Energi fosil mulai dipakai sejak awal manusia memasuki era revolusi industri sebagai sumber energi untuk melakukan pembakaran. Ada berbagai jenis energi fosil yaitu batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Saat ini, penggunaan energi fosil mulai dikurangi karena beberapa masalah berikut, antara lain:
- Energi fosil memiliki kuantitas yang terbatas karena pembaharuan energi fosil membutuhkan waktu ribuan tahun.
- Energi fosil menghasilkan emisi yang mencemari udara yaitu gas-gas rumah kaca seperti CO2, NOx, dan SOx.
- Energi fosil berpotensi memperparah pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca.
- Penambangan energi fosil dapat merusak lingkungan terutama penambangan batu bara yang tidak ditutup kembali dan penambangan minyak menggunakan metode fracking yang berlebihan.
Sementara itu, energi fosil masih menjadi energi utama hingga saat ini karena energi spesifik (kandungan energi per kg) dan densitas energi (kandungan energi per volume) dari energi fosil masih cukup tinggi.
Jadi, masalah yang bukan dimiliki oleh energi fosil adalah energi fosil memiliki energi spesifik dan densitas energi yang rendah.