Timun Mas (Mbok Sarni)

Di suatu desa hiduplah seorang janda tua yang bernama Mbok Sarni. Dia tinggal sendirian dan merasa kesepian. Dia sangat mendambakan adanya seorang anak yang bisa menemaninya. Suatu sore, Mbok Sarni pergi ke hutan untuk mencari kayu. Di tengah jalan Mbok Sarni bertemu dengan raksasa pemakan manusia. Ia gemetar ketakutan dan memohon raksasa untuk membiarkannya pergi.

"Baiklah, aku akan melepasmu kalau kau bisa memberiku seorang anak untuk disantap!" gelegar suara raksasa tersebut.

"Tapi aku tidak punya anak!" jawab Mbok Sarni dengan lirih.

"Grrr... kalau begitu, ambil biji mentimun ini! Aku titip untuk kau tanam. Lima belas tahun lagi aku akan kembali untuk memakannya," geram sang raksasa.

Mbok Sarni pun pulang dan menanam biji itu di halaman rumahnya. Setelah dua minggu, mentimun itu tumbuh dan berbuah sangat lebat. Salah satu mentimun terlihat berukuran cukup besar. Mbok Sarni kemudian memetik dan membelahnya. Ternyata mentimun itu berisi seorang bayi yang cantik jelita. Bayi itu kemudian diberi nama Timun Mas.

Walaupun bahagia mendapat seorang anak, Mbok Sarni teringat akan janjinya pada raksasa. Ia berpikir keras mencari cara agar Timun Mas tidak diambil oleh raksasa. Setelah mendengar tentang adanya petapa sakti, ia segera menyuruh Timun Mas untuk pergi meminta pertolongan. Oleh sang petapa, Timun Mas diberi empat buah bungkusan kecil untuk ditaburkan jika ia dikejar raksasa.

Benar saja, ketika saatnya tiba, raksasa datang menagih janjinya. Mbok Sarni berusaha mengulur waktu agar Timun Mas bisa kabur. Menyadari hal itu, si raksasa murka dan segera mengejar Timun Mas. Pertama Timun Mas melemparkan kantong yang berisi biji mentimun. Sungguh ajaib, timbul ladang mentimun yang lebat buahnya. Langkah raksasa pun menjadi terhambat, karena tubuhnya terlilit batang timun. Lalu dari jarum di kantong kedua tumbuhlah pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Kemudian, garam dalam kantong ketiga mengubah hutan menjadi lautan yang luas. Namun tetap saja sang raksasa berhasil terbebas dari hambatan dan terus mengejar Timun Mas. Ketakutan, Timun Mas pun melempar kantong terakhirnya yang berisi terasi. Dari situ terbentuklah lautan lumpur yang mendidih. Akhirnya sang raksasa tercebur di dalamnya dan mati. Timun Mas kembali ke rumah Mbok Sarni dengan lega. Mereka pun hidup berbahagia.

(Sumber: stapleskertas.blogspot.com, dengan penyesuaian)

Mengapa Mbok Sarni merasa kesepian?

A

Tidak mempunyai anak.

B

Tidak mempunyai tetangga.

C

Tidak mempunyai kakak.

D

Tidak mempunyai suami.

Pembahasan:

Perhatikan penggalan kalimat pada awal paragraf pertama:

Dia sangat mendambakan adanya seorang anak yang bisa menemaninya.

Dari kalimat di atas, dapat disimpulkan bahwa Mbok Sarni merasa kesepian karena tidak mempunyai anak.



Bahasa Indonesia Kelas 5 Membaca Teks Fiksi dan Nonfiksi-Urutan Peristiwa Menguraikan Urutan Peristiwa Video KD3.8
Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 44.164 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini