Latihan AKM Literasi Kelas II Teks Sastra
# 1
Pilgan

Asal-Usul Tumpeng

Suatu hari, rumah Tania mengadakan syukuran. Saat kami hendak makan, ibunya mengeluarkan sebuah tumpeng berukuran besar. Tania berbisik di sebelahku.

“Tahukah kamu alasan tumpeng dibentuk menyerupai gunung, Tok?” tanyanya. Aku menggeleng. Dia tertawa kecil.

“Dahulu, tumpeng digunakan masyarakat Jawa untuk persembahan kepada gunung. Bentuk tumpeng tidak serta merta langsung kerucut! Tumpeng baru berbentuk kerucut ketika agama Hindu masuk ke Indonesia. Arti kerucut ini merupakan tiruan bentuk gunung Mahameru yang menjadi tempat bersemayamnya para dewa-dewi mereka!” jelas Tania. Aku mengangguk-angguk.

“Jangan bilang kalau lauk pauk dan sayur di sekitarnya juga punya makna!” tebakku. Tania mengangguk-angguk.

“Tentu saja ada! Kau lihat di sana, ada berapa jenis lauk di sekitar nasi tumpeng?” tanya Tania. Aku mulai menghitung.

“Tujuh,” jawabku.

“Nah, tujuh dalam bahasa Jawa disebut pitu, yang juga bisa diartikan sebagai pitulungan. Pitulungan berarti pertolongan. Kau lihat telur itu? Itu menggambarkan kebersamaan. Selain itu, ada juga ayam jago yang dimasak bumbu kuning. Artinya adalah manusia sebaiknya menghindari sifat jelek yang ada pada ayam jago, seperti kesombongan dan sifat ingin menang sendiri!” jelas Tania lagi.

“Tania, Antok, ayo dimakan, jangan ngobrol terus!” tegur Ibu Tania sesaat kemudian. Aku dan Tania hanya saling berpandangan sebelum ikut mengambil piring dan nasi tumpeng. 

(Sumber: bobogrid.id dengan penyesuaian)

Tumpeng adalah makanan yang berasal dari kebudayaan suku ....

A

Tengger

B

Toraja

C

Jawa

D

Batak

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10