Perhatikan gambar berikut!

Fasciola hepatica atau cacing hati mengalami daur hidup sebagai berikut.
- Larva, disebut dengan istilah mirasidium atau bayi cacing hati yang bergumul bersama kotoran sapi. Mirasidium akan terbawa hujan sampai ke sungai. Di sungai, mirasidium akan mencari sasaran utamanya, yaitu mollusca terutama siput air dan keong-keongan. Mereka akan masuk ke dalam tubuh siput, mengalami perkembangan dan bertransformasi menjadi 3 bentuk, yaitu sporokista, redia, dan serkaria. Lama yang dibutuhkan fase larva mirasidium ialah sekitar 10 sampai 12 hari. Serkaria kemudian keluar dari tubuh siput dan menempel pada tumbuhan atau rumput air.
- Serkaria, di rumput sekitar tempat yang lembab dan basah serkaria bertransformasi membentuk kista atau metaserkaria. Lama periode yang dibutuhkan serkaria menjadi metaserkaria ialah sekitar 5 sampai 7 minggu.
- Metaserkaria, metaserkaria yang terdapat di rerumputan merupakan bentuk infeksi sejati dari cacing hati. Semua mamalia yang memakan rerumputan “hewan herbivora” tersebut akan terinfeksi cacing ini, termasuk sapi, kambing, bahkan manusia. Infeksi yang disebut fascioliasis ini dapat terjadi jika rerumputan tersebut tidak diolah dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum dimakan.
- Cacing dewasa, setelah masuk ke dalam sistem pencernaan melalui konsumsi rerumputan, metaserkaria akan keluar dari kista dan berubah menjadi cacing hati dewasa. Cacing dewasa ini kemudian akan menembus dinding usus, menuju rongga perut dan mengincar hati sebagai inang barunya.
Jadi, jawaban yang tepat adalah sporokista, redia dan serkaria.