Gajah yang Baik Hati

Pada suatu hari, si Kancil yang sedang berpetualang tiba-tiba terjebak di dalam sebuah kolam. Tadinya ia tak berpikir bagaimana caranya naik ke atas bila sudah berada di dalam kolam. Kancil bingung. Ia berulang kali memanjat, tapi tetap tak bisa sampai ke atas.

Kancil pun berteriak minta tolong. Teriakan itu terdengar oleh sang Gajah yang kebetulan sedang melewati tempat itu. "Hai, siapa yang ada di kolam itu?" tanya sang Gajah. "Aku! Sahabatmu, si Kancil! Tolong Aku!" jawab si Kancil. "Kenapa kamu bisa di dalam kolam ini?" tanya sang Gajah kembali. Kancil terdiam sesaat mencari akal agar sang Gajah mau menolongnya.

"Tolong aku mengangkat ikan ini!" pinta si Kancil kemudian. "Benar kau mendapat ikan?" tanya sang Gajah. "Benar! Aku mendapat ikan yang sangat besar!" sahut si Kancil. "Tapi bagaimana caraku turun ke bawah?" sang Gajah bertanya pada si Kancil. "Sebaiknya kamu langsung saja turun ke bawah! Jika tidak cepat-cepat, ikan ini akan lepas!" kata si Kancil. Sang Gajah berpikir sejenak. Ia bisa saja turun ke bawah dengan mudah, tapi ia juga memikirkan bagaimana ia naik nanti.

"Mana ikan yang kau dapatkan, Cil?" tanya sang Gajah. "Ada di kakiku!" jawab si Kancil. "Kalau aku menolongmu, bagaimana caraku keluar dari kolam ini nanti?" tanya sang Gajah. Si Kancil pun terdiam. Ia tidak menyangka sang Gajah akan berpikir sejauh itu. "Kau mau memanfaatkanku ya, Cil? Kau mau menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu sendiri?" tanya sang Gajah marah. Kancil hanya terdiam. "Memang sekali-kali kamu harus diberi pelajaran," kata sang Gajah sambil meninggalkan kolam. Kancil pun meminta sang Gajah untuk tetap tinggal, tapi sang Gajah tak menghiraukannya.

Si Kancil mulai putus asa. Makin lama berada di kolam, si Kancil makin merasa kedinginan. Saat menjelang sore hari, si Kancil akhirnya benar-benar putus asa. Ia akhirnya bersumpah dengan keras kalau ia tidak akan menipu untuk kepentingannya sendiri, kecuali bila ia sedang terancam oleh binatang yang lebih kuat darinya.

Gajah yang sebenarnya tidak pergi jauh dari kolam mendengar sumpah si Kancil. Ia pun memutuskan untuk membantu si Kancil. Gajah menjulurkan belalainya yang panjang untuk menangkap si Kancil dan mengangkatnya ke atas. Si Kancil pun berterima kasih kepada sang Gajah. Ia berjanji tidak akan lagi berbuat iseng kepada siapa pun.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari pengalaman Kancil?

A

Jangan membohongi orang lain demi kepentingan diri kita sendiri.

B

Jangan berjalan sembarangan agar tidak masuk ke dalam kolam.

C

Jangan mengecewakan orang yang kita sayangi.

D

Bertemanlah dengan siapa pun tanpa pandang bulu.

Pembahasan:

Pelajaran yang bisa dipetik adalah nasihat atau pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Untuk mengetahui pesan moral sebuah cerita, kita harus mengetahui isi cerita terlebih dahulu.

Cerita "Gajah yang Baik Hati" mengisahkan Kancil yang membohongi Gajah agar ia dapat keluar dari kolam. Cara si Kancil itu licik karena ia hanya memperalat Gajah demi keselamatannya sendiri. Karena Gajah cermat dan hafal tabiat Kancil, Gajah pun tidak turun ke dalam kolam menuruti kata Kancil. Kemudian, setelah Gajah pergi, Kancil pun menyesal. Ia menjadi sadar bahwa perbuatannya selama ini salah.

Memperdaya orang lain untuk kepentingan diri sendiri bukanlah perbuatan yang baik. Selain merugikan pihak lain, perbuatan itu pada akhirnya hanya akan merugikan diri kita sendiri. Jadi, pelajaran apa yang bisa kita petik dari pengalaman Kancil adalah jangan membohongi orang lain demi kepentingan diri kita sendiri.

Bahasa Indonesia Kelas 7 Membaca Fabel/Legenda Menceritakan Isi Fabel/Legenda KD4.15
Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 44.128 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini