Bank Soal Bahasa Indonesia SD Mengubah Puisi Menjadi Prosa

Soal

Pilgan

Parafrasa bait kedua puisi tersebut adalah ...

A

Gerimis menjelang senja adalah gemerincing lonceng yang memberi isyarat tak ada yang abadi dalam putaran waktu. Kemarin, hari ini, dan besok adalah sejarah yang tertulis dengan alur, yang penuh suspense dan surprise, yang mengajarkan kita untuk tabah dan tawakal karena kita tak bisa membaca kisah yang belum tertuliskan di kitab perjalanan.

B

Halaman-halaman buku kehidupan tentang kita tergambar secara rapi dengan alur yang misterius. Sang Maha Tau memilih untuk membiarkan kita dikejutkan dengan ketidakpastian yang terjadi dalam kehidupan kita. Kita hanya bisa berpasrah dan tabah dalam menjalani kehidupan ini.

C

Gerimis menjelang senja adalah pertanda bahwa tidak ada yang abadi dalam perjalanan waktu. Kemarin, hari ini, dan besok adalah sejarah yang tertulis dengan alur yang penuh ketidakpastian dan kejutan. Hal itu juga mengajarkan kita untuk tabah dan tawakal karena kita tidak bisa memahami arti kehidupan yang belum kita jalani sepenuhnya.

D

Senja sore itu nampak berbeda karena keberadaan gerimis. Gerimis itu seolah menjadi pertanda bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Hari-hari yang telah lewat dan akan datang sudah tertulis dalam sebuah alur yang penuh ketidakpastian dan kejutan, tetapi hal itu seharusnya memberikan dampak positif bagi manusia.

Pembahasan:

Parafrasa adalah pengungkapan atau penguraian kembali sebuah teks menjadi bentuk susunan kata yang lain. Pengubahan susunan kata ini bertujuan untuk menjelaskan makna yang tersembunyi yang terdapat di dalam teks.

Cara untuk membuat parafrasa dari sebuah puisi adalah dengan menguraikan kembali isi puisi secara tertulis dalam bentuk prosa dengan menggunakan kalimat sendiri. Selain itu, kita dapat menambah atau mengurangi kata untuk membuat larik puisi tersebut menjadi lebih mudah dipahami.

Bentuk parafrasa bait kedua puisi di atas dapat digambarkan seperti berikut.

gerimis menjelang senja

adalah gemerincing lonceng pertanda

memberi isyarat bahwa tak tidak ada yang abadi

dalam putaran perjalanan waktu.

kemarin, hari ini, dan besok adalah sejarah

yang tertulis dengan alur,

yang penuh suspense ketidakpastian dan surprise kejutan

yang hal itu juga mengajarkan kita

untuk tabah dan tawakal

karena kita tak tidak bisa membaca kisah memahami arti kehidupan yang belum

tertuliskan di kitab perjalanan kita jalani sepenuhnya.

Maka dari itu, parafrasa bait kedua puisi tersebut adalah

Gerimis menjelang senja adalah pertanda bahwa tidak ada yang abadi dalam perjalanan waktu. Kemarin, hari ini, dan besok adalah sejarah yang tertulis dengan alur yang penuh ketidakpastian dan kejutan. Hal itu juga mengajarkan kita untuk tabah dan tawakal karena kita tidak bisa memahami arti kehidupan yang belum kita jalani sepenuhnya.

Video
03 Mei 2020
Kehidupan Dunia Laut Dalam
Rangkuman
15 Januari 2021
Gagasan Pokok Teks | Bahasa Indonesia | Kelas 4 | Tema 1 Indahnya Kebersamaan | Subtema 1 Keragam...

Siswa

Ingin latihan soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Guru

Ingin akses bank soal, nonton, atau unduh materi belajar lebih banyak?

Buat Akun Gratis

Soal Populer Hari Ini

Cek Contoh Kuis Online

Kejar Kuis

Cek Contoh Bank Soal

Kejar Soal