Tahap embrio adalah pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan manusia yang diawali dengan fertilisasi, yaitu proses peleburan sel sperma dan sel telur (ovum) membentuk zigot (diploid). Zigot akan berkembang menjadi embrio. Pada tahap embrionik ini dibagi ke dalam beberapa fase sebagai berikut.
- Morulasi, terjadi setelah pembelahan zigot menjadi 16 sel, terjadi pembelahan menjadi 32 sel yang disebut morula. Fase morula merupakan bola padat yang penuh dengan sel-sel hasil pembelahan dan masih diselimuti oleh zona pelusida. Masing-masing sel memiliki inti yang disebut blastomer. Sel terus mengalami pembelahan, menjadi 64 sel. Morulasi terjadi di sepanjang saluran telur (oviduk).
- Blastulasi, terjadi setelah 4 sampai 5 hari. Pada fase ini, zigot berubah menjadi bola padat yang diikuti dengan migrasi sel-sel blastomer menuju kutub vegetal, sehingga terbentuk rongga di bagian kutub animal yang disebut blastocoel. Balstocoel berisi blastosit. Pada hari ke 6 atau 7 setelah fertilisasi, blastosit siap berimplantasi di dalam dinding rahim (uterus).
- Gastrulasi, merupakan proses pembentukan 3 lapisan embrionik, yaitu endoderm, mesoderm, dan eksoderm. Pada tahap ini juga terbentuk lekuk-lekuk pada embrio.
- Organogenesis, yaitu proses pembentukan organ di dalam tubuh. Setelah mengalami tahap embrionik, janin akan dilahirkan sehingga akan mengalami tahap pasca embrionik.
Jawaban yang tepat adalah morulasi, blastulasi, gastrulasi, dan organogenesis.