Bacalah penggalan buku fiksi berikut!
Dan aku mulai mendengarkan semua perkataan ayah. Hingga akhirnya aku sadar ini adalah nyata. Kanker itu telah kembali. Dan satu hal yang kini terpikirkan olehku adalah... berusaha tegar dan menerima.
"Ayah...!" ujarku yang membuat Ayah terdiam. "Tidak apa.. Kalau Tuhan maunya Keke menjalani cobaan ini, Keke siap!" ujarku dengan wajah tersenyum.
(Dikutip dari novel berjudul "Surat Kecil untuk Tuhan" karya Agnes Davonar)
Nilai kehidupan yang menonjol dalam penggalan teks fiksi tersebut adalah ....