Bank Soal Bahasa Indonesia SD Menggali Informasi Teks Nonfiksi

Soal

Pilgan

Lima Makhluk Mistis yang Terkenal di Korea Selatan

Di zaman sekarang ini, banyak ditemukan film, komik, dan gim Korea Selatan yang bertemakan horor. Dikemas dengan menyeramkan, mengharukan, maupun menggelikan, jenis media hiburan ini sangat banyak peminatnya. Salah satu daya tariknya tidak lain adalah ragam jenis makhluk mistis dan latar ceritanya. Hal ini menunjukkan betapa kayanya budaya tradisional Korea, yang sudah menjadi inspirasi bagi para penulis cerita horor tersebut. Berikut lima makhluk mistis yang terkenal di negara yang beribu kota di Seoul ini.

1. Gumiho

Gumiho artinya rubah berekor sembilan. Konon makhluk ini sudah hidup seribu tahun dan bisa berubah wujud saat bulan purnama, biasanya menjadi seorang wanita cantik. Namun, ternyata gumiho tidak dapat menyembunyikan semua ciri rubahnya. Wanita jelmaan gumiho biasanya memiliki wajah runcing seperti rubah, atau bahkan telinga atau ekor rubah. Ada cerita yang menggambarkan gumiho sebagai perayu pria yang kemudian membunuh dan memakan hati atau jantung korbannya. Namun, ada juga versi yang mengatakan bahwa gumiho tidak selalu jahat. Ia sebenarnya mendambakan untuk menjadi manusia selamanya, dengan cara tidak membunuh atau makan daging selama seribu hari. Jika ditelusuri lebih jauh, keberadaan rubah berekor sembilan sudah dilaporkan sejak Dinasti Han dari Cina Kuno (Tahun 206 SM—220 M). Makhluk mirip gumiho di Cina disebut huli jing, dan di Jepang disebut kitsune. Keberadaan gumiho makin dikenal setelah muncul dalam K-drama "Kekasihku adalah Rubah Berekor Sembilan" di tahun 2010.

2. Dokkaebi

Jika gumiho berasal dari Cina, dokkaebi asli dari Korea. Dokkaebi biasa disebut sebagai goblin Korea dan pertama kali muncul pada era Kerajaan Silla (Tahun 57 SM—935 M). Ia kebanyakan digambarkan sebagai sosok kecil yang berwajah merah, kadang bertanduk. Jati dirinya adalah dewa atau roh sakti yang suka berada di antara manusia, kadang membantu dan kadang mengganggu. Masyarakat Korea di masa lampau kerap menyembah dokkaebi dengan harapan diberi kekayaan atau panjang umur. Namun, di beberapa daerah, ia malah dianggap dapat membawa penyakit, kebakaran hutan, atau merasuki manusia.

Dokkaebi memiliki beberapa benda ajaib. Salah satunya adalah gamtu, yaitu topi yang bisa menyebabkan pemakainya kasatmata. Benda lainnya adalah bangmangi, tongkat kayu untuk mendatangkan benda-benda yang diinginkannya. Dokkaebi digambarkan sebagai makhluk yang suka makanan dan minuman manusia yang terbuat dari sorgum dan kacang merah. Salah satu dokkaebi yang paling terkenal yaitu dokkaebi berkaki satu yang suka mengajak manusia untuk bermain ssireum (gulat tradisional Korea). Sosok dokkaebi makin terusung sejak ia diangkat dalam seri TV, "Goblin", di tahun 2016—2017.

3. Bulgasari

Cerita tentang bulgasari ini muncul pada masa Kerajaan Goryeo (Tahun 9181392 M). Bulgasari artinya tak mungkin dibunuh. Memang monster ini tubuhnya besar dan menakutkan. Ada yang menggambarkan bulgasari seperti beruang dengan bulu seperti jarum, mata badak, hidung gajah, cakar harimau, dan ekor banteng. Konon, bulgasari diciptakan oleh seorang biksu yang akan dikhianati oleh saudaranya sendiri. Ia menciptakan bulgasari dengan menggunakan butiran beras yang diberi jarum. Anehnya, makhluk itu terus memakan lebih banyak jarum. Makin banyak jarum yang dimakan, makin besar tubuhnya. Setelah tak ada jarum yang tersisa, ia lalu memakan semua benda logam yang ditemuinya dan berubah menjadi monster mengerikan. Ada yang berusaha membunuhnya dengan api, tetapi malah tubuhnya yang penuh bara api membakar habis rumah-rumah di sekitarnya. Cerita bulgasari menjadi peringatan akan bahaya keserakahan, baik dari saudara sendiri maupun siapa saja. Makhluk ini telah menjadi inspirasi pembuatan film aksi Bulgasari di tahun 1985 dan juga gim aksi "Monster Pemakan Logam".

