Latihan Bahasa Indonesia Kelas VIII Menulis Teks Eksplanasi
# 6
Pilgan

Cermati kerangka teks eksplanasi berikut!

1) Pengertian kenakalan remaja

2) Faktor penyebab kenakalan remaja

3) Contoh kenakalan remaja

4) Akibat kenakalan remaja

5) Kesimpulan dari teks kenakalan remaja


Dari kerangka tersebut pengembangan bagian pertama yang tepat adalah ...

A

Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.

B

Di Indonesia salah satu bentuk kenakalan remaja yang marak dijumpai, terutama di kota-kota besar adalah tawuran pelajar. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat terjadinya tren peningkatan angka kasus tawuran di kalangan pelajar sepanjang tahun 2018. Sepanjang tahun 2017 hingga 2018, KPAI mencatat 202 anak berhadapan dengan hukum karena terlibat tawuran. Sementara kekerasan di lingkungan sekolah dengan anak sebagai pelaku sepanjang 2019 tercatat 3 kasus di Gresik, Talakar, dan Ngawi, Jawa Timur.

C

Para sosiolog, psikiater, dan kriminolog setuju bahwa penyebab kenakalan remaja bukan bersifat tunggal. Biasanya, hal ini terjadi ketika anak tersebut terpapar pengaruh buruk dari berbagai faktor dan dalam jangka waktu lama tanpa pernah ada intervensi baik di tengah kehidupannya. Meski demikian, peneliti mengelompokkan penyebab kenakalan remaja dalam empat kategori, yaitu: pola asuh dalam keluarga yang salah, pergaulan anak yang salah, kegagalan sekolah dalam mengembangkan karakter anak karena ketidakcocokan kurikulum maupun ketersediaan ekstrakurikuler yang berlaku di lembaga pendidikan tersebut, dan faktor lainnya misal ketidakpuasan atas penegakan hukum, pengaruh media massa, hingga faktor politis.

D

Kenakalan remaja bukan hanya merugikan bagi anak, namun juga meresahkan bagi masyarakat. Beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya kenakalan remaja adalah sebagai berikut, yaitu orang tua senantiasa membangun hubungan yang baik dengan anak, mengajarkan nilai-nilai dasar dan mengembangkan sikap anak untuk menghargai perbedaan, serta melibatkan anak secara aktif dalam pembelajaran.