Bank Soal Bahasa Indonesia SD Dongeng

Soal

Score: 2

Penyesalan Orki

Pada suatu hari, di sebuah desa yang berada kaki gunung, hiduplah seorang laki-laki bernama Orki. Orki adalah anak yang sangat malas dan suka menunda-nunda pekerjaan. Teman-temannya dan warga desa yang lain sudah sering menasihati Orki agar menjadi anak yang rajin dan disiplin. Namun, Orki terlalu keras kepala dan tidak pernah mau mendengarkan nasihat mereka. Suatu hari, kepala desa memberi pengumuman pada seluruh warga desa bahwa sebentar lagi akan memasuki musim hujan. Oleh karena itu, semua warga diminta untuk berhati-hati dan bersiap-siap.

Keesokan harinya, seluruh warga desa mulai memperbaiki rumah masing-masing agar tidak roboh saat terkena badai. Ketika semua orang sedang sibuk memperbaiki rumah masing-masing, Orki malah tertidur pulas di rumahnya. Salah satu teman Orki yang bernama Oland datang ke rumah Orki untuk menegur dan mengingatkannya. “Orki, kenapa kamu tidak memperbaiki rumahmu? Apa kamu tidak takut rumahmu akan roboh terkena badai?” kata Oland. “Besok saja Oland. Aku sedang malas memperbaiki rumah,” kata Orki. Oland pun meminta Orki benar-benar memperbaiki rumahnya besok pagi.

Keesokan harinya, seluruh warga desa sibuk membuat bendungan dan selokan kecil yang mengitari rumah mereka masing-masing. Hal itu dilakukan agar air hujan tidak masuk dan menggenangi rumah mereka. Ketika semua orang sedang sibuk bekerja, lagi-lagi Orki malah bermalas-malasan di dalam rumah. Oland kembali datang ke rumah Orki untuk menegur dan mengingatkannya. “Orki, kenapa kamu tidak membuat bendungan dan selokan di sekeliling rumahmu? Apa kamu tidak takut rumahmu kemasukan air?” Kata Oland. “Besok saja Oland. Aku sedang malas melakukan semua itu,” Kata Orki. Oland pun meminta Orki benar-benar melakukannya besok pagi.

Keesokan harinya, seluruh warga desa mulai mempersiapkan cadangan makanan untuk berjaga-jaga saat badai tiba. Mereka mulai membeli roti, daging, sayur, dan buah. Ketika semua orang sedang sibuk mempersiapkan makanan, lagi-lagi Orki malah bermalas-malasan di dalam rumah. Dengan perasaan kesal, Oland kembali datang ke rumah Orki untuk menegur dan mengingatkannya. “Orki, kenapa kamu tidak mempersiapkan makanan? Kamu juga belum membuat bendungan dan selokan di sekeliling rumahmu. Rumahmu juga belum kamu perbaiki. Kamu benar-benar anak yang malas. Besok kalau rumahmu terkena badai dan banjir, aku tidak akan membantumu!” Kata Oland. “Tenang saja, Oland. Besok pagi aku janji akan melakukan semuanya,” Kata Orki. Kali ini Oland sudah lepas tangan. Dia tidak lagi peduli jika Orki terkena banjir dan badai.

Keesokan harinya, hujan turun sangat deras disertai badai. Semua warga desa tidak khawatir karena rumah mereka sudah kokoh. Bendungan dan selokan yang mengelilingi rumah mereka membuat air hujan tidak bisa masuk ke dalam rumah. Selama badai, mereka juga tidak merasa kelaparan karena sudah menyediakan persediaan makanan. Sayangnya, Orki tidak seberuntung warga desa yang lain. Rumah Orki langsung roboh terkan badai. Banjir masuk ke dalam rumah dan menghanyutkan semua barang-barang Orki. Orki merasa sangat panik dan ketakutan. Dia hanya bisa berteduh di bawah pohon untuk menyelamatkan diri. Dia juga merasa sangat kelaparan karena tidak sempat membawa makanan satupun. Orki berusaha berteriak meminta tolong. Namun, tidak ada satupun warga yang mau menolong termasuk temannya, Oland. Orki hanya bisa menangis menyesali sikapnya yang sangat malas. Jika dia tidak malas, dia tidak akan mengalami musibah seperti ini.

Amanat yang dapat diambil dari cerita di atas adalah ....

A

kita harus berani menghadapi semua masalah seorang diri

B

kita harus mandiri dan tidak boleh menyusahkan orang lain

C

jangan jadi orang yang malas dan suka menunda-nunda pekerjaan

D

bahagiakanlah diri sendiri sebelum membahagiakan orang lain

Pembahasan:

Amanat adalah pesan atau nasihat yang ingin disampaikan penulis dalam cerita.

Amanat yang dapat diambil dari cerita di atas adalah jangan jadi orang yang malas dan suka menunda-nunda pekerjaan.

Dalam cerita tersebut, Orki tidak mau memperbaiki rumah, membuat selokan dan bendungan, serta mempersiapkan makanan untuk mengahadapi banjir dan badai. Dia selalu beralasan akan mengerjakannya besok hari. Namun, ia menunda-nunda pekerjaannya hingga pekerjaannya terbengkalai.

Berikut adalah beberapa kutipannya.

“Orki, kenapa kamu tidak memperbaiki rumahmu? Apa kamu tidak takut rumahmu akan roboh terkena badai?” kata Oland. “Besok saja Oland. Aku sedang malas memperbaiki rumah,” kata Orki.

“Orki, kenapa kamu tidak membuat bendungan dan selokan di sekeliling rumahmu? Apa kamu tidak takut rumahmu kemasukan air?” Kata Oland. “Besok saja Oland. Aku sedang malas melakukan semua itu,” Kata Orki.

Bahasa Indonesia Kelas 4 Membaca Teks Fiksi-Tokoh Cerita Dongeng
Video
16 Juli 2020
Siasat Bangau Tua
Rangkuman
15 Januari 2021
Gagasan Pokok Teks | Bahasa Indonesia | Kelas 4...

Siswa

Ingin latihan soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Guru

Ingin akses bank soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Soal Populer Hari Ini

Cek Contoh Kuis Online

Kejar Kuis

Cek Contoh Bank Soal

Kejar Soal