Latihan Bahasa Indonesia Kelas V Kesimpulan Teks
# 4
Pilgan

Bacalah teks berikut dengan cermat!

Perang Diponegoro

Perang Diponegoro berawal dari kekecewaan Pangeran Diponegoro atas campur tangan Belanda terhadap istana dan tanah tumpah darahnya. Kekecewaan itu memuncak ketika Patih Danureja atas perintah Belanda memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhurnya.

Dipimpin Pangeran Diponegoro, rakyat Tegalrejo menyatakan perang melawan Belanda tanggal 20 Juli 1825. Diponegoro dibantu oleh Pangeran Mangkubumi sebagai penasehat, Pangeran Ngabehi Jayakusuma sebagai panglima, dan Sentot Ali Basyah Prawiradirja sebagai panglima perang. Pangeran Diponegoro juga didukung oleh para ulama dan bangsawan. Daerah-daerah lain di Jawa ikut berjuang melawan Belanda, salah satunya Kyai Mojo dari Surakarta yang mengobarkan Perang Sabil.

Pada tahun 1827, Belanda mendatangkan bantuan dari Sumatra dan Sulawesi. Jenderal De Kock menerapkan taktik perang benteng stelsel. Taktik ini berhasil mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro. Banyak pemimpin pasukan Pangeran Diponegoro gugur dan tertangkap. Namun demikian, pasukan Diponegoro tetap gigih. Akhirnya, Belanda mengajak berunding. Dalam perundingan yang diadakan tanggal 28 Maret 1830 di Magelang, Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda. Beliau diasingkan dan meninggal di Makassar.

Kesimpulan teks di atas adalah ...

A

Perang Diponegoro berawal dari kekecewaan Pangeran Diponegoro karena Belanda campur tangan terhadap istana dan memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhur. Akibatnya, rakyat Tegalrejo yang dipimpin Pangeran Diponegoro menyatakan perang melawan Belanda tanggal 20 Juli 1825. Namun, pada tahun 1827, Belanda mendatangkan bantuan dari Sumatra dan Sulawesi. Jenderal De Kock menerapkan taktik perang benteng stelsel hingga berhasil mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro. Kegigihan rakyat membuat Belanda mengajak berunding hingga akhirnya Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan sampai meninggal di Makassar.

B

Perang Diponegoro berawal dari kekecewaan Pangeran Diponegoro karena Belanda campur tangan terhadap istana dan memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhur. Akibatnya, rakyat Tegalrejo yang dipimpin Pangeran Diponegoro menyatakan perang melawan Belanda tanggal 28 Maret 1830. Namun, pada tahun 1825, Belanda mendatangkan bantuan dari Sumatra dan Sulawesi. Jenderal De Kock menerapkan taktik perang benteng stelsel hingga berhasil mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro. Kegigihan rakyat membuat Belanda mengajak berunding hingga akhirnya Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan sampai meninggal di Makassar.

C

Perang Diponegoro berawal dari kekecewaan Pangeran Diponegoro karena Belanda campur tangan terhadap istana dan memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhur. Akibatnya, rakyat Tegalrejo yang dipimpin Pangeran Diponegoro menyatakan perang melawan Belanda tanggal 20 Juli 1825.

D

Pada tahun 1827, Belanda mendatangkan bantuan dari Sumatra dan Sulawesi. Jenderal De Kock menerapkan taktik perang benteng stelsel hingga berhasil mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro. Kegigihan rakyat membuat Belanda mengajak berunding hingga akhirnya Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan sampai meninggal di Makassar.