Cermati kutipan novel berikut!
Meski tersembul di antara gumpal awan April, purnama kedua belas terang benderang. Begitu terang sehingga Sabari yang duduk sendiri di beranda, sedih, kesepian, dan merana, dapat melihat gurat nasib di telapak tangan kirinya. Tangan kanannya erat menggenggam pensil.
(Dikutip dari novel berjudul Ayah karya Andrea Hirata)
Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwa latar waktu kejadian tersebut berlangsung adalah ....