Bacalah dengan seksama teks berikut!

Pramuka

Sejarah Pramuka di Indonesia dimulai dengan pasang surut dalam aktivitas organisasi. Gerakan kepanduan dibawa oleh Belanda ke Indonesia pada masa kolonial. Kegiatan ini didirikan oleh Belanda dengan nama Nederland Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda.

Organisasi kepanduan ini ternyata mendapat perhatian dari para pemimpin gerakan kemerdekaan. Mereka melihat bahwa pendidikan dan pelatihan yang dikenal dalam gerakan kepanduan dapat digunakan untuk membentuk karakter manusia Indonesia. Para tokoh pergerakan tersebut sepakat untuk mendirikan organisasi serupa. Mulailah bermunculan organisasi-organisasi kepanduan yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh pergerakan, seperti SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon), JPO (Javanese Padvinders Organizatie), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), dan JJP (Jong Java Padvindery). Namun, penggunaan istilah Padvindery yang digunakan dalam kelompok-kelompok tersebut mendapat larangan dari Belanda. Oleh karena itu, K.H. Agus Salim mengganti istilah Padvindery dengan Pandu atau Kepanduan.

Pada masa penjajahan Jepang, gerakan Pramuka terus bertahan. Namun, ketika masa Perang Dunia II, banyak tokoh kepanduan Indonesia yang ditarik masuk organisasi Jepang, seperti PETA, Keibondan, dan Seinendan. Jepang juga sempat melarang berdirinya partai dan organisasi rakyat Indonesia. Gerakan kepanduan bahkan dianggap sebagai organisasi yang berbahaya karena dapat meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia.

Tidak lama setelah Indonesia merdeka, yaitu pada tanggal 28 Desember 1945, didirikan Organisasi Pandu Rakyat Indonesia di kota Solo. Organisasi ini menjadi wadah kepanduan untuk semua anggota kepanduan di Indonesia. Pada tahun 1961, terdapat sekitar 100 organisasi kepanduan di Indonesia dan terbagi menjadi 3 federasi, yaitu Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia (PKPI), Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO), dan Persatuan Pandu Puteri Indonesia (POPPINDO). Namun, menyikapi kelemahan yang ada, maka ketiga federasi tersebut bergabung menjadi satu membentuk Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO).

Pada tanggal 14 Agustus 1961, gerakan Pramuka diperkenalkan pada masyarakat Indonesia secara resmi. Di Jakarta, terdapat apel besar yang diikuti oleh 10.000 anggota gerakan Pramuka. Peristiwa perkenalan tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Pramuka.

(Sumber: romadecade.org dan mediaharapan.com, dengan pengubahan seperlunya)


K.H. Agus Salim mengubah istilah Padvindery dalam nama organisasi menjadi Kepanduan atau Pandu. Mengapa hal tersebut dilakukan?

A

Karena Belanda membuat istilah Padvindery untuk menguasai organisasi di Indonesia.

B

Karena istilah Padvindery menggambarkan organisasi seolah-olah dibuat oleh Belanda.

C

Karena istilah Padvindery sulit untuk diingat dan dilafalkan.

D

Karena Belanda melarang penggunaan istilah Padvindery.

Pembahasan:

K.H. Agus Salim mengubah istilah Padvindery dalam nama organisasi menjadi Kepanduan atau Pandu. Hal ini karena Belanda melarang penggunaan istilah Padvindery dalam organisasi-organisasi kepanduan yang diprakarsai oleh tokoh pergerakan Indonesia.

Informasi ini terdapat pada paragraf kedua dalam kalimat berikut: Namun, penggunaan istilah Padvindery yang digunakan dalam kelompok-kelompok tersebut mendapat larangan dari Belanda. Oleh karena itu, K.H. Agus Salim mengganti istilah Padvindery dengan Pandu atau Kepanduan. 

Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 39.973 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini