Latihan Biologi Kelas XII Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan dan Manusia
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Biologi
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 60
2. 52
3. 50
4. 22
5. 20
6+. 0
  • Pilgan

    Berikut adalah hormon pertumbuhan dan perkembangan pada manusia, kecuali ....

    A

    somatotropin

    B

    tiroksin

    C

    progesteron

    D

    kalin

    E

    estrogen

    Pembahasan:

    Hormon merupakan faktor penting yang berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Hormon pertumbuhan dan perkembangan pada manusia antara lain adalah somatotropin, tiroksin, FSH (follicle stimulating hormone), LH (luteinizing hormone), estrogen, progesteron dan testosteron.

    • Somatotropin, merupakan hormon yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan, reproduksi sel, dan regenerasi sel pada manusia.
    • Tiroksin, merupakan hormon yang berfungsi untuk merangsang produksi hormon pertumbuhan.
    • Progesteron, merupakan hormon yang berfungsi untuk mengatur siklus mentruasi dan mempersiapkan tubuh untuk hamil.
    • Estrogen, merupakan hormon yang berfungsi untuk membantu perkembangan dan perubahan tubuh saat pubertas.
    • FSH (follicle stimulating hormone), bertanggung jawab untuk mengatur produksi sel telur pada wanita dan sperma pada pria.
    • LH (luteinizing hormone), bekerja sama dengan FSH mengatur kelancaran siklus menstruasi dan menjaga fungsi testis selama masa reproduksi.

    Jadi yang bukan pertumbuhan dan perkembangan pada manusia adalah kalin.


    *Kalin merupakan hormon pada tumbuhan yang dapat memacu pembentukan organ tertentu, misalnya akar, batang, daun dan bunga.

  • Pilgan

    Berikut ini urutan fase pada tahap embrio dalam perkembangan hewan dan manusia yang tepat adalah ....

    A

    morulasi, blastulasi, dan gatrulasi

    B

    blastulasi, gastrulasi, dan morulasi

    C

    blastula, gastrulasi, morulasi, dan organogenesis

    D

    morulasi, gastrulasi, blastulasi, dan organogenesis

    E

    morulasi, blastulasi, gastrulasi, dan organogenesis

    Pembahasan:

    Tahap embrio adalah pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan manusia yang diawali dengan fertilisasi, yaitu proses peleburan sel sperma dan sel telur (ovum) membentuk zigot (diploid). Zigot akan berkembang menjadi embrio. Pada tahap embrionik ini dibagi ke dalam beberapa fase sebagai berikut.

    1. Morulasi, terjadi setelah pembelahan zigot menjadi 16 sel, terjadi pembelahan menjadi 32 sel yang disebut morula. Fase morula merupakan bola padat yang penuh dengan sel-sel hasil pembelahan dan masih diselimuti oleh zona pelusida. Masing-masing sel memiliki inti yang disebut blastomer. Sel terus mengalami pembelahan, menjadi 64 sel. Morulasi terjadi di sepanjang saluran telur (oviduk).
    2. Blastulasi, terjadi setelah 4 sampai 5 hari. Pada fase ini, zigot berubah menjadi bola padat yang diikuti dengan migrasi sel-sel blastomer menuju kutub vegetal, sehingga terbentuk rongga di bagian kutub animal yang disebut blastocoel. Balstocoel berisi blastosit. Pada hari ke 6 atau 7 setelah fertilisasi, blastosit siap berimplantasi di dalam dinding rahim (uterus).
    3. Gastrulasi, merupakan proses pembentukan 3 lapisan embrionik, yaitu endoderm, mesoderm, dan eksoderm. Pada tahap ini juga terbentuk lekuk-lekuk pada embrio.
    4. Organogenesis, yaitu proses pembentukan organ di dalam tubuh. Setelah mengalami tahap embrionik, janin akan dilahirkan sehingga akan mengalami tahap pasca embrionik.

    Jawaban yang tepat adalah morulasi, blastulasi, gastrulasi, dan organogenesis.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Fase yang membedakan hewan di atas dengan hewan hemimetabola adalah ....

    A

    2 dan 3

    B

    1 dan 5

    C

    3 dan 4

    D

    4 dan 5

    E

    1 dan 2

    Pembahasan:

    Metamorfosis meliputi 4 fase, yaitu telur, larva atau nimfa, pupa, kemudian imago.

    • Telur, yaitu fase paling awal dari proses terbentuknya individu baru. Telur dihasilkan oleh induk betina dan akan dibuahi oleh induk jantan. Telur yang berhasil menetas akan menjadi larva atau nimfa.
    • Larva atau nimfa. Jika telur yang menetas menjadi larva, maka serangga tersebut akan mengalami metamorfosis sempurna. Sebaliknya, jika telur yang menetas menjadi nimfa maka serangga tersebut akan mengalami metamorfosis tidak sempurna. Bentuk larva sangat berbeda dengan bentuk dirinya pada fase dewasa. Sedangkan nimfa adalah hewan muda yang mempunyai bentuk tubuh yang sama seperti bentuk tubuh pada fase dewasa/imago. Namun, ukuran tubuh pada fase nimfa lebih kecil dari ukuran pada fase dewasa (imago). Pada masa ini, beberapa bagian organ hewan ada yang belum tumbuh.
    • Pupa/Kepompong. Fase ini merupakan fase transisi, di mana serangga berada dalam keadaan tidak makan dalam waktu yang cukup lama. Fase pupa atau kepompong hanya terjadi pada jenis serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Setelah melewati fase pupa/kepompong, hewan akan menjadi imago atau individu dewasa.
    • Imago/Dewasa. Fase ini merupakan tahapan paling akhir dalam metamorfosis. Individu pada fase imago mampu menghasilkan telur. Telur tersebut kemudian akan kembali mengalami tahapan metamorfosis seperti induknya.

    Berikut ini keterangan gambar pada soal.

    1. Imago tua
    2. Imago muda
    3. Pupa
    4. Larva
    5. Telur


    Fase yang membedakan hewan pada soal dengan hewan hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna) yaitu fase larva dan pupa atau nomor 3 dan 4.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel berikut!

    Pasangan jenis metamorfosis dan ciri-cirinya yang tepat adalah ....

    A

    A dan 2

    B

    A dan 4

    C

    B dan 3

    D

    B dan 1

    E

    A dan 1

    Pembahasan:

    Metamorfosis adalah proses perkembangan pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik tersebut terjadi akibat pertumbuhan sel dan diferensiasi sel yang berbeda. Hewan yang mengalami metamorfosis misalnya kelompok serangga, Amfibi, Mollusca, Crustacea, dan Echinodermata.

    Terdapat dua jenis metamorfosis, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

    Ciri-ciri metamorfosis sempurna (holometabola) adalah sebagai berikut.

    • Memiliki perbedaan bentuk yang sangat signifikan antara fase pupa dengan fase imago.
    • Mengalami fase pupa atau kepompong.
    • Tahapan pertumbuhan dan perkembangannya: telur --> larva --> pupa --> imago.
    • Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah katak, nyamuk, lalat, dan kupu-kupu.

    Ciri-ciri metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola) adalah sebagai berikut.

    • Perubahan bentuk tubuh hewan terjadi pada fase nimfa. Pada fase imago, perubahan yang terjadi hanya sedikit atau tidak terlalu terlihat.
    • Tidak mengalami fase pupa atau kepompong.
    • Tahapan pertumbuhan dan perkembangannya: telur --> nimfa --> imago.
    • Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah belalang, kepik, whitefly, rayap, kutu daun, jangkrik, dan capung.


    Jadi, jawaban yang tepat adalah A dan 1.

  • Pilgan

    Tahap embrio dibagi menjadi empat, yaitu morulasi, blastulasi, glastrulasi dan organogenesis. Pada fase morulasi terbentuk morula, yaitu ....

    A

    sel-sel hasil pembelahan zigot yang berukuran kecil dan masing-masing berinti

    B

    bola sel padat yang terbentuk dari blastomer-blastomer hasil pembelahan

    C

    organ tubuh yang berkembang dari lapisan-lapisan embrionik

    D

    sel-sel di sekitar permukaan blastula yang berpindah ke lokasi yang lebih dalam

    E

    rongga blastula yang berada di antara kutub animal dan kutub vegetal

    Pembahasan:

    Tahap embrio dibagi menjadi empat, yaitu morulasi, blastulasi, glastrulasi dan organogenesis. Pada fase morulasi terbentuk morula, yaitu bola sel padat yang terbentuk dari blastomer-blastomer hasil pembelahan. Pada fase morulasi, zigot mengalami pembelahan sel dari 1 menjadi 2, 4, 8, 16 dan seterusnya. Pembelahan membagi sitoplasma zigot yang besar menjadi lebih kecil dengan inti pada masing-masing sel yang disebut blastomer. Pembelahan terjadi secara cepat pada kutub animal dan vegetal. Hasil pembelahan blastomer-blastomer selanjutnya akan membentuk bola sel padat yang disebut morula. Proses terbentuknya morula disebut dengan morulasi. Gambar tahap-tahap embrio adalah sebagai berikut.

    sumber: dosenpendidikan.com

  • Pilgan

    Perhatikan skema gastrula berikut!

    Sumber: istockphoto.com

    Bagian yang akan berkembang menjadi saluran pencernaan ditunjukkan oleh nomor ....

    A

    3

    B

    4

    C

    2

    D

    2 dan 4

    E

    1

    Pembahasan:

    Setelah zigot memasuki fase gastrula, terjadi involusi (pelekukan) bibir dorsal blastopor ke bagian dalam rongga blastocoel yang mengakibatkan terbentuknya rongga gastrocoel atau arkenteron. Rongga arkenteron akan berkembang menjadi saluran pencernaan. Sedangkan bibir dorsal tempat involusi tersebut membentuk blatoporus, yang akan berkembang menjadi anus. Involusi sel-sel bibir dorsal ini akan terus mendesak rongga blastocoel menjadi lebih sempit dan terbentuklah 3 lapisan embrional yaitu ektoderm, mesoderm, dan entoderm.

    Jadi, bagian yang akan berkembang menjadi saluran pencernaan ditunjukkan oleh nomor 2 (arkenteron).

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Sumber: usaha321.net

    Bagian yang memiliki banyak pembuluh darah dan bagian yang memiliki fungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida ditunjukkan oleh huruf ....

    A

    A dan G

    B

    A dan D

    C

    A dan C

    D

    B dan F

    E

    C dan E

    Pembahasan:

    Janin yang berada di dalam rahim memiliki beberapa selaput ekstraembrio, yaitu amnion, korion, dan alantois.

    • Amnion, yaitu sebuah bantalan yang dapat melindungi embrio pada goncangan dan tekanan dari luar, berisi cairan yang asalnya dari bagian janin (fetus). Cairan ini membuat janin mengambang dan memungkinkan janin untuk melakukan pergerakan tungkai dan tubuh.
    • Korion, bagian ini terbentuk ketika telah terjadi pembentukan amnion. Selaput korion yang paling luar berperan dalam pertukaran gas dan air, serta memiliki banyak pembuluh darah.
    • Alantois, adalah bagian yang berkembang menjadi umbilical cord (tali pusat). Alantois mengisi pada ruang antara amnion. Pada manusia, alantois bersifat rudimenter (belum sempurna) yang memiliki fungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

    Keterangan:

    • A : Alantois
    • B : Plasenta
    • C : Kantung kuning telur
    • D : Amnion
    • E : Uterus
    • F : Janin/embrio
    • G : Korion

    Jadi, jawaban yang tepat adalah A dan G.

  • Pilgan

    Fasciola hepatica adalah cacing parasit yang berasal dari hati hewan ruminansia. Sasaran utama cacing ini adalah mollusca. Di dalam tubuh mollusca, mirasidium akan mengalami perubahan dalam 3 bentuk, yaitu ....

    A

    mirasidium dan cacing dewasa

    B

    larva, metaserkaria, dan serkaria

    C

    sporokista, metaserkaria dan cacing dewasa

    D

    redia, serkaria, dan larva

    E

    sporokista, redia dan serkaria

    Pembahasan:

    Perhatikan gambar berikut!

    Fasciola hepatica atau cacing hati mengalami daur hidup sebagai berikut.

