Bank Soal Bahasa Indonesia SD Cerita Rakyat

Soal

Pilgan

Dongeng Putri Bambu

Alkisah, hiduplah sepasang suami istri di sebuah desa di Jepang. Sehari-hari, sang Suami bekerja sebagai pemotong bambu. Bambu yang dibawanya pulang dijadikan berbagai perabot oleh istrinya untuk dijual ke pasar. Mereka tidak dikaruniai anak. Namun, keduanya tak pernah jemu berdoa agar diberi momongan.

Suatu hari, sang Suami pergi ke hutan untuk memotong bambu seperti biasa. Tiba-tiba saja, ia melihat cahaya benderang menyembul di antara sebuah rumpun bambu. Dengan hati-hati, dipotong dan dibelahnya bambu itu. Ajaib! Didapatinya seorang bayi mungil memancarkan cahaya terang bagai bulan. Bayi itu diambil dan dibawa pulang olehnya. Istrinya sangat gembira dengan kehadiran bayi itu di rumahnya. Mereka menamai bayi itu Putri Bambu. Kini mereka merasa sangat bahagia.

Tahun-tahun berlalu. Putri Bambu tumbuh menjadi gadis yang cantik, rajin, dan baik hati. Kecantikannya terkenal sampai ke seluruh penjuru negeri, hingga banyak pemuda yang ingin meminangnya. Suatu hari, lima pangeran datang bersamaan. Kelimanya bermaksud untuk meminang Putri Bambu.

“Wahai, Para Pangeran yang Terhormat. Ada syarat yang harus dipenuhi jika kalian ingin menikahiku. Orang yang berhasil memenuhi syaratkulah yang akan menjadi pendamping hidupku,“ jawab Putri Bambu. Pangeran pertama diberinya tugas untuk membawakannya mangkuk batu asli peninggalan biksu termasyhur di India. Pangeran kedua diminta membawakannya daun emas dari satu-satunya pohon emas yang ada di Laut Timur. Lalu, pangeran ketiga diberinya tugas untuk membawakannya seutas tali milik tikus api di Cina. Pangeran keempat dimintanya mengambilkan batu permata yang ada di kepala seekor naga di Laut Selatan. Terakhir, pangeran kelima diberinya tugas untuk membawakannya kulit kacang yang ada di sarang burung layang-layang.

Setelah para pangeran meninggalkan rumah mereka, kedua orang tua Putri Bambu pun menanyakan alasan diberikannya syarat yang berat tadi. “Maafkan aku, Ibu dan Ayah. Aku terpaksa melakukannya karena aku tak ingin berpisah dengan kalian. Aku ingin merawat kalian seumur hidupku” ucap Putri Bambu berlinang air mata. Ayah dan ibunya pun seketika ikut menangis.

Berbulan-bulan lamanya, tak ada satu pangeran pun yang kembali ke rumah Putri Bambu. Mereka akhirnya menyerah karena tugasnya memang sangat sulit. Suatu hari, sang Ibu jatuh sakit. Makin hari, sakitnya makin parah hingga akhirnya sang Ibu pergi untuk selamanya. Tak lama kemudian, sang Ayah juga jatuh sakit dan pergi menyusul sang Ibu. Putri Bambu merasa sangat sedih.

Malamnya, serombongan peri dengan kereta kencana menyilaukan mata turun ke rumah Putri Bambu. Tahu dirinya telah dijemput, Putri Bambu bergegas keluar rumah. Tugasnya telah selesai. Kini tiba saatnya ia harus kembali ke Bulan. 

(Disarikan dari berbagai sumber)

Tempat asal Putri Bambu adalah ....

A

Bulan

B

bambu

C

hutan bambu

D

Negeri Awan

Pembahasan:

Tempat asal Putri Bambu adalah Bulan.

Pada paragraf terakhir disebutkan bahwa Putri Bambu kembali ke Bulan.

Malamnya, serombongan peri dengan kereta kencana menyilaukan mata turun ke rumah Putri Bambu. Tahu dirinya telah dijemput, Putri Bambu bergegas keluar rumah. Tugasnya telah selesai. Kini tiba saatnya ia harus kembali ke Bulan. 

Karena kembali ke Bulan, tempat asal Putri Bambu berarti Bulan. Ia hanya tinggal di Bumi untuk sementara.


K13 Kelas IV Bahasa Indonesia Membaca Teks Fiksi-Tokoh Cerita Cerita Rakyat Skor 2
Video LOTS
Video
13 Mei 2020
Cerita Rakyat | Bahasa Indonesia | Kelas IV
Rangkuman
15 Januari 2021
Bab 4 | Gagasan Pokok Teks | Bahasa Indonesia | Kelas 4

Siswa

Ingin latihan soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Guru

Ingin akses bank soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Soal Populer Hari Ini

Cek Contoh Kuis Online

Kejar Kuis

Cek Contoh Bank Soal

Kejar Soal