4. Cheukshin

Jika di Jepang ada Hanako-san, di Korea ada cheuksin. Cheukshin adalah dewi penunggu toilet, yang di zaman dahulu terpisah dari rumah dan gelap. Wujudnya adalah wanita berwajah seram dan rambut sepanjang 1,5 meter. Ia digambarkan selalu menunggu di kegelapan sembari menghitung helai rambutnya dengan ekspresi marah. Orang yang hendak menggunakan toilet konon harus batuk tiga kali dahulu sebelum memasuki toilet. Ini supaya cheuksin tahu ada yang datang dan sempat bersembunyi dulu. Jika orang itu memergokinya sedang melayang di langit-langit toilet maka cheuksin langsung mengamuk dan mencekik leher korban dengan rambut panjangnya. Untungnya ia hanya muncul tiga hari dalam sebulan, yaitu di hari-hari yang berakhir dengan angka enam. Ada versi yang mengatakan bahwa cheukshin awalnya adalah seorang dewi yang diasingkan ke kakus oleh dewa perapian Cheonjiwang dan dewi dapur Jowangshin. Cheuksin sempat muncul dalam webtoon dan seri TV Korea yang populer "Hei Hantu, Ayo Lawan Aku" di tahun 2016.

5. Dalgyal Gwishin

Berbeda dengan keempat makhluk mitologi lainnya, dalgyal gwishin berasal dari arwah manusia yang meninggal. Dalgyal gwishin adalah hantu penunggu gunung yang bermuka rata dan mulus seperti telur. Ia sering digambarkan berwujud wanita, memiliki perawakan kecil, dan tanpa emosi. Kadang dalgyal gwishin diceritakan tidak memiliki tangan dan kaki. Konon, dulunya ia meninggal tanpa keturunan dan tidak ada yang mengadakan upacara peringatan kematiannya. Karena itu, arwahnya pun merambah dunia selamanya, hingga mereka kehilangan rasa kemanusiaannya bersama dengan bentuk wajah mereka. Walaupun sosoknya sederhana saja, ia tetap sangat menyeramkan. Ini karena tanpa peringatan, ia dapat menyebabkan kematian bagi siapa pun yang melihatnya.

(Disarikan dari berbagai sumber)

Cheukshin akan marah jika ada pengguna toilet yang tidak batuk tiga kali dulu sebelum masuk ke dalam toilet.

Cheukshin memberikan pelajaran kepada kita untuk ....

A

memberi tahu orang lain tentang kehadiran kita

B

menghindari masuk ke toilet yang ada penunggunya

C

selalu menjaga perasaan hantu penunggu toilet

D

rajin membersihkan toilet manapun yang didatangi

Pembahasan:

Cheukshin akan marah jika ada pengguna toilet yang tidak batuk tiga kali dulu sebelum masuk ke dalam toilet.

Bentuk kemarahan cheukshin yaitu dengan mencekik korbannya dengan rambutnya yang panjang. Namun jika orang tersebut batuk tiga kali sebelum masuk, cheuksin akan menghilang dan tidak mengganggunya. Orang-orang yang mengetahui perilaku cheuksin ini tentu akan menghindari bertemu dengannya. Caranya yaitu dengan batuk tiga kali dulu sebelum masuk ke toilet. Hal ini dilakukan sebagai peringatan bahwa ada orang yang hendak masuk ke dalam toilet.

Cheukshin secara tidak langsung memberikan pelajaran kepada masyarakat agar selalu memberi tahu orang lain tentang kehadiran kita. Tujuannya adalah agar orang yang mungkin sedang dalam kondisi tidak siap bertemu orang lain dapat menghindari situasi yang memalukan di toilet. Bisa jadi di zaman dulu, toilet yang berada di luar rumah ini tidak ada pintu atau tidak ada kuncinya, sehingga sangat mungkin terjadi kedua pengguna toilet bertemu dalam situasi yang kurang pantas.

Jadi, cheukshin memberikan pelajaran kepada kita untuk memberi tahu orang lain tentang kehadiran kita.



Video
29 Maret 2021
Menggali Informasi Teks Nonfiksi | Bahasa Indonesia | Kelas IV
Rangkuman
15 Januari 2021
Bab 4 | Gagasan Pokok Teks | Bahasa Indonesia | Kelas 4

Siswa

Ingin latihan soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Guru

Ingin akses bank soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Soal Populer Hari Ini

Cek Contoh Kuis Online

Kejar Kuis

Cek Contoh Bank Soal

Kejar Soal