    • Larva, disebut dengan istilah mirasidium atau bayi cacing hati yang bergumul bersama kotoran sapi. Mirasidium akan terbawa hujan sampai ke sungai. Di sungai, mirasidium akan mencari sasaran utamanya, yaitu mollusca terutama siput air dan keong-keongan. Mereka akan masuk ke dalam tubuh siput, mengalami perkembangan dan bertransformasi menjadi 3 bentuk, yaitu sporokista, redia, dan serkaria. Lama yang dibutuhkan fase larva mirasidium ialah sekitar 10 sampai 12 hari. Serkaria kemudian keluar dari tubuh siput dan menempel pada tumbuhan atau rumput air.
    • Serkaria, di rumput sekitar tempat yang lembab dan basah serkaria bertransformasi membentuk kista atau metaserkaria. Lama periode yang dibutuhkan serkaria menjadi metaserkaria ialah sekitar 5 sampai 7 minggu.
    • Metaserkaria, metaserkaria yang terdapat di rerumputan merupakan bentuk infeksi sejati dari cacing hati. Semua mamalia yang memakan rerumputan “hewan herbivora” tersebut akan terinfeksi cacing ini, termasuk sapi, kambing, bahkan manusia. Infeksi yang disebut fascioliasis ini dapat terjadi jika rerumputan tersebut tidak diolah dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum dimakan.
    • Cacing dewasa, setelah masuk ke dalam sistem pencernaan melalui konsumsi rerumputan, metaserkaria akan keluar dari kista dan berubah menjadi cacing hati dewasa. Cacing dewasa ini kemudian akan menembus dinding usus, menuju rongga perut dan mengincar hati sebagai inang barunya.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah sporokista, redia dan serkaria.

  • Pilgan

    Perhatikan skema daur hidup Aurelia aurita berikut!

    Berdasarkan skema di atas, pernyataan berkut ini benar, kecuali ....

    A

    reproduksi vegetatif ditunjukkan oleh nomor 3 dan 4

    B

    nomor 1 adalah hasil dari reproduksi generatif

    C

    fase polip adalah nomor 3 dan 4

    D

    pada fase 3, hewan tidak bisa bergerak bebas

    E

    fase medusa adalah nomor 2

    Pembahasan:

    Aurelia aurita (ubur-ubur) mengalami daur hidup atau metagenesis yang meliputi fase generatif dan fase vegetatif.

    • Fase generatif atau fase seksual pada daur hidup Aurelia aurita berupa medusa. Medusa dapat bergerak (melayang) bebas di perairan. Saat fase generatif, Aurelia aurita melibatkan induk jantan dan induk betina untuk menghasilkan sel gamet berupa ovum dan sperma. Sperma dihasilkan oleh testis dari induk jantan yang terletak di dekat tentakel, sedangkan ovum dihasilkan oleh ovarium dari induk betina yang terletak di dekat kaki. Kemudian, sperma yang telah matang dikeluarkan di dalam air kemudian berenang hingga mencapai ovum dan menghasilkan zigot (1). Zigot berkembang menjadi planula (2) dan akan melekat pada dasar lautan untuk tumbuh menjadi individu baru yang disebut skifistoma (3).


    Setelah terbentuk skifistoma, kemudian berlanjut pada fase vegetatif.

    • Fase vegetatif atau fase aseksual pada daur hidup Aurelia aurita berupa polip. Polip tidak bergerak bebas tetapi akan menempel pada dasar perairan. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membentuk kuncup yang tumbuh di dekat kaki. Kemudian, semakin lama semakin besar dan membentuk tentakel. Tubuh anak hewan ini tetap melekat pada induknya hingga induk membentuk kuncup yang lain sehingga akan terbentuk koloni atau strobilla (4). Setelah beberapa waktu, anak akan memisah dari induknya dan membentuk efira atau ubur – ubur muda (5).


    Jadi, pernyataan yang tidak benar adalah fase medusa adalah nomor 2.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut ini!

    Sumber: materiipa.com

    Berdasarkan gambar di atas, pembelahan biner pada Planaria disebut juga proses ....

    A

    regenerasi

    B

    berkembang

    C

    regenerasi dan berkembang biak

    D

    pertumbuhan

    E

    berkembang biak

    Pembahasan:

    Planaria merupakan hewan tingkat rendah yang dapat melakukan pembelahan biner. Pembelahan tersebut merupakan proses regenerasi atau proses perbaikan tubuh yang luka atau rusak. Proses ini ditentukan oleh sel-sel batang dalam tubuh hewan yang belum mengalami diferensiasi. Selain itu, pembelahan biner juga merupakan proses perkembangbiakan yang bertujuan untuk mempertahankan keturunannya. Jadi, pada organisme yang berkembang biak secara aseksual, regenerasi berarti juga sebagai proses reproduksi atau berkembang biak.

    Jawaban yang tepat adalah regenerasi dan berkembang biak.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 331.507 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.