Latihan Bahasa Indonesia Kelas IX Identifikasi Unsur Cerita Pendek
# 8
Pilgan

Bacalah penggalan cerita berikut!

Rumahku tidak mewah ataupun indah. Melainkan hanya rumah kumuh yang sederhana. Tetapi ibuku selalu mengajarkanku bersyukur untuk menerima takdir yang diberikan oleh Allah. Namaku Putri Jelita. Panggil aku Putri.

“Kita tidak perlu hidup kaya, nak.” ucap ibuku pada suatu hari. Itulah yang menyentuh hatiku. Walaupun ayahku sudah tiada, itu bukanlah akhir.

Pagi-pagi sekali aku segera ke sumur untuk mandi. Ibuku tidak mampu membayar tagihan air, aku hanya menurut dan terus bersyukur. Karena kesederhanaan itu indah.

“Huh ... dingin sekali. Tapi aku harus mandi dan pergi ke sekolah” ujarku saat tiba di sumur.

Setelah mandi aku segera pulang dan mengenakan seragam sekolahku. Dan sarapan dengan tempe goreng dan nasi.

(sumber: Kesederhanaan yang Indah, oleh Adelia Putri Marzuki http://cerpenmu.com/cerpen-anak/kesederhanaan-yang-indah.html)

Pernyataan yang sesuai dengan cerpen di atas ialah ....

A

ayah dari tokoh aku adalah sosok yang menyenangkan

B

tokoh "aku" dan keluarganya hidup dalam kemewahan dan kekayaan

C

ibu dari tokoh "aku" selalu mengajarkan hidup berfoya-foya

D

tokoh "aku" adalah sosok yang penurut dan hidup dalam kesederhanaan

Pembahasan:

Apabila kita mencocokkan jawaban dengan apa yang terjadi di dalam penggalan cerpen tersebut, maka:

  • Ayah dari tokoh "aku" adalah sosok yang menyenangkan. Pernyataan ini salah karena di dalam penggalan cerpen tersebut tidak ada deskripsi karakter sosok ayah dari tokoh "aku".
  • Tokoh "aku" dan keluarganya hidup dalam kemewahan dan kekayaan. Pernyataan ini salah karena di awal cerita dikisahkan bahwa tokoh "aku" dan ibunya hanya hidup dalam rumah kumuh yang sederhana. Ibunya pun tidak mampu membayar tagihan listrik. Karena itu dapat dikatakan bahwa keluarga tokoh "aku" tidak hidup dalam kemewahan dan kekayaan.
  • Ibu dari tokoh "aku" selalu mengajarkan hidup berfoya-foya. Pernyataan ini salah karena nasihat ibu tokoh "aku" untuk menerima takdir yang diberikan oleh Allah dan tidak perlu hidup kaya. Ini artinya ibu dari tokoh "aku" tidak mengajarkan untuk hidup berfoya-foya.
  • Tokoh "aku" adalah sosok yang penurut dan hidup dalam kesederhanaan. Pernyataan ini tepat karena sesuai dengan isi teks "... aku hanya menurut dan terus bersyukur. Karena kesederhanaan itu indah".