Cermati teks berikut!

Alkisah, zaman dahulu ada seorang pangeran yang sedang mencari permaisuri. Ia bekelana bersama pengawalnya untuk menemukan belahan jiwanya. Sampai di sebuah kota, pangeran itu mengumumkan sayembara, “Barang siapa ingin menjadi istriku harus berani menatap cermin ini. Cermin ini mampu melihat segala perbuatan baik dan buruk siapa saja selama ia hidup."

Begitu sayembara itu disebar, para gadis di kota tersebut beramai-ramai mengunjungi sang pangeran dengan penampilan terbaik mereka. Namun setelah diminta bercermin mereka tidak berani maju dan memilih pulang saja.

Di antara para gadis yang datang mengunjungi pangeran, ada satu gadis desa yang tidak berdandan ataupun mengenakan gaun mewah. Ia bahkan tidak beralas kaki. Namun ia berani melangkah di depan cermin tersebut. Kata gadis itu,"Kesalahan adalah hal yang wajar dan setiap kesalahan pasti akan membawa hikmah." Mendengar hal itu, pangeran langsung mengaku bahwa cermin itu bukanlah cermin ajaib. Alasannya mengatakan hal tersebut adalah supaya terlihat siapa yang benar-benar tulus menjadi istrinya. Pangeran dan gadis desa akhirnya menikah dan hidup bahagia.

Nilai moral yang dapat diambil dari dongeng tersebut adalah ....

A

lebih baik jangan pernah berbuat buruk karena akan memalukan jika ketahuan

B

setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan hal tersebut adalah wajar

C

kita harus menjadi orang yang pemberani, karena akan banyak mendapat pujian

D

kita harus selalu mengakui kesalahan karena pasti akan dihargai orang lain

Pembahasan:

Nilai moral pada cerita serupa dengan amanat dalam cerita. Hal ini merupakan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca sebagai teladan yang dapat dijadikan pelajaran.

Berdasarkan dongeng tersebut, nilai moral positif yang terkandung dalam cerita adalah “setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan hal tersebut adalah wajar”. Nilai ini dapat ditemukan di paragraf terakhir kalimat keempat, di mana gadis desa mengungkapkan pendiriannya bahwa berbuat kesalahan adalah hal yang wajar. Ujaran gadis desa ini ternyata dikagumi oleh pangeran, sehingga pangeran memutuskan untuk menikahinya. Dengan alur cerita seperti ini, penulis seakan-akan menyampaikan kepada pembacanya kalau ucapan gadis tersebut adalah hal yang benar adanya, karena si gadis diberikan akhir cerita yang baik (dinikahi pangeran).

Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 34.158 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini