Baca teks berikut ini dengan cermat.

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Penerbitan aturan berkendara di jalan belum begitu efektif membuat para pengendara motor patuh. Meskipun sudah ada personel polisi yang bertugas menertibkan lalu lintas, masih banyak pengendara yang bandel. Berangkat dari permasalahan tersebut, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menerapkan sistem tilang elektronik atau ETLE (electronic traffic law enforcement). ETLE rencananya mulai diperluas pada Februari 2020.

Tilang elektronik akan diterapkan di beberapa titik di Jakarta dan Bekasi. Penerapan tilang tersebut dilakukan dengan memasang kamera-kamera di beberapa bahu jalan untuk merekam pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara motor. Foto dan video dari kamera ETLE nantinya akan diverifikasi oleh petugas dan akan dikirim ke rumah pengendara yang melanggar.

Meskipun program ETLE bertujuan baik, masih ada masyarakat yang kurang setuju. Jaenal, seorang pengemudi ojek online asal Kebon Jeruk, kurang setuju dengan adanya tilang format baru tersebut. Jaenal merasa tilang ETLE akan merugikannya ketika mencari dan mendapatkan penumpang. "Saya kurang setuju dengan tilang eletronik. Kalau kebetulan saya lewat Bundaran Senayan Ratu Plaza (Salah satu titik kamera ETLE) sambil megang handphone karena menghubungi penumpang bagaimana?" ujar Jaenal.

Di sisi lain, banyak pihak yang sepakat dengan penerapan tilang ETLE. Johan, pemuda asal Pondok Gede justru lebih menyukai sistem tilang ETLE. "Iya, kalau tilang yang ketemu polisi langsung kan suka ada transaksi ilegal, jadi kurang adil," ujar Johan. Ada juga Abidin yang berpendapat kalau tilang ETLE lebih efektif daripada tilang Ditlantas turun ke jalan. "Kalau yang ditangkap kamera kan lebih jelas pelanggarannya apa. Kalau yang tilang langsung di jalan kadang suka cari-cari kesalahan, kadang harus mengeluarkan uang lebih," ujar Abidin.

Karena persoalannya adalah lalu lintas jalanan umum, maka yang harus diutamakan adalah kebaikan pengendara. Tilang ETLE hadir untuk meningkatkan ketertiban sekaligus keselamatan di jalan. Oleh karena itu bagi pengendara yang melakukan aktivitas lain ketika di jalan, sebaiknya berhenti atau minggir terlebih dahulu. Masyarakat dan polisi diharapkan saling bekerja sama menjaga ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas.

(Sumber: Kompas.com, dengan penyesuaian)

Alasan pendukung dari kelompok yang pro terdapat pada kalimat nomor ....

A

(1)

B

(2)

C

(3)

D

(4)

Pembahasan:

Alasan pendukung adalah alasan yang digunakan oleh pihak pro atau kontra untuk menguatkan pendapat mereka.

Alasan pendukung pihak pro dalam teks diskusi di atas terdapat pada paragraf keempat kalimat keempat dan kalimat kelima. Kalimat keempat dan kalimat kelima tersebut berisi alasan Johan dan Abidin menyetujui diadakannya program tilang elektronik.

Jadi jawaban yang benar adalah

(3) "Kalau yang ditangkap kamera kan lebih jelas pelanggarannya apa. Kalau yang tilang langsung di jalan kadang suka cari-cari kesalahan, kadang harus mengeluarkan uang lebih," ujar Abidin.

Bahasa Indonesia Kelas 9 Menulis Teks Diskusi Menggali Informasi Teks Diskusi KD3.9
Ingin latihan soal-soal dengan topik yang sama?

Coba kuis

Ingin cari soal-soal dengan topik yang sama?

Bank Soal


Ayo daftar untuk mendapatkan 44.164 soal latihan!

Daftar sekarang!

Soal Populer Hari Ini