Latihan Bahasa Indonesia Kelas VII Menceritakan Isi Fabel/Legenda
# 7
Pilgan

Cermati teks fabel berikut!

Ilustrasi by Pramana for kejarcita


Ikan hiu dan Ikan lumba-lumba memiliki watak yang berbeda, tetapi mereka tetap bersahabat. Ikan hiu dikenal mempunyai sifat serakah, ganas, dan kejam. Berlawanan dengan sifat Ikan lumba-lumba yang penyabar dan bijak. Walaupun demikian mereka selalu bersama bila mencari makan.

Dalam hal makanan, Ikan lumba-lumba senang memangsa ikan-ikan kecil, sedangkan ikan hiu senang memangsa ikan-ikan yang besar. Ikan hiu mempunyai nafsu makan yang luar biasa, sehingga walaupun telah mendapatkan ikan yang besar sekalipun, ia masih suka menangkap mangsa yang lain sampai-sampai ia tidak mampu menghabiskan mangsanya karena terlalu kenyang.

Pada suatu hari, mereka mencari makan di lautan yang dalam. Mereka segera mengejar-ngejar mangsa yang berada di sekitar mereka. Ikan hiu dengan buasnya melahap ikan-ikan besar dan Ikan lumba-lumba memangsa ikan-ikan kecil.

Tiba-tiba, sebuah perahu nelayan berada tepat di atas mereka tanpa sepengetahuan Ikan hiu dan Ikan lumba-lumba. Di atas perahu itu, nampak dua orang nelayan yang akan menjaring ikan. Tidak lama kemudian, kedua nelayan menebarkan jaring-jaring perangkap.

Ikan hiu yang melihat jaring-jaring tersebut langsung sigap menghindari jaring-jaring nelayan. Namun tidak dengan Ikan lumba-lumba. Ia berteriak minta tolong kepada Ikan hiu, namun sia-sia karena Ikan hiu tidak dapat memutuskan tali jaring-jaring perangkap itu.

Setelah Ikan lumba-lumba bersama ikan-ikan kecil lainnya terjaring dan diangkut ke atas perahu, Ikan lumba-lumba menangis karena ia mendengar akan dijual ke pasar. Tubuhnya mulai mengering akibat terkena sinar matahari dan ia mulai menggeliat.

Salah seorang nelayan yang melihat Ikan lumba-lumba menangis merasa tidak tega dan akhirnya sepakat dengan nelayan yang lain untuk mengembalikan Ikan lumba-lumba ke laut.

Ikan lumba-lumba sangat senang dan berhenti menangis ketika dilepaskan kembali ke lautan. Sebagai tanda terima kasihnya, Ikan lumba-lumba melompat-lompat di depan perahu mereka dan bersiul gembira. Nelayan-nelayan itu pun pulang dengan perasaan senang.

Ikan lumba-lumba pun bertekad untuk selalu menolong manusia yang kesusahan di lautan sebagai bentuk hutang budinya terhadap nelayan-nelayan tadi. Berbeda dengan Ikan hiu yang merasa tindakan nelayan merugikannya karena menurutnya, nelayan-nelayan selalu menangkap jatah makanannya. Ia pun memiliki dendam kepada manusia dan bertekad apabila terdapat perahu nelayan yang hancur diterjang badai, Ikan hiu akan memangsa manusia-manusia yang terdapat di dalam perahu itu.

(Disadur dari berbagai sumber, dengan penyesuaian)


Amanat yang dapat kita ambil dari teks tersebut adalah ....

A

janganlah serakah dan jangan menyimpan dendam terhadap siapapun

B

berbuat baiklah hanya terhadap orang yang berbuat baik kepadamu

C

hutang budi tidak harus dibayar

D

janganlah khawatir tenggelam di lautan karena akan ditolong lumba-lumba

Pembahasan:

Amanat dapat disebut juga pesan moral. Pesan moral dalam sebuah teks fabel dapat ditemukan secara tersirat maupun tersurat. Pada umumnya, pesan moral berisi sebuah nasihat moral untuk pembacanya agar kejadian buruk (yang dapat dicegah) yang dialami tokoh tidak terjadi kepada pembaca.

Teks di atas bercerita tentang bagaimana seekor lumba-lumba yang bijak dan penyabar terperangkap dalam jaring nelayan. Namun akhirnya dilepaskan oleh nelayan kembali ke lautan. Sebagai bentuk terima kasihnya, lumba-lumba tersebut tidak menyimpan dendam, melainkan bertekad untuk membantu setiap manusia yang kesusahan. Lain halnya dengan ikan hiu yang merasa dirugikan oleh nelayan. Ia menyimpan dendam dan bertekad memangsa manusia yang berada dalam bahaya di laut.

Dari isi teks tersebut, kita dapat belajar dari sikap Ikan Hiu yang serakah dan pendendam, bahwa janganlah serakah dan jangan menyimpan dendam terhadap siapapun. Sikap serakah dan pendendam tentunya merugikan orang lain. Orang lain yang dirugikan mungkin akan membalas dendam di masa depan, hingga suasana tidak tenang dan damai. Ini karena semua pihak akan merasa waswas akan dicelakakan pihak yang mendendam. Sebaliknya, kita dapat belajar dari sikap Ikan Lumba-lumba yang penyabar dan pemaaf. Akibat sikapnya ini, para nelayan pun lebih tidak mungkin untuk mencelakainya di masa depan. Dengan demikian, Ikan Lumba-lumba dapat hidup dengan lebih tenang dari ancaman tangkapan nelayan.