Latihan Bahasa Indonesia Kelas VII Menceritakan Isi Fabel/Legenda
# 9
Pilgan

Bacalah teks fabel di bawah ini!

Pada suatu hari, terdapatlah Kelinci yang merasa dirinya paling bisa segalanya menantang Kura-Kura untuk lomba lari. Sebagian besar penduduk hutan ikut menyaksikan pertandingan tersebut dan menjagokan Kelinci yang terkenal cepat dalam berlari. Hanya Burung Pipit, sahabat Si Kura-Kura yang tetap menyemangati Kura-Kura agar tidak mudah menyerah dan terus berusaha.

Perlombaan pun dimulai. Sang Kelinci mulai berlari dengan kencang sambil diiringi sorak-sorai penonton. Ia melesat jauh meninggalkan Kura-Kura yang berlari tertatih-tatih di garis start.

Hingga di tengah-tengah perlombaan, Kelinci pun tiba di dekat kebun wortel. Karena merasa lapar, ia berhenti untuk makan. Dengan santainya ia makan karena ia tahu Kura-Kura tidak akan pernah bisa mendahuluinya. Setelah makan, ia tertidur pulas di bawah pohon dengan udara yang cukup mendukung untuk beristirahat. Tanpa disadari Kelinci, ternyata si Kura-Kura telah dekat. Kura-Kura melihat Kelinci sedang tertidur namun ia terus merangkak tanpa lelah dan tanpa berputus asa berusaha menuju ke garis finish. Ketika Kura-Kura mendekati garis finish, para penonton bersorak-sorai menyemangati Kura-Kura.

Mendengar suara berisik tersebut, sang Kelinci pun terbangun. Ia terkejut saat melihat Kura-Kura hampir mencapai garis finish. Dengan kecepatan penuh ia segera berlari ke garis finish. Tetapi alangkah malunya Kelinci saat sampai di garis finish, Kura-Kura telah memenangkan perlombaan tersebut.

(Sumber: coldeja.com, dengan penyesuaian)


Watak dari tokoh Kelinci yang terdapat dalam penggalan fabel tersebut adalah ....

A

murah hati dan tidak mudah menyerah

B

jujur dan tidak suka berbohong

C

sombong dan suka menyepelekan

D

suka menyemangati dan loyal

Pembahasan:

Watak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat.

Dalam teks tersebut, penggambaran tokoh Kelinci menggunakan teknik dramatik atau secara tidak langsung. Mari kita perhatikan kalimat pertama paragraf pertama.

Pada suatu hari, terdapatlah Kelinci yang merasa dirinya paling bisa segalanya menantang Kura-Kura untuk lomba lari.

Pengarang menggambarkan sifat Kelinci tersebut melalui perbuatannya. Kata yang dicetak tebal tersebut merupakan penggambaran sifat Kelinci yang sombong karena menganggap dirinya lebih unggul dibandingkan orang lain.

Selain itu, marilah kita cermati kalimat kedua paragraf ketiga.

Dengan santainya ia makan karena ia tahu Kura-Kura tidak akan pernah bisa mendahuluinya.

Kalimat tersebut merupakan perbuatan Kelinci yang menunjukkan bahwa ia menyepelekan Kura-Kura.

Sehingga, dari analisis kedua kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa watak Kura-Kura adalah sombong dan suka menyepelekan.