kejarcita | #1 Bank Soal Sekolah

Bacalah penggalan cerita berikut ini!

— Surat cinta yang berisi potongan senja; (oleh Seno Gumira Ajidarma)

Alina Tercinta,

Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja — dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.

Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.

Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.

(Sumber: Sepotong Senja untuk Pacarku, oleh Seno Gumira Ajidarma https://medium.com/@superherru/surat-cinta-yang-berisi-potongan-senja-3dbe7b68fc58)

Bagian kata yang dicetak miring dan digarisbawahi merujuk kepada ....

A

surat

B

angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan.

C

sepotong senja

D

Alina

Pembahasan:

Bagian kata yang dicetak miring dan digarisbawahi adalah -nya pada kalimat:

Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Untuk mengetahui hal apa yang diwakili oleh -nya dalam kalimat itu, perlu kita baca ulang penggalan cerpen dengan cermat. Dengan melakukan hal tersebut, dapat kita perhatikan kalau sepotong senja muncul berulang kali di dalam teks cerpen.

Misalnya pada kalimat pertama:

Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja ....

Perhatikan juga kalimat pertama paragraf ketiga:

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, ....

Dan juga paragraf terakhir:

Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.

Dari kalimat-kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa tokoh "aku" mengirimkan sepotong senja kepada kekasihnya melalui surat. Tokoh "aku" merasa sepotong senja tersebut sangat berharga dan mewakili perasaannya yang melebihi kata-kata untuk sang kekasih. Jadi tokoh "aku" ingin memastikan bahwa kekasihnya menerima sepotong senja yang dikirimnya dengan lengkap. Oleh karena itu, kata ganti -nya dalam kalimat di soal merujuk pada sepotong senja.

Bahasa Indonesia Kelas 9 Menulis Cerita Pendek Identifikasi Unsur Cerita Pendek KD3.5
Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 43.707 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini

Bacalah penggalan cerita berikut ini!

— Surat cinta yang berisi potongan senja; (oleh Seno Gumira Ajidarma)

Alina Tercinta,

Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja — dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.

Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.

Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.

(Sumber: Sepotong Senja untuk Pacarku, oleh Seno Gumira Ajidarma https://medium.com/@superherru/surat-cinta-yang-berisi-potongan-senja-3dbe7b68fc58)

Bagian kata yang dicetak miring dan digarisbawahi merujuk kepada ....

A

surat

B

angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan.

C

sepotong senja

D

Alina

Pembahasan:

Bagian kata yang dicetak miring dan digarisbawahi adalah -nya pada kalimat:

Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Untuk mengetahui hal apa yang diwakili oleh -nya dalam kalimat itu, perlu kita baca ulang penggalan cerpen dengan cermat. Dengan melakukan hal tersebut, dapat kita perhatikan kalau sepotong senja muncul berulang kali di dalam teks cerpen.

Misalnya pada kalimat pertama:

Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja ....

Perhatikan juga kalimat pertama paragraf ketiga:

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, ....

Dan juga paragraf terakhir:

Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.

Dari kalimat-kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa tokoh "aku" mengirimkan sepotong senja kepada kekasihnya melalui surat. Tokoh "aku" merasa sepotong senja tersebut sangat berharga dan mewakili perasaannya yang melebihi kata-kata untuk sang kekasih. Jadi tokoh "aku" ingin memastikan bahwa kekasihnya menerima sepotong senja yang dikirimnya dengan lengkap. Oleh karena itu, kata ganti -nya dalam kalimat di soal merujuk pada sepotong senja.

Bahasa Indonesia Kelas 9 Menulis Cerita Pendek Identifikasi Unsur Cerita Pendek KD3.5
Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 43.707 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini