Latihan Fisika Kelas X Periode Gerak Harmonik Sederhana (GHS)
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 6
2. 5
3. 3
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Apabila bandul bergerak dengan gerakan B-C-B-A-B-C-B, berapa periode yang terbentuk?

    A

    1 periode

    B

    1 periode

    C

     periode

    D

    2 periode

    E

     periode

    Pembahasan:

    Periode merupakan banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan 1 getaran penuh. Pada kasus bandul, 1 getaran penuh adalah gerakan dari titik keseimbangan - titik maksimal - titik keseimbangan - titik maksimal - titik keseimbangan. Secara keseluruhan untuk menyelesaikan 1 periode, gerak yang diperlukan pada bandul ini adalah gerakan B-C-B-A-B.

    Jadi, gerakan B-C-B-A-B-C-B merupakan gerakan 112\frac{1}{2} periode

  • Pilgan

    Empat buah bandul sederhana yaitu A, B, C, dan D digantungkan pada satu atap yang sama. Diketahui bahwa panjang tali keempat bandul adalah  dan sudut simpangannya adalah  dan . Jika  dan  dengan , maka bandul yang memiliki frekuensi dan periode terkecil berturut-turut adalah ....

    A

    D dan A

    B

    D dan C

    C

    B dan D

    D

    C dan A

    E

    A dan D

    Pembahasan:

    Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Frekuensi gerak harmonik pada bandul sederhana dapat dicari melalui persamaan berikut.

    f=12πglf=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{g}{l}} 

    Sedangkan periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Periode gerak harmonik pada bandul sederhana dapat dicari melalui persamaan berikut.

    T =2πlgT\ =2\pi\sqrt{\frac{l}{g}}

    Dimana gg merupakan percepatan gravitasi dan ll merupakan panjang bandul. Persamaan periode dan frekuensi tersebut menunjukkan bahwa amplitudo, sudut simpangan, dan massa beban tidak berpengaruh terhadap besarnya periode dan frekuensi osilasi bandul. Nilai periode dan frekuensi bandul hanya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi dan panjang tali.

    Untuk frekuensi bandul:

    • Semakin panjang tali, maka frekuensi bandul semakin kecil.
    • Semakin besar percepatan gravitasi, maka frekuensi bandul semakin besar.

    Untuk periode bandul:

    • Semakin panjang tali, maka periode bandul semakin besar.
    • Semakin besar percepatan gravitasi, maka periode bandul semakin kecil.

    Karena bandul D merupakan bandul dengan panjang tali terpanjang, maka frekuensi bandul D adalah yang terkecil sedangkan periodenya yang terbesar. Sedangkan bandul A yang memiliki panjang tali terpendek, frekuensinya adalah yang terbesar sedangkan periodenya yang terkecil.

    Jadi, bandul yang memiliki frekuensi dan periode terkecil berturut-turut adalah D dan A.

  • Pilgan

    Spring Bed Images | Free Vectors, Stock Photos & PSD

    Agar nyaman, sebuah kasur biasanya diberi pegas untuk meredam getaran dari orang yang tidur di atasnya. Kasur jenis ini disebut sebagai spring bed. Sebuah spring bed didesain dengan pegas berkonstanta 100 N/m dan beban maksimal yang bisa ditopang adalah 240 kg. Apabila kasur itu sendiri bermassa 13 kg dan ditiduri oleh orang seberat 51 kg, berapa frekuensi yang dialami oleh pegas-pegas di kasur tersebut?

    A

     Hz

    B

     Hz

    C

     Hz

    D

     Hz

    E

     Hz

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Beban maksimal kasur mmaksm_{maks} = 240 kg (tidak digunakan)

    Massa kasur mkm_k = 13 kg

    Massa orang mom_o = 51 kg

    Konstanta pegas kk = 100 N/m

    Ditanya:

    Frekuensi pegas ff = ?

    Jawab:

    Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada pegas, besarnya frekuensi dapat dicari melalui persamaan f=12πkmf=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{k}{m}} dimana kk merupakan konstanta pegas dan mm merupakan massa beban. Pada persoalan ini, massa yang digunakan adalah massa yang dianggap sebagai beban oleh pegas yaitu massa kasur mkm_k dan massa orang mom_o

    Sehingga untuk mencari besar frekuensinya

    f=12πkmf=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{k}{m}} 

    =12πkmo+mk=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{k}{m_o+m_k}}

    =12π10051+13=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{100}{51+13}}

    =12π10064​​=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{100}{64}}​​

    =12π(108)=\frac{1}{2\pi}\left(\frac{10}{8}\right)

    =58π=\frac{5}{8\pi} Hz

    Jadi, besarnya frekuensi pada pegas-pegas kasur adalah 58π\frac{5}{8\pi} Hz.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Yaya tidak sengaja menyenggol sebuah lapu gantung yang ada di dapur dan menyebabkan lampu gantung tersebut berosilasi harmonik sederhana. Lampu gantung tersebut terdiri atas tali kabel sepanjang 250 cm dan lampu bermassa 20 gram. Jika massa tali kabel diabaikan dan percepatan gravitasi adalah 10 m/s2, maka besar periode osilasi lampu gantung adalah .... ()

    A

     s

    B

     s

    C

     s

    D

     s

    E

     s

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar lampu gantung.

    Panjang tali kabel ll = 250 cm = 2,5 m

    Massa lampu mm = 20 gram = 0,02 kg

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    π=3,14\pi=3,14

    Ditanya:

    Periode osilasi lapu gantung T=T=?

    Dijawab:

    Periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Gerak osilasi oleh lampu gantung merupakan salah satu contoh gerak harmonik sederhana pada bandul. Periode gerak harmonik pada bandul sederhana dapat dicari melalui persamaan berikut.

    T =2πlgT\ =2\pi\sqrt{\frac{l}{g}}

    Dimana ll merupakan panjang bandul dan gg merupakan percepatan gravitasi.

    Sehingga, periode osilasi lampu gantung adalah sebagai berikut.

    T=2πlgT=2\pi\sqrt{\frac{l}{g}}

    T=2(3,14)2,510T=2\left(3,14\right)\sqrt{\frac{2,5}{10}}

    T=6,280,25T=6,28\sqrt{0,25}

    T=6,28(0,5)T=6,28\left(0,5\right)

    T=3,14T=3,14 s

    T=πT=\pi s

    Jadi, besar periode osilasi lampu gantung adalah π\pi s.

  • Pilgan

    Seekor laba-laba bermassa  berosilasi dengan periode  dan frekuensi  pada jaring laba-labanya. Jika periode dari gerak osilasinya menjadi , maka laba-laba yang ada pada jaring-jaring laba-laba tersebut harus bermassa ....

    A

    

    B

    

    C

    

    D

    

    E

    

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa laba-laba 1 m1=Mm_1=M

    Periode 1 T1=TT_1=T

    Frekuensi 1 f1=ff_1=f

    Periode 2 T2=3TT_2=3T

    Ditanya:

    Massa laba-laba 2 m2=m_2=?

    Dijawab:

    Pada kasus ini, gerak osilasi pada jaringnya merupakan salah satu contoh dari gerak harmonis sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sifat elastis dari jaring laba-laba tersebut mirip dengan prinsip pegas. Hewan bermassa yang bergerak atau terjebak pada jaring laba-laba, menyebabkan jaring tersebut bergerak sejauh simpangan y dan berosilasi.

    Periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Pada gerak harmonik sederhana pegas, besarnya periode bisa didapatkan melalui persamaan berikut.

    T =2πmkT\ =2\pi\sqrt{\frac{m}{k}}

    Dimana kk merupakan konstanta pegas dan mm merupakan massa beban. Berdasarkan persamaan periode getaran pegas dapat diketahui bahwa periode berbanding lurus dengan akar massanya. Secara matematis dituliskan sebagai berikut.

    TmT\approx\sqrt{m}

    Sehingga, untuk mengetahui massa laba-laba 2 agar periode osilasi jaring laba-laba menjadi 3T3T dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut.

    T1T2=m1m2\frac{T_1}{T_2}=\frac{\sqrt{m_1}}{\sqrt{m_2}}

    T3T=Mm2\frac{T}{3T}=\frac{\sqrt{M}}{\sqrt{m_2}}

    T2(3T)2=Mm2\frac{T^2}{\left(3T\right)^2}=\frac{M}{m_2}

    T29T2=Mm2\frac{T^2}{9T^2}=\frac{M}{m_2}

    19=Mm2\frac{1}{9}=\frac{M}{m_2}

    m2=9Mm_2=9M

    Jadi, laba-laba yang ada pada jaring-jaring laba-laba tersebut harus bermassa 9M9M.

  • Pilgan

    Sebuah pegas bergetar secara harmonik sederhana sesuai dengan persamaan , dengan  dan  dalam meter dan  dalam sekon. Jika , maka besar frekuensi getaran pegas tersebut adalah ... kHz.

    A

    0,01

    B

    1

    C

    100

    D

    10

    E

    0,1

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Persamaan simpangan y=0,5sin62,8ty=0,5\sin62,8t

    π=3,14\pi=3,14

    Ditanya:

    Frekuensi getaran pegas f=f=?

    Jawab:

    Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada gerak harmonik sederhana pegas, besarnya frekuensi dapat juga dicari melalui persamaan berikut.

    ω=2πf    f=ω2π\omega=2\pi f\ \ \rightarrow\ \ f=\frac{\omega}{2\pi\text{}}

    Dengan ω\omega merupakan kecepatan sudut atau frekuensi sudut. Berdasarkan persamaan simpangan yaitu:

    y=0,5sin6,28ty=0,5\sin6,28t

    Dapat diketahui bahwa:

    • Amplitudo getaran pegas A=0,5A=0,5 m
    • Kecepatan sudut getaran pegas ω=62,8\omega=62,8 rad/s

    Sehingga, frekuensi getarannya dapat dihitung sebagai berikut.

    f=ω2πf=\frac{\omega}{2\pi\text{}}

    f=62,82(3,14)f=\frac{62,8}{2\left(3,14\right)}

    f=62,86,28f=\frac{62,8}{6,28}

    f=10f=10 Hz

    f=0,01f=0,01 kHz

    Jadi, besar frekuensi getaran pegas tersebut adalah 0,01 kHz.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Tiga pegas yang memiliki konstanta pegas masing-masing yaitu  N/m,  N/m, dan  N/m disusun paralel-seri seperti pada gambar. Sistem pegas tersebut diberi beban bermassa 6 kg dan ditarik sejauh x lalu dilepaskan, sehingga bergetar secara harmonik sederhana. Jika  = 10 m/s2, maka besar periode gerak sistem pegas tersebut adalah ....

    A

     s

    B

     s

    C

     s

    D

     s

    E

     s

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian sistem pegas.

    Konstanta pegas 1 k1=2k_1=2 N/m

    Konstanta pegas 2 k2=2k_2=2 N/m

    Konstanta pegas 3 k3=8k_3=8 N/m

    Massa beban rangkaian pegas m=6m=6 kg

    Ditanya:

    Periode sistem pegas T=T=?

    Jawab:

    Periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Pada pegas, besarnya periode bisa didapatkan melalui persamaan berikut.

    T =2πmkT\ =2\pi\sqrt{\frac{m}{k}}

    Dimana mm merupakan massa beban dan kk merupakan konstanta pegas. Pada kasus ini, konstanta pegas yang digunakan merupakan konstanta pegas total dari rangkaian.

    Mula-mula menghitung konstanta pegas 1 dan 2 yang disusun paralel sebagai berikut.

    kp=k1+k2k_{\text{p}}=k_1+k_2

    kp=2+2k_{\text{p}}=2+2

    kp=4k_{\text{p}}=4 N/m

    Selanjutnya menghitung konstanta pegas total dari pegas pengganti paralel dan pegas 3 yang disusun seri sebagai berikut.

    1ks=1ktotal=1kp+1k3\frac{1}{k_{\text{s}}}=\frac{1}{k_{\text{total}}}=\frac{1}{k_{\text{p}}}+\frac{1}{k_3}

    1ktotal=14+16\frac{1}{k_{\text{total}}}=\frac{1}{4}+\frac{1}{6}

    1ktotal=2+18\frac{1}{k_{\text{total}}}=\frac{2+1}{8}

    1ktotal=38\frac{1}{k_{\text{total}}}=\frac{3}{8}

    ktotal=83k_{\text{total}}=\frac{8}{3}

    Sehingga besar periodenya dapat dihitung sebagai berikut.

    T =2πmktotalT\ =2\pi\sqrt{\frac{m}{k_{\text{total}}}}

    T =2π683T\ =2\pi\sqrt{\frac{6}{\frac{8}{3}}}

    T =2π(6)(83)T\ =2\pi\sqrt{\left(6\right)\left(\frac{8}{3}\right)}

    T =2π16T\ =2\pi\sqrt{16}

    T =2π(4)T\ =2\pi\left(4\right)

    T =8πT\ =8\pi s

    Jadi, besar periode gerak sistem pegas tersebut adalah 8π8\pi s.

  • Pilgan

    Dua pegas identik yaitu pegas A dan pegas B memiliki konstanta pegas yang sama yaitu . Pegas A diberi beban bermassa  kg, sedangkan pegas B diberi beban bermassa 1 kg. Jika kedua pegas bergetar harmonik secara bersamaan, maka perbandingan frekuensi getaran pegas A dan pegas B adalah ....

    A

    2 : 3

    B

    3 : 1

    C

    1 : 3

    D

    1 : 9

    E

    9 : 1

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Konstanta pegas A dan pegas B kA=kB=kk_{\text{A}}=k_{\text{B}}=k

    Massa beban pegas A mA=19m_{\text{A}}=\frac{1}{9} kg

    Massa beban pegas B mB=1m_{\text{B}}=1 kg

    Ditanya:

    Perbandingan frekuensi getaran pegas A dan pegas B fA:fB=f_{\text{A}}:f_{\text{B}}=?

    Jawab:

    Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada gerak harmonik sederhana pegas, besarnya frekuensi dapat dicari melalui persamaan berikut.

    f=12πkmf=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{k}{m}} 

    Dimana kk merupakan konstanta pegas dan mm merupakan massa beban. Karena pegas A dan pegas B identik dan memiliki konstanta pegas yang sama, maka berdasarkan persamaan frekuensi getaran pegas dapat diketahui bahwa frekuensi berbanding terbalik dengan akar massanya. Secara matematis dituliskan sebagai berikut.

    f1mf\approx\frac{1}{\sqrt{m}}

    Sehingga, perbandingan frekuensi getaran pegas dapat dihitung sebagai berikut.

    fAfB=mBmA\frac{f_{\text{A}}}{f_{\text{B}}}=\frac{\sqrt{m_{\text{B}}}}{\sqrt{m_{\text{A}}}}

    fAfB=119\frac{f_{\text{A}}}{f_{\text{B}}}=\frac{\sqrt{1}}{\sqrt{\frac{1}{9}}}

    fAfB=113\frac{f_{\text{A}}}{f_{\text{B}}}=\frac{1}{\frac{1}{3}}

    fAfB=31\frac{f_{\text{A}}}{f_{\text{B}}}=\frac{3}{1}

    Jadi, perbandingan frekuensi getaran pegas A dan pegas B adalah 3 : 1.

  • Pilgan

    Suatu eksperimen dengan menggunakan dua bandul sederhana yaitu bandul P dan bandul Q disajikan dalam bentuk grafik x-t berikut.

    Perbandingan periode osilasi bandul P dan bandul Q adalah ....

    A

    2 : 1

    B

    1 : 1

    C

    1 : 2

    D

    3 : 2

    E

    3 : 1

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Grafik x-t osilasi bandul P dan bandul Q.

    Grafik bandul P:

    Banyaknya gelombang nPn_{\text{P}} = 1

    Waktu tPt_{\text{P}} = 4 s

    Grafik bandul Q:

    Banyaknya gelombang nQn_{\text{Q}} = 1,25

    Waktu tQt_{\text{Q}}= 5 s

    Ditanya:

    Perbandingan periode bandul P dan bandul Q TP:TQ=T_{\text{P}}:T_{\text{Q}}=?

    Dijawab:

    Periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Secara matematis, periode dirumuskan dengan persamaan berikut.

    T=tnT=\frac{t}{n}

    Sehingga, perbandingan periode bandul P dan bandul Q adalah sebagai berikut.

    TPTQ=tPnPtQnQ\frac{T_{\text{P}}}{T_{\text{Q}}}=\frac{\frac{t_{\text{P}}}{n_{\text{P}}}}{\frac{t_{\text{Q}}}{n_{\text{Q}}}}

    TPTQ=(tPnP)(nQtQ)\frac{T_{\text{P}}}{T_{\text{Q}}}=\left(\frac{t_{\text{P}}}{n_{\text{P}}}\right)\left(\frac{n_{\text{Q}}}{t_{\text{Q}}}\right)

    TPTQ=(41)(1,255)\frac{T_{\text{P}}}{T_{\text{Q}}}=\left(\frac{4}{1}\right)\left(\frac{1,25}{5}\right)

    TPTQ=55\frac{T_{\text{P}}}{T_{\text{Q}}}=\frac{5}{5}

    TPTQ=11\frac{T_{\text{P}}}{T_{\text{Q}}}=\frac{1}{1}

    Jadi, perbandingan periode osilasi bandul P dan bandul Q adalah 1 : 1.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Pegas 1 ( N/m), pegas 2 ( N/m), dan pegas 3 ( N/m) disusun secara seri-paralel seperti pada gambar. Susunan pegas tersebut kemudian diberi beban bermassa 1 kg lalu ditarik dan dilepaskan, sehingga bergetar secara harmonik. Jika  = 10 m/s2, maka besar frekuensi getaran sistem pegas tersebut adalah ... Hz

    A

    

    B

    

    C

    

    D

    

    E

    

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian sistem pegas.

    Konstanta pegas 1 k1=2k_1=2 N/m

    Konstanta pegas 2 k2=8k_2=8 N/m

    Konstanta pegas 3 k3=8k_3=8 N/m

    Massa beban rangkaian pegas mm = 1 kg

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Ditanya:

    Frekuensi pegas f=f=?

    Jawab:

    Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada pegas, besarnya frekuensi dapat dicari melalui persamaan berikut.

    f=12πkmf=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{k}{m}} 

    Dimana kk merupakan konstanta pegas dan mm merupakan massa beban. Pada kasus ini, konstanta pegas yang digunakan merupakan konstanta pegas total dari rangkaian.

    Mula-mula menghitung konstanta pegas pengganti dari pegas 2 dan 3 yang disusun paralel sebagai berikut.

    kp=k2+k3k_{\text{p}}=k_2+k_3

    kp=8+8k_{\text{p}}=8+8

    kp=16k_{\text{p}}=16 N/m

    Selanjutnya menghitung konstanta pegas total dari pegas pengganti paralel dan pegas 1 yang disusun seri sebagai berikut.

    1ks=1ktotal=1k1+1kp\frac{1}{k_{\text{s}}}=\frac{1}{k_{\text{total}}}=\frac{1}{k_1}+\frac{1}{k_{\text{p}}}

    1ktotal=12+116\frac{1}{k_{\text{total}}}=\frac{1}{2}+\frac{1}{16}

    1ktotal=8+116\frac{1}{k_{\text{total}}}=\frac{8+1}{16}

    1ktotal=916\frac{1}{k_{\text{total}}}=\frac{9}{16}

    ktotal=169k_{\text{total}}=\frac{16}{9}

    Sehingga, frekuensi getaran sistem pegas dapat dihitung sebagai berikut.

    f=12πkmf=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{k}{m}}

    f=12π(169)1f=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{\left(\frac{16}{9}\right)}{1}}

    f=12π(169)f=\frac{1}{2\pi}\sqrt{\left(\frac{16}{9}\right)}

    f=12π(43)f=\frac{1}{2\pi}\left(\frac{4}{3}\right)

    f=23πf=\frac{2}{3\pi}

    f=23πf=\frac{2}{3\pi} Hz

    Jadi, besar frekuensi getaran sistem pegas tersebut adalah 23π\frac{2}{3\pi} Hz.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 329.542 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.