Latihan Bahasa Indonesia Kelas IX Menulis Cerita Pendek
# 3
Pilgan

Pahami cerpen di bawah ini!

Hajah Bandiah menatap Rupiah beberapa saat, seakan ingin memastikan kesungguhan pertanyaan wanita yang memakai daster berlengan pendek, yang kainnya berkerut-kerut tidak disetrika itu.

“Kamu mau beli gas dan beras lima kilo?”

Rupiah mengangguk-angguk.

“Sekarang?”

“Ya, Bu Hajah. Saya dapat rezeki mendadak.”

“Alhamdulillah.”

Hajah Bandiah menimbang beras. Rupiah menukar tabung gas kosong miliknya dengan tabung gas yang masih bersegel, yang ada di teras warung.

“Ini beras kamu.” Hajah Bandiah menyerahkan beras lima kilogram dalam tas plastik besar dan tebal warna hitam.

“Terima kasih, Bu Hajah.” Rupiah mengangkat bungkusan beras itu dan meletakkannya ke lantai, di dekat tabung gas.

Hajah Bandiah mengambil kalkulator dari meja kecil, lalu menghitung. “Jadi semuanya, termasuk utang-utang kamu yang tadi dan kemarin-kemarin….”

“Jangan sekarang, Bu Hajah.”

Tangan Hajah Bandiah berhenti menekan tombol-tombol kalkulator.

“Maksud kamu?”

Rupiah menyeringai.

“Saya akan bayar minggu ini, Bu Hajah. Karena minggu ini saya akan dapat rezeki mendadak.”

Hajah Bandiah mendengus, melempar kalkulator ke meja kecil. Kalkulator itu meluncur dan berhenti di tepi meja. Bila saja Hajah Bandiah melempar lebih kencang, pastilah mesin hitung itu jatuh ke lantai keramik.

“Saya ndak mengerti maksud kamu, Rup,” Hajah Bandiah menatap tajam Rupiah.

Rupiah gugup. Ia merogoh potongan koran dari sela-sela kutangnya, membuka lipatan potongan koran itu, dan menunjukkannya pada Hajah Bandiah.

“Lihat ini, Bu Hajah. Ini bintang saya. Taurus. Minggu ini saya akan mendapat rezeki mendadak.”

“Astaghfirullah,” Hajah Bandiah menghela napas. Hajah Bandiah meletakkan kedua siku tangannya ke tepi etalase, sementara kedua telapak tangannya memegang kepalanya yang tertunduk.

“Bukankah ini hari Ahad, Rup? Artinya, hari ini akhir dari minggu ini,” kata Hajah Bandiah dengan suara ditekan.

Rupiah menyeringai lagi.

“Bila begitu saya akan dapat rezeki mendadak hari ini, Bu Hajah. Besok saya akan bayar semua utang saya,” Rupiah melipat lagi potongan koran dan menyelipkan ke sela-sela kutangnya. Rupiah menyambar tabung gas dan bungkusan beras. Buru-buru meninggalkan warung.

“Rupiah!”

Rupiah tak mempedulikan teriakan Hajah Bandiah. Ia mempercepat langkah.

(Dikutip dari cerpen berjudul "Ramalan Bintang" karya Sulistiyo Suparno)

Ringkasan dari kutipan cerpen di atas adalah ...

A

Rupiah percaya bahwa ia akan mendapatkan rezeki mendadak akibat dari ramalan bintangnya dan dengan dasar itu ia berani mengutang untuk membeli keperluan rumah tangganya.

B

Rupiah dan Bu Hajah adalah sahabat dekat, maka dari itu Bu Hajah dengan sukarela memberikan hutangan kepada Rupiah. Bu Hajah kasihan dengan kondisi ekonomi Rupiah yang defisit.

C

Rupiah mendapatkan rezeki mendadak dan menggunakan uangnya untuk membeli keperluan rumah tangganya di warung Bu Hajah serta membayar seluruh hutang-hutangnya.

D

Rupiah memiliki bintang Taurus dan ia percaya dengan keberuntungan ramalan bintangnya sehingga ia menggemborkannya kepada Bu Hajah dan membeli barang-barang sekunder di warung Bu Hajah.