Latihan AKM Literasi Kelas II Teks Sastra
# 2
Pilgan

Wisata ke Rumah Adat Retenggaro

(Sumber: budi.kemdikbud.go.id)

Rombongan keluarga Siti memasuki sebuah ruangan yang dengan perapian dapur dan kamar-kamar kecil yang tertutup kelambu. Mereka mengamati sekeliling dengan kagum. Garis-garis cahaya sinar matahari mengintip dari balik kisi-kisi dinding yang dibuat longgar karena rumah itu tidak berjendela. Sayup-sayup, mereka juga dapat mendengar suara ombak di kejauhan.

“Bapak, ibu, dan adik-adik sekalian, bagian bawah rumah yang baru kita lewati adalah kali kambunga atau kolong rumah yang biasa digunakan sebagai kandang ternak. Sementara itu, yang Anda lihat saat ini adalah bagian dalam rumah atau uma bei. Bagian ini digunakan untuk melangsungkan hidup sehari-hari,” kata pemandu wisata mereka.

Ia mengajak keluarga Siti berkeliling, tetapi Siti penasaran pada pilar kayu besar yang menopang rumah tersebut.

“Pilar ini terlihat kuat sekali,” kata Siti. Pemandu wisata mengangguk.

“Tentu saja. Pilar rumah adat Retenggaro menggunakan kayu kadiambil. Kayu yang digunakan harus kayu utuh yang juga berfungsi sebagai pondasi. Kayu ini ditancapkan kira-kira 50 cm ke dalam tanah kemudian ditutup oleh batu cadas.”

“Mengapa pondasinya hanya ditanam 50 cm?” tanya Siti.

“Tentu saja karena rumah ini dibangun di atas batu cadas,” sela kakak Siti. Siti mengangguk-angguk.

“Nah, dinding-dinding rumah ini terbuat dari bambu utuh yang dipipihkan. Kemudian, ada fakta yang lebih menarik. Lihat di sana,” kata pemandu wisata mereka. Siti dan rombongan keluarganya melihat kayu-kayu kecil yang menopang dinding bambu yang diikat oleh semacam tali.

“Fakta menariknya adalah rumah ini dibangun tanpa menggunakan paku. Tali tersebut terbuat dari akar gantung dari pohon serta pasak kayu yang mengunci satu sama lain.”

“Wah. Keren sekali. Lalu bagaimana mereka membangun atap menara ini? Bukankah tempat ini memiliki angin yang sangat kencang?” tanya Siti lagi.

"Itulah sebabnya mengapa atap rumah di Kampung Adat Ratenggaro menggunakan penguat berupa kuda-kuda vertikal dan kuda-kuda horizontal. Dengan dua penguat itu, rumah adat di Ratenggaro dapat menjulang tinggi dan dapat bertahan dari beban dan angin yang kuat.” 

(Dikutip dari berbagai sumber)

Sifat Siti sesuai teks cerita di atas adalah ....

A

apatis

B

selalu ingin tahu

C

culas

D

mudah segan