mazin mendapat apresiasi dari banyak pihak. Wakil Presiden Akshar, Priyongsu Borthakur, mengatakan bahwa ide mereka sangat mengesankan dan sangat berjasa. Dukungan dalam bentuk lain adalah menjadi banyak anak yang mendaftar di Akshar Foundation. Sekolah yang bermula dengan 20 siswa tersebut kini sudah memiliki hampir 100 siswa yang berusia antara 4 - 15 tahun.
(Sumber: Liputan6.com, dengan penyesuaian)
Cerita di atas sangat inspiratif karena mengisahkan ...