Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen yang dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.
Sifat-sifat koloid sebagai berikut.
- Efek Tyndall: penghamburan berkas sinar oleh sistem koloid.
- Elektroforesis: partikel koloid memiliki muatan sehingga dapat bergerak dalam medan listrik.
- Koagulasi: penggumpalan pada sistem koloid yang dapat disebabkan oleh penambahan larutan elektrolit.
- Gerak Brown: partikel koloid yang bergerak terus-menerus dengan gerakan patah-patah atau zig-zag.
- Adsorpsi: kemampuan koloid untuk menyerap berbagai macam zat pada permukaannya.
Proses penggumpalan suatu koloid disebabkan hilangnya partikel muatan listrik pada koloid (muatan berperan sebagai penstabil sistem koloid). Salah satu cara penggumpalan koloid terjadi karena penambahan larutan elektrolit. Muatan positif pada larutan elektrolit akan ditarik ke dalam partikel ion negatif sedangkan ion negatif pada partikel koloid akan ditarik ke partikel ion positif. Proses koagulasi ini akan semakin cepat dengan semakin besarnya muatan dari suatu larutan elektrolit.
Dikarenakan semua anion pada larutan elektrolit di opsi jawaban sama, maka keefektifan larutan elektrolit untuk menggumpalkan koloid lempung ditentukan oleh besarnya muatan positif dari larutan elektrolit.
MgSO4 ⟶ Mg2+ + SO42- (muatan kation : +2)
Ag2SO4 ⟶ 2Ag+ + SO42- (muatan kation : +1)
BaSO4 ⟶ Ba2+ + SO42- (muatan kation : +2)
CaSO4 ⟶ Ca2+ + SO42- (muatan kation : +2)
Al2(SO4)3 ⟶ 2Al3+ + 3SO42- (muatan kation : +3)
Karena muatan dari ion aluminium paling besar sehingga jenis larutan yang mengandung ion inilah yang akan paling efektif untuk menggumpalkan koloid lempung (yang bermuatan negatif).
Jadi larutan berikut yang paling efektif untuk menggumpalkan koloid lempung yaitu Al2(SO4)